;

Saturday, November 30, 2013

Cara Budidaya Ulat Jerman

Saturday, November 30, 2013

Bagi para pecinta burung dan ikan, khususnya burung ocohan ulat jerman sudah tidak asing lagi, tetapi bagi yang baru mengetahuinya, ulat ini sering disebut dengan ulat hongkong besar padahal berbeda denga ulat hongkong. Apabila anda ingin mencoba budidaya ulat jerman ini, tidak ada salahnya Anda mencoba membudidayakannya dari sekarang, karena dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomi. 

Budidaya Ulat jerman, cara budidaya ulat jerman, ternak ulat jerman, ulat jerman

Budidaya ulat jerman sama halnya seperti cara budidaya ulat hongkong. Para peternak ulat jerman biasanya memiliki peternakan ulat hongkong, hal ini disebabkan karena cara atau langkah-langkah budidaya ulat jerman sama persis seperti budidaya ulat hongkong.

Apabila kita pelaku bisnis budidaya hewan, jenis ulat jerman bisa dijadikan salah satu solusi, ya karena budidaya ulat jerman sangat mudah dan pemasarannya pun tidak terlalu sulit. 
Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya ulat jerman dibawah ini ada suusnan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses budidaya ulat jerman. 

Tempat Ulat
Rak kotak kumbang dan ulat jerman rak kotak harus di amankan dari gangguan semut dengan cara setiap tiang penyangga rak diberikan wadah dibawahnya yang berisi oli, dengan tujuan supaya semut tidak kedalam kotak kembang ulat jerman.

Kotak kembang ulat jerman
Kotak kembang ulat jerman sebaiknya diberikan penutup kassa atau ram dari kawat, dengan tujuan cecak atau binatang lainnya tidak dapat masuk.

Minuman kumbang ulat jerman
Berikan potongan buah-buahan yang sudah dicuci agar kumbang dan ulat jerman mendapatkan cairan dari buah-buahan tersebut.

Sirkulasi udara
Sirkulasi udara dalam ruangan tempat beterbak sebaiknya cukup bebas, sehingga dapat menghasilkan temperature yang normal. Dingin ketinggian suhu udara maksimal 30 derajat. Lokasi kumbang dan pembesaran ulat jerman supaya aktifitas kumbang ulat jerman dapat bertelur dengan baik, sebaiknya lokasi bertelurnya kumbang tidak di satu tempatkan dengan pembesaran ulat jerman. Hal tersebut untuk menghindari kuman atau virus yang dapat menyerang kumbang ulat jerman.

Di bawah ini ada beberapa tahapan yang dibutuhkan untuk proses budidaya ulat jerman:
  • Baki mika yang berukuran 30cm x 30cm x12cm atau bias membuat kaki dari kayu dengan ukuran 80 cm x 60cm x 12 cm, temapat ini diguankan untuk tempat kembang biak kumbang jerman dan pembesaran anakan ulat jerman.
  • Container film/botol minuman/cup ice cream yang digunakan  sebagai tempat untuk metamorf dari ulat jerman menjadi kepompong.
  • Dedak gandum (polard) digunakan sebagai media alas pembiakkan kumbang jerman dan tumbuh kembang ulat jerman, selain media alas Polard ini sebagai makanan utama ulat jerman.
  • Pakan sayur (wortel, kentang, apel, papaya muda dan lain-lain) diberikan sebagai pengontrol kelembaban juga sekaligus sumber kebutuhan air bagi kumbang dan ulat jerman.
  • Kertas peti telur, sebagai tempat berkumpul/persembunyian kumbang jerman
  • Kawat penyaringan, digunakan untuk mengganti polard juga untuk memanen ulat jerman.


Pemilihan induk
  • Untuk pemilihan induk, usahakan tidak lebih, usahakan tidak lebih dari 2 kg, agar ulat yang jadi kepompong ukurannya bisa besar-besar (rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm). Sedangkan ulat dewasa dengan ukuran panjang  rata-rata 15 mm, dan diameter rata-rata 3 mm akan mulai menjadi kepompong sekitar 7 sampai 10 hari lagi secara bergantian.
  • Pengambilan kepompong, harus dilakukan selama 3 hari sekali, supaya kepompong yang sudah dipisah dan ditempatkan di dalam kotak tersendiri berubah menjadi kumbang serentak.
  • Pemilhan kepompong, , dilakukan 3 hari sekali, serta kepompong yang dipilih haruslah yang sudah berwarna putih kecokelatan. Dan cara pengambilannya pun, harus hati-hati jangan sampai lecet/cacat. Apabila terjadi, maka kepompong akan mati busuk. Kepompong yang sudah dipilih, kita taruh di dalam kotak pemeliharaan yang sudah diberi alas Koran.kemudian, disebar sedemikian rupa. Jangan sampai bertumpuk, lalu ditutup kembali memakai kertas Koran hingga rapat.
  • Kepompong akan menjadi kumbang, dalam usia mulai 10 hari. Dan apabila sayap kumbang masih berwarna kecokelatan, janagn diambi dulu. Biarkan sampai berwarna hitam mengkilat, dan kumbang siap ditelurkan. Satu kotak/peti, kita tebari kumbang sekitar 250 gr, dan berikan kapas sebagai alas untuk bertelur yang sudah dibeberkan.
  • Pembibitan ini dibiarkan sampai 7 hari, dan diturunkan bila waktu tersebut tiba. Kumbang yang sudah terpisah dari kapas, diberi kapas baru lagi dan begitu seterusnya. Tingkat kematian pada kumbang ini, bisa mencapai 2 s/d 4  persen sekali turun.
  • Kapas yang ada telurnya, kita simpan dalam peti terpisah, telur akan mulai menetas setelah usia ulat mencapai 30 hari baru kita pisahkan dari kapasnya.
Anda juga bisa membaca artikel-artikel lainnya (klik saja):


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku :  Beternak Ulat Jerman & Ulat Hongkong. Pustaka Baru Press


Tonie - 12:57 AM

Friday, November 29, 2013

Cara Budidaya Udang Galah

Friday, November 29, 2013

Cara budidaya udang galah yang baik tentunya harus memenuhi persyaratan atau factor-faktor penunjang budidaya itu sendiri. Sama halnya seperti proses budidaya lobster, sebelum memulai budidaya udang galah sebaiknya kita harus mempersiapkan lokasi untuk kolam budidaya.

Budidaya udang galah, udang galah, udang air tawar, cara budidaya udang, cara budidaya udang galah


Factor utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya udang galah yaitu lokasi budidaya, lokasi budidaya udang galah harus dekat dengan perairan atau sungai supaya suplai air tidak kurang.

Selanjutnya setelah kita mencapai lokasi yang strategis yaitu deraja keasaman (pH), baik untuk tanah maupun air. Lokasi dan kondisi yang baik untuk kolam budidaya udang galah adalah tanah dasar dan air kolam yang memiliki pH  netral atu derajat keasaman yang berkisar 6,8-7,5.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Budidaya Udang Galah

Kualitas air

Kualitas air untuk budidaya udang galah harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

Menerima cahaya matahari yang cukup
Mengandung mineral-mineral yang cukup
Mengandung gas karbondioksida yang cukup
Mempunyai temperature yang ideal untuk proses hidup dan pertumbuhan udang galah

Kadar oksigen terlarut

Oksigen dalam air sangat penting bagi kehidupan udang,maka jika oksigen yang terlarut dalam air sangat rendah berarti tidak baik untuk pemeliharaan udang galah, batas minimal oksigen terlarut dalam air adalah sekitar 5-7 ppm. Untuk mengatasi rendahnya oksigen terlarut dalam air, dapat digunakan kincir.

Kandungan karbondioksida (CO₂)

Kandungan karbondioksida yang baik dalam air kolam bentuh budidaya udang galah ini adalah tidak lebih dari 1,2 ppm dan tidak lebih dari 2 ppm, jika kandungan karbondioksida di atas 50 ppm,akan menyebabkan udang mati dalam jangka waktu relative lama.

Induk udang galah betina

Memiliki berat lebih dari 40 gram
Memiliki kandungan telur cukup tinggi
Bersih dari segala macam kotoran maupun organism yang bersifat parasif

Induk udang galah jantan

Memiliki berat lebih dari 50 gram
Kaki jalan kedua tidak terlalu besar
Bersih dari segala macam kotoran maupun organism yang bersifat parasit

Pakan Udang Galah

Faktor selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang galah yaitu factor pakan, ada beberapa persyaratan yang secara tehnis harus memperoleh penanganan secara khusus yakni:
Aspek kimia yaitu persyaratan kandunagn nutrisi makanan yang meliputi protein, karbohidrat, lemk,               vitamin, dan mineral
Aspek fisik makanan, yaitu bentuk dan ukuran makanan, ketahanan dalam air, dan tehnik pengepakan
Aspek biologi yaitu nilai konversi makanan atau perbandingan jumlah makanan yang dikonsumsi dengan         kemampuan makanan yang dikonsumsi dapat meningkatkan berat tubuh udang.
Aspek ekonomis yaitu kelayakan harga yang ditinjau dari segi kualitas maupun nilai makanan.

Selain pembahasan budidaya udang galah anda juga bisa membaca artikel-artikel sebelumnya (untuk membaca judul di bawah klik satu-satu) seperti:

Budidaya lobster air tawar
Budidaya gabus dengan sistem longyam
Budidaya ikan bawal di kolam terpal


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.



Tonie - 11:52 PM

Wednesday, November 20, 2013

Panduan Budidaya Lobster Air Tawar

Wednesday, November 20, 2013

Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatika dalam melakukan budidaya lobster air tawar ini, walaupun ternak lobster atau budidaya lobster dapat dilakukan dengan tempat yang luas ataupun sempit, tetapi tempat dan pasilitas harus strategis dan memenuhi syarat untuk perkembangan lobster tersebut.

Budidaya Lobster air tawar, budidaya lobster, ternak lobster, budidaya udang lobster air tawar, ternak lobster air tawar, budidaya udang lobster


Di bawah ini kita akan mengetahui secara singkat hal apa saja yang diperlukan dalam proses budidaya lobster air tawar, namun walaupun singkat catatan di bawah ini bisa dijadikan gambaran bagi Anda yang akan memulai bisnis budidaya lobster air tawar.

Dan sebelum melihat penjelasan panduan budidaya lobster air tawar ini, perlu saya sampaikan rangkuman catatan di bawah ini saya kutip dari buku yang berjudul "Budi Daya Lobster Air Tawar" yang ditulis oleh Iskandar (Teng Ching Sing).

Faktor-faktor yang perlu diperhatika pada saat Budidaya Lobster Air Tawar

Kolam Semen

Kolam semen dapat dibuat berbentuk segi empat dengan ukuran 2 x 3 x 0,5 m. Ukuran dn jumlah kolam yang dibuat harus disesuaikan dengan luas lahan dan jumlah lobster yang akan dipelihara. Namun, untuk budidaya dalam jumlah besar sebaiknya kolam tidak dibuat terlalu luas, tetapi berukuran sedang dengan jumlah banyak (ditambah jika perlu). 

Hal ini bertujuan memudahkan perawatan, penyeleksian, dan pengontrolan lobster. Dinding-dinding kolam sebaiknya dibuat licin agar lobster tidak dapat merayap ke luar kolam, mengingat lobster terkenal sebaga binatang pengembara yang tangguh. Ia dapat bertahan beberapa jam di dataran tanpa air.

Akuarium

Akuarium dapat digunakan sebagai wadah pemeliharaan jika budidaya yang dilakukan berskala kecil. Selain ringkas dan tidak memakan tempat, keuntungan penggunaan akuarium adalah memudahkan pengawasan dan pengontrolan lobster. Akuarium dapat dibuat dengan ukuran 0,5 x1 x 0,5 m. 

Akuarium dapat dibuat dari bahan kaca dengan ketebalan 0,5 cm. Sepanjang bibir atas akuarium dipasang kaca dengan lebar 5 cm dan panjang disesuaikan dengan dinding akuarium. Ketinggian air untuk pemeliharaan lobster adalah sekitar 10-15 cm. 

Akuarium harus dilengkapi dengan aerator untuk mmepertahankan air akuarium tetap segar dan menjaga kandungan oksigen di dalam air tetap tinggi. Hal ini berbeda dengan kolam yang menggunkkan air mengalir untuk menjaga kesegaran dan suplai oksigen di air.

Kualitas air

Sumber air yang digunakkan bisa berasal dari air tanah, air PAM (perusahaan air minum), dan air sungai. Air tanah dapat langsung digunakan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun, tempat budidaya yang terletak di daerah yang berdekatan dengan pantai tidak dapat menggunakkan air tanah karena mengandung kadar garam dan tingkat kesadahan yang tinggi. 

Sebaiknya budidaya lobster air tawar di daerah ini menggunakkan air PAM atau air ledeng. Air PAM memang bersih, tetapi kadar klorin dan kaporit yang dikandungnya sangat tinggi. Klorin dan kaporit  ini dapat dihilngkan dengan cara malakukan aerasi kuat selama setengah hari atau mendiamkan air PAM tersebut terlebih dahulu di udara terbuka selama 24 jam. Jika masih berbau kaporit, ke dalam air dapat ditambahkan potassium tiosulfat (K2S2O3) dengan dosis 1 kristal untuk 30 liter air. Setelah itu, air siap digunakkan untuk budidaya lobster air tawar.

Salah satu parameter kualitas air untuk budidaya lobster air tawar adalah kandungan oksigen terlarut. Kandungan oksigen terlarut harus tetap berada di atas 3 ppm. Karenananya, diperlukan bantuan berupa air mengalir atau pemberian oksigen melalui aerator. Suhu ideal untuk pemeliharaan lobster air tawar adalah 24-26°C dengan fluktuasi maksimum 2-3 °C. Menghindari fluktuasi suhu yang tinggi dapat dilakukan dengan cara mengatur kedalaman air dan member naungan agar terhindar dari kenaikan suhu akibat panas matahari.


Pakan

Lobster air tawar termasuk binatang yang tidak rewel dalam soal pakan, sehingga petani tidak direpotkan dalam penyediaannya. Lobster air tawar adalah binatang omnivore, segala makanan yang ada didepannya kemungkinan besar akan disantapnya, tidak terkecuali temannya sendiri yang sedang tidak berdaya. 

Agar lobster yang dipelihara dapat hidup dan tumbuh sempura, jenis pakan, kandungan protein, dosis, dan frekuensi pemberian pakan harus diperhatikan. Jenis pakan yang dapat diberikan kepada calon induk lobster air tawar adalah udang segar, cacing halus, pellet udang, atau pakan nabati seperti ubi jalar dan tanaman air. Standar kandungan protein dalam pakan yang diberikan mamiliki nilai optimum 35-40%. 

Dosis yang diberikan adalah 3% dari bobot tubuh hidup lobster air tawar. Karena lobster air tawar memilii sifat nocturnal, persentase pakan yang diberikan untuk dimakan pada malam hari lebih banyak dibandingkan dengan siang hari. Jenis pellet yang diberikan adalah pellet komersial seperti pellet untuk udang windu atau udang galah. Cacing halus juga dapat diberikan kepada lobster sabagai variasi pakan. 

Variasi pakan tersebut berguna untuk melengkapi gizi yang mungkin tidak terdapat pada pellet. Jenis cacing yang dapat diberikan sebagai pakan adalah cacing tanah, cacing sutera, dan cacing darah, baik yang masih hidup maupun yang sudah dibekukan. Sebelum diberikan kepada lobster, sebaiknya cacing-cacing tersebut dibersihkan terlebih dahulu.

Perlengkapan pendukung

Tempat persembunyian lobster

Dalam budidaya lobster air tawar, tempat persembunyian harus disediakan. Hal ini berhubungan erat dengan daur ulang hidup lobster yang mengalami mol-ting. Lobster akan bersembunyi di tempat yang telah di sediakan agar tidak diserang dan dimakan oleh lobster lain. 

Saat molting, kondisi lobster sangat lemah, selama 2-3 hari lobster hanya berdiam diri di tempat persembunyian hingga kulit yang baru tumbuh mengeras. Tempat persembunyian untuk lobster dapat dibuat dari batako berlubang, paralon, dan kayu-kayu tua yangberlubang. Batako berlubang lebih cocok dihunakan untuk lobster yang masih kecil. 

Setelah berumur 3-4 bulan, lobster tersebut tidak dapat lagi masuk ke dalam lubang batako karena ukuran tubuhnya telah membesar. Pada umur tersebut, tempat persembunyian yang cocok adalah pipa paralon. paralon berdiameter 4 inci dipotong dengan panjang 15-20 cm dan paralon berukuran 2 inci dipotong menjadi 10-15 cm. Sementara itu, paralon-paralon berukuran kecil dipotong dengan panjang sekitar 5 cm. Saat pembersihan kolam, tempat –tempat persembunyian lobster tersebut juga harus dibersihkan dengan cara disikat.

Aerator

Aerator sangat berguna untuk mempertahankan konsentrasi oksigen terlart dan menjaga kesegaran air. Jika pasokan oksigen didalam  wadah pemeliharaan kurang, lobster akan mengalami gangguan yang dapat menyebabkan kematian.

Jenis Kelamin Lobster

Perbedaan kelamin pada lobster air tawar baru dapat dilihat pada saat umurnya telah mencapai 2-3 bulan dengan panjang total rata-rata 4-6 cm. Tanda kelamin primer lobster air tawar adalah perbedaan bentuk tertentu yang terletak  di tangkai kaki jalan dan ukuran capit. Sementara itu, cirri-ciri sekunder yang dapat dilihat secara visual adalah kecerahan warna tubuhnya.

Lobster jantan memilki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan ke-5 jika penghitungan dimulai dari kaki jalan dibawah mulut. Cirri lobster air tawar betina adalah terdapatnya lubang bulat yang terdapat di dasar kaki ke-3. Berdasarkan ukuran capitnya, lobster jantan memiliki ukuran capit 2-3 kali lebar buku pertama (tangkai capit) dan lobster betina memiliki ukuran capit yang sama atau 1,5 kali buku pertama.

Dilihat dari ciri-ciri sekunder, warna lobster jantan lebih cerha jika dibandingkan dengan warna dasar tubuh lobster betina, dengan cataatn wadah dan perlakuan yang diberikan dalam pemeliharaannya sama. Jika perbandingan  ini dilakukan dalam lungkungan pemeliharaan yang berbeda, kecerahana dan tingkat ketajaman dari warna dasar itu akan berbeda pula. Warna pigmen dalam cangkang tubuh sangat dipengaruhi oleh warna air, jenis pakan, dan kandungan dasar pigmen yang dimiliki oleh tiap spesies ikan. Perbedaan jantan dan betina redclaw dapat dilihat dari warna ujung capitnya. Pada lobster jantan terdapat warna merah di ujung capitnya.

Selain Panduan budidaya lobster air tawar, anda juga bisa membaca artikel Cara Budidaya Udang Galah klik di sini.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


Sumber Gambar:  http://cilacap.olx.co.id/lobster-air-tawar-iid-154442453

Tonie - 10:53 PM

Sunday, November 17, 2013

Klasifikasi Lobster dan Anatomi Lobster

Sunday, November 17, 2013

Mengenal Klasifikasi dan Anatomi Lobster Air Tawar merupaka sesuatu yang cukup penting apabila kita ingin mengenal libih detain tentang jenis udang yang satu ini. Apalagi bagi Anda yang ingin mencoba budidaya lobster alangkah baiknya apabila sebelum melakukan budidaya Anda mengenal klasifikasi dan anatomi lobster tersebut terlebih dahulu.

Habitat asli lobster air tawar adalah danau, rawa-rawa dan daerah sungai yang banyak terdapat tempat berlindung. Lobster air tawar cenderung bersembunyi di celah-celah dan rongga-rongga, seperti dibebatuan, potongan pohon, dan diantara kar tanaman rawa-rawa. 

Di duga ada puluhan jenis lobster air tawar yang tersebar di perairan belahan bumi utara dan selatan. Berdasarkan daerah penyebaran tersebut, lobster air tawar dapat dibagi ke dalam 3 famili, yakni family astacidae dan cambaridae yang tersebar di belahan bumi utara, seperti Amerika dan Eropa, serta family parastacidae yang tersebar di belahan bumi selatan, seperti asia dan Australia. 

Di Indonesia, lobster air tawar berasal dari family parastacidae yang terdiri dari beberapa jenis, seperti Cherax albertisi, Cherax lorentzi, dan Cherax lorentzi auranus. Daerah asal dari jenis-jenis tersebut adalah pulau Papua. Di Australia, penyebarannya hampir di seluruh bagian Australia.

Lobster Air Tawar (Cherax sp.) termasuk jeis udang-udangan (Crustaceae). Seperti jenis udang lainnya, lobster air tawar memiliki cirri-ciri morfologi, seperti tubuh dibagi menjadi 2 bagian, yakni kepala(chepalothorax) dan badan (abdomen). 

klasifikasi lobster, morfologi lobster, budidaya lobster, lobster air tawar

Antara kepala bagian depan dan dan bagian belakang dikenal degan nama sefalothorax. Cangkang yang menutupi kepala berperan dalam melindungi organ tubuh, seperti  otak, insang, hati, dan lambung. Cangkang tersebut terbuat dari bahan zat tanduk atau kitin yang tebal yang merupakan nitrogen polisakarida ( C 6 H 13 0 5 N) yang disekresikan oleh kulit epiderimis yang yang akan mengeras dan mengelupas saat terjadi pergantian cangkang tubuh (molting).

Lobster air tawar merupakan spesies yang tidak memiliki tulang dalam (internal skeleton), tetapi seluruh permukaan tubuh dan organ luarnya terbungkus cangkang (external skeleton). Proses pembentukan cangkang membutuhkan bahan berupa kalsium dan terjadi setelah proses pergantian semua cangkang berlangsung secara sempurna.

Dilihat dari organ tubuh luar, lobster air tawar memiliki beberapa alat pelengkap sebagai berikut:

  • Sepasang antenna yang berperan sebagai perasa dan peraba terhadap pakan dan kondisi lingkungan.
  • Sepasang antanela yang berfungsi untuk mencium pakan, 1 mulut, dan sepasang capit (celiped) yang lebar dengan ukuran lebih panjang dibandingkan dengan ruas dasar capitnya.
  • Enam ruas badan (abdomen) agak memipih dengan lebar badan rata-rata hampir sama dengan lebar kepala.
  • Ekor. Satu ekor tengah (telson) memipih, sedikit lebar, dan dilengkapi duri-duri halus yang terletak disemua bagian tepi ekor, serta 2 pasang ekor samping (uropod)  yang memipih. 
  • Enam pasang kaki renang (pleopod) yang berperan dalam melakukan gerakan renang. Di samping sebagai alat untuk berenang, kaki renang pada induk betina yang sedang bertelur memiliki karakteristik memberikan gerakan dengan tujuan meningkatkan kandungan oksigen terlarut di sekitarnya, sehingga kebutuhan oksigen telur dan larva dapat terpenuhi. Kaki renang juga digunakakan untuk membersihkan telur atau larva dari tumpukan kotoran yang terendap.
  • Empat pasang kaki untuk berjalan (walking legs).
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 2:03 AM

Wednesday, November 13, 2013

Belut Sawah atau Sugili (Monopterus albus Zeuiew)

Wednesday, November 13, 2013

Nama belut di beberapa daerah memiliki sebutan yang berbeda, seperi welut, belut sawah, atau lindung (jawa dan sunda) dan sugile atau sugili (Manado).

belut sawah, sugili, ternak belut sawah, budidaya belut


Berdasarkan habitat aslinya, dikenal 3 jenis belut, yaitu belut rawa (synbranchus bengalensis Mc clell, belut kali atau laut (macrotema caligans Cant), dan belut sawah (monopterus albus).

Habitat asli belut menyebar di perairan tropis meliputi daerah perairan Asia, yakni dari India, Cina, jepang, Malaysia, hingga ke Indonesia. Pola makan belut bersifat predator nocturnal, yaitu pemangsa yang aktif pada malam hari.Di habitat aslinya, hewan ini memakan anak ikan, cacing, crustacean, dan hewan akuatik lain yang berukuran tidak terlalu besar.

Pada dasarnya, belut termasuk jenis ikan. Hal yang membedakan hanya pada habitatnya. Pasalnya, belut ini tidak hanya membutuhkan air sebagai media hidupnya, tetapi juga lumpur. Fungsinya untuk melindungi dari panas matahari, sekaligus memudahkannya untuk mencari mangsa.


Namun, sebenarnya belut memiliki sifat “pemalu” atau menghindar jika melihat kehadiran manusia. Terbukti, belut akan segera masuk ke dalam  sarang jika melihat sesuatu yang mencurigakan. Selain itu, belut juga peka terhadap cahaya dan getaran. Akibatnya, hewan ini lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam lubang atau sarang.

Lendir pada belut-yang membuat tubuhnya licin-berguna untuk menjaga kestabilan tubuhnya dari perubahan cuaca. Namun, perlu diingat, belut bukan termasuk hewan yang rakus dalam mengkonsumsi makanan, sehingga pertumbuhannya agak lambat. Hal ini disebabkan oleh bentuk pencernaannya yang tunggal memanjang, sehingga tidak bisa mencerna makanan dengan cepat.

Suhu yang sesuai bagi kehidupan belut berkisar 25-31°C. Pada musim kemarau-ketika habitat aslinya sulit air-belut akan menuju bagian tanah yang masih mengandung air. Tidak aneh jika musim kemarau tiba, belut dari hasil tangkapan alam akan sulit diperoleh. Karena itu, dengan membudidayakan belut dan menghasilkan bibit, diharapkan ketersediaan belut akan selalu ada tanpa mengenal musim.

Artikel lainnya (silahkan Klik):
Cara Budidaya Belut
Budidaya Ikan Bawal Pada Kolam Terpal
Budidaya Udang Galah


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 4:42 AM

Friday, November 8, 2013

Morfologi Ikan Nila

Friday, November 8, 2013

Ciri Morfologis dan Sistematika
Ikan Nila salah satu jenis ikan yang mudah untuk berkembang biak hampir disemua perairan. Ikan nila mengalami proses pemijahan hampir terjadi sepanjang tahun.

Morfologi Ikan Nila, Budidaya Ikan Nila, Ternak Ikan Nila, ikan nila


Maka tidak heran hampir di berbagai daerah di Indonesia banyak petani yang melakukan budidaya ikan nila, karena cukup mudah dari segi perawatannya.

Salah satu sistem yang sering dpakai para petani ikan nila ini yaitu sistem tambak, ini merupakan cara beternak ikan di tepi kali atau teluk yang diberi pagar, dan mrupakan bagian dari danau atau tampungan air. Pagar yang digunakan umumnya adalah pagar bambu.


Sistematika Ikan Nila
Kelas Pisces
Subkelas         Teleostei
Ordo Perchomorphi
Subordo         Percoidea
Famili Cichlidae
Genus Oreochromis
Spesies Oreochromis niloticus
Nama Sinonim Tilapia nilotica, dan Sarotherodon nilotinus
Nama Indonesia Nila
Jenis ikan nila biasa, nila merah (nirah), dan nila albino

Morfologis Ikan Nila
Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah bagian ventral atau perut. 

Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau. 

Letak mulut terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk (Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip dada. 

Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Tipe sisik adalah ctenoid atau sisik sisir. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. Rumus jari-jari sirip sebagai berikut: D XV-XVII 13;V.I.S.;P.15;A.III.10  dan C.18.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.



Sumber:
Buku: BUDIDAYA MUJAIR & NILA  Penerbit AZKA PRESS

Tonie - 11:26 PM

Klasifikasi Kelinci

Klasifikasi kelinci atau pengelompokkan makhluk hidup, khususnya pada dunia hewan pada prinsipnya memiliki tujuan Agar kita lebih mudah mempelajarinya, sebab dengan mengetahui kelompoknya kita dapat mengenal cirri-cirinya.

Kemudian tujuan lain dari klasifikasi ini supaya kita lebih mudah mengenal  salah satu jenis hewan atau beberapa hewan yang lain.

Untuk memudahkan pengklasifikasian, maka ada dasar pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup, apa saja, nah di bawah ini ada dasar utama pengklasifikasian.
  • Adanya persamaan yang dimiliki hewan antara hewan yang satu dengan yang lain, misalnya mereka memiliki persamaan, maka mereka akan dijadikan satu kelompok.
  • Adanya perbedaan yang dimiliki hewan yang menyebabkan mereka masuk pada kelompok yang berbeda.

Namun dalam tingkat pengelompokkan antar dunia hewan dan dunia tumbuhan ada sedikit perbedaan, yang terletak pada nama tingkat pengelompokkan yang tertinggi, yaitu:
  • Untuk dunia hewan tingkat pengelompokkan yang tertinggi adalah filum
  • Untuk dunia tumbuhan tingkat pengelompokan yang tertinggi adalah divsio.
Klasifikasi Kelinci, Klasifikasi Hewan Kelinci, Klasifikasi Ilmiah Kelinci

Sedangkan persamaannya adalah terletak pada nama tingkat pengelompokan yang lain.
Urutan tingkat pengelompokan pada dunia tumbuhan dan hewan adalah sebagai berikut:

Dunia hewan Dunia Tumbuhan
Phylum Divisio
Class Class
Ordo/bangsa Ordo/bangsa
Famili/suku Famili/suku
Genus/marga genus/marga
Spesies/jenis Spesies/jenis

Pada kesempatan ini akan kia bahas klasifikasi atau pengelompokkan untuk dunia hewan, sesuai dengan judul postingan di blog ini yaitu klasifikasi kelinci.

Dunia hewan terdiri dari dua kelompok besar yang didasarkan pada atau tidaknya tulang belakang atau vertebrae yaitu:

Hewan tidak bertulng belakang/ Avertebrata
Kelompok hewan yang tidak bertulang belakang terdiri dari 7 phylum, yaitu:
  • Protozoa/hewan bersel satu, contohnya bakteri dan amoeba.
  • Porifera /hewan berpori, contohnya spons.
  • Coelentarata/hewan berongga, contohnya hydra, ubur-ubur.
  • Molusca /hewan lunak, contohnya kerang, siput.
  • Echinodermata/hewan berkulit duri, contohnya bintang laut, landak laut
  • Vermes /hewan cacing, contohnya cacing pita, lintah, pacet.
  • Arthropoda /hewan berbuku-buku/ beruas, contohnya serangga, labah-kabah, udang-udanganndan lipan.

Hewan bertulng belakang/vertebrata
Kelompok hewan yang termasuk dalam vertebrata adalah sebagai berikut:
  • Pisces/ikan
  • Amphibia/katak
  • Reptilia/melata
  • Aves/burung
  • Mamalia/menyusui

Untuk klasifikasi/pengelompokkan kelinci jawa adalah sebagai berikut:
  • Phylum Vertebrata
  • Kelas Mamalia
  • Ordo/bangsa Lagomorpha
  • Familia/suku Leporidae
  • Genus/marga Lepus
  • Spesies/jenis lepus negricollis

Untuk familia atau bangsa kelinci atau suku dari kelinci tersebut masih memiliki beberapa genus/marga, antara lain:

Familia/suku leporidae memiliki 2 genus/marga yaitu:
  • Genus/marga Lepus
  • Genus/marga nesolagus

Familia/suku bekatonidae memiliki 1 marga/genus: 
  • oryctolopus

Sedangkan untuk spesies/jenis kelinci masih meiliki beberapa variasi yang merupakan hasil persilangan antara beberapa genus.

Untuk mengetahui apakah kelinci itu satu spesies satu jenis, kita dapat melakukan pengamatan jika 2 macam kelinci kita kawinkan dan menghasilkan keturunan yang fertile/yang subur, maka berarti kedua kelinci tersebut masih dalam 1 species/1 jenis.

Namun, jika ternyata keturunan yang dihasilkan steril/mandul, berarti kedua kelinci tadi bukan 1 species/1 jenis.

Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya kelici klik disini.

Artikel Sebelumnnya:

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku: "Beternak Kelinci dan MAnfaatnya"  Penerbit JP Books
http://www.nakisfeeds.com/products/rabbitfeeds.php

Tonie - 4:27 PM

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Secara sistematika, ikan patin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Ordo : Ostariophysi
Sub-Ordo  : Siluroidea
Famili : Pangasidae
Genus : pangasius
Spesies : Pabgasius pangasius Ham, Buch
Nama inggris : Catfish
Nama local : Ikan patin

Ciri Morfologis
  • Memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan.
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 120 cm atau lebih
  • Kepala patin relatf kecil dengan mulut terletak diujung kepal agak disebelah bawah.
  • Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sbg peraba.
  • Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang bergigi.
  • Ikan patin tidak memiliki sisik
  • Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak.
  • Sirip perutnya memiliki enam jari-jari lunak.
  • Sirip dada memiliki 12-13 jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagai patil.

Secara alamiah, perkembangbiakkan ikan patin berlangsung mulai dari telur, menetas menjadi nurayak (ukuran dibawah 1 cm), lalu menjadi kebul ( ukuran 1-3 cm) dan putihan (3-5 cm). 

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Ikan Patin melewati enam fae kehidupan, yaitu telur ( jangka waktu 28 jam), larva ( 1-2 hari), benih, konsumsi, calon induk, dan induk. 

Kematangan gonad pertama kali terjadi pada saat ikan betina berumur 3 tahun dan jantannya berumur 1-2 tahun. Sifatnya yang bergerombol, tampaknya berpengaruh terhadap kematangan gonad. Proses perkawinan ikan, lazim disebut sebagai pemijahan. 

Istilah ini, sebenarnya merupakan frase khusus pada sub sector perikanan. Sebab proses meyatunya sperma dan sel telur pada ikan, terjadi di luar tubuh. Artinya , induk betina yang sudah matang telur  akan mengeluarkan telur-telur tersebut, bersamaan dengan itu induk jantan akan  mengeluarkan spermanya. 

Seekor ikan betina dewasa dapat menghasilkan rata-rata 4500-12500 butir telur/kilogram berat badannya. Pertemuan antara sel telur dengan sperma itu terjadi di air. Pola perkawinan yang sangat khusus ini telah memungkinkan adanya pemijahan buatan. 

Induk-induk betina yang telah matang telur diurut hingga  seluruh telur keluar, lalu di dalam wadah telur tersebut dicampur dengan sperma dan selanjutnya dimasukkan ke dalam akuarium untuk ditetaskan.

Kandunagn Gizi Pada Ikan Patin
Ikan patin kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh, ternyata juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. 

Selain rasanya yang enak, nilai protein daging patin juga tergolong tinggi, mencapai 68,6 %. Kandungan gizi lainnya adalah lemak 5,8%, abu, 5%, dan air 59,3 %. 

Berat ikan setelah disiangi sebesar 79,7% dari berat awalnya, sedangkan fillet yang diperoleh dari bobot ikan seberat 1-2 kg mencapai 61,7 %.

Kandungan zat gizi yang terdapat pada ikan patin segar dan manfaatnya antara lain:
  • Omega 3, untuk proses perkembangan otak pada janin dan penting untuk perkembangan fungsi syarat dan penglihatan bayi.
  • Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah dicerna
  • Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita.
  • Vitamin A dalam minyak hati untuk ikan untuk mencegah kebutaan pada anak.
  • Vitamin D dalam daging dan minyak hati ikan untuk pertumbuhan dan kekutan tulang.
  • Vitamin B6, membantu metabolisme  asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf.
  • Vitamin B12, untuk pembentukkan sel darah merah, membantu metabolism lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.
  • Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh.
  • Yodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok, hambatan pertumbuhan anak.
  • Selenium untuk membantu metabolism tubuh dan sebagian antimoksidan yang melindungi tubuh dan radikal bebas.
  • Seng yang membantu kerja enzim dan hormone
  • Fluor yang berperan dalam menguatkan dan meyehatkan gigi anak.
Kandungan ikan patin akan lebih optimal jika dalam bentuk daging ikan segar sehingga kandungan gizi dalam ikan tetap untuk mendapatkan kandungan ikan yang kaya akan manfaat.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber:
Buku: Jurus Tepat Budi Daya IKAN PATIN  Penerbita: Pustak Baru Press

Tonie - 7:17 AM

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Kakap

Ikan kakap di Indonesia sangat banyak. Namun, dari sekian banyak ikan kakap itu, ada tiga suku yang dikenal, yaitu Lutjanidae, Labotidae, dan  Centropomidae.

Ternyata, ketiga suku kakap tersebut hidup pada habitat yang berbeda. Suku Lutjanidae hanya hidup dan berkembang biak di laut, suku Labotidae hidup di laut dan diperairan payau, sedangkan suku Centropomidae habitatnya sangat luas, yaitu di laut, payau, dan air tawar.

Ikan kakap suku Centropomidaelah yang dapat dibudidayakan saat ini, salah satunya adalah Lates calcarifer. Ikan kakap dari suku Labotidae, seperti Labotes surinamensis, walaupun hidup di perairan payau dan tambak, namun belum diusahakan secara  komersial (budidaya). Ikan ini lebih dikenal sebagai ikan liar di dalam tambak.

morfologi ikan kakap, Klasifikasi ikan kakap


Untuk lebih jelasnya, berikut ini klasifikasi ketiga suku dari kakap tersebut, yaitu:

1) Kakap laut
  • Filum : Chordata
  • Klas  :  Pisces
  • Ordo :  Percomorphi
  • Famili : Lutjanidae
  • Genus : Lutjanus
  • Spesies : Lutjanus argecimaculatus, L johnii, L erythoptersus, L. fulviflamma, L. biguttatus, L. decussates, L. quinquelineatus.


2) Kakap laut- payau
  • Filum : Chordata
  • Klas  : Pisces
  • Ordo : Percomorphi
  • Famili :  Labotidae
  • Genus : Labotes
  • Species : Labotes surinamensis

3) Kakap laut- payau-tawar
  • Filum : Chordata
  • Klas  :  Pisces
  • Ordo : Percomorphi
  • Famili : Centropomidae
  • Genus :  Lates
  • Species : Lates calcarifer
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku: Budi Daya Ikan Kakap.  Penerbit: JP Books


Tonie - 7:00 AM

Thursday, November 7, 2013

Jenis Jenis Burung Parkit

Thursday, November 7, 2013

Dari hasil perkembangannya jenis jenis burung parkit, sekarang ini secara garis besar dikenal ada dua jenis burung parkit, yaitu parkit liar dan parkit hasil budidaya.
Jenis jenis burung parkit, jenis jenis parkit

Untuk jenis parkit liar masih tetap memiliki warna dasar hijau, sedangkan parkit budidaya karena sudah sering dilakukan kawin silang maka sekarang ini sudah dihasilkan sekitar 50 dasar warna bulu dengan keindahannya masing-masing.

Antara parkit liar dan parkit budidaya memiliki bentuk fisik dan warna bulu yang berbeda. Parkit liar berkembang di hutan-hutan bebas dimana mereka tinggal. 


Tetapi parkit budidaya berkembang dalam kandang-kandang peternakan. Warna bulunya bermacam-macam serta memiliki bentuk fisik yang lebih kekar dibanding parkit liar.

Perubahan-perubahan yang terjadi dari hasil perkembangan  yang dilakukan oleh para ahli, warna bulu yang tadinya hanya berkembang karena proses alam, kini telah dapat diencanakan sesuai dengan keinginan, sehingga tidak mengherankan bila hasil dari pengembangan tersebut diperoleh wara bulu seperti yang dialami oleh burung parkit ini sama sekali belum pernah terjadi pada jenis burung lain.

Perpindahan warna bulu yang pertama kali adalah warna kuning, yaitu dengan munculnya warna kuning polos tanpa adanya titik-titik warna hitam. Selanjutnya muncul parkit warna biru. Kalau kita mau menyelidiki, pengembangan  warna kuning sebenarnya merupakan pemucatan dari warna asli (hijau), sedangkan  warna biru merupakan penguatan dari warna hijau.

Kemudian warna bulu parkit yang menyimpang dari warna dari warna aslinya menyebabkan warna bulu parkit dibedakan menjadi empat macam, yaitu hijau, kuning, biru, dan putih. 

Dengan modal empat jenis warna tersebut dan setelah dilaksanakan kawin silang antara satu  dengan yang lainnya, maka diperoleh berbagai warna yang pada hakikatnya mengarah pada penguatan warna dasar atau justru melemahkan warna dasar. 

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan berdasarkan perkawinan  silang ke empat warna dasar itu, akhirnya diperoleh warna-warna dasar sebagai berikut:

  • Warna  dasar hijau menghasilkan hijau tua, hijau normal (asli) dan hijau muda.
  • Warna kuning menghasilkan kuning tua, kuning asli, dan kuning muda.
  • Warna biru menghasilkan biru tua, biru muda, dam biru asli
  • Warna putih menghasilkan putih mulus, putih kekuningan, dan putih kebiruan.

Tingkat perkembangan selanjutnya yang diperoleh sehingga menghasilkan beraneka warna serta corak yang berwarna-warni adalah hasil persilangan antara kedua belas warna itu.

Dari berbagai warna itu pula kemudian orang menjadikan dua kelompok secara besar, yaitu parkit berwana hitam dan berwarna merah.  Parkit berwarna hitam adalah yang memiliki warna-warna bersisik hitam. 

Sedangkan parkit mata merah adalah parkit yang memiliki warna bulu polos seperti kuning, putih, dan variasinya. Hal tersebut tentunya bisa dimakllumi bahwa pola warna yang dihasilkan erat kaitannya dengan kuat-tidaknya pigmen yang dimiliki oleh burung parkit yang bersangkutan.

Kemajuan dalam mencipatkan warna dapat dikatakan sangat pesat, sehingga dari perkembangan yang terus berlangsung, muncul  warna  dan corak baru yang tentunya lebih menarik dan lebih memiliki ciri khas tersendiri, diantaranya adalah:

  • Warna belang-belang, yaitu bulu warna yang beraneka corak, ada biru, ungu, putih, hijau, kuning dan segala macam variasinya.
  • Warna hitam. Ini termasuk parkit yang memiliki warna bulu agak unik. Dikatakan demikian karena bagian dada berwarna hitam sedangkan kepala berwarna putih.
  • Warna hijau dengan corak kuning dan hiajua polos.
  • Warna violet dengan corak warna putih dan violet.
  • Parkit bermasker. Disebut demikian karena kepala bagian depan berwarna kuning cerah, lalu pipi, tenggorokan, dan dagu berwarna kuning campuran, sedangkan  bagian lainnya berwarna lain.
Anda juga dapat membaca artikel cara menjinakan burung parkit klik di sini

Cara merawat lovebird siap lomba
Cara merawat anis merah yang benar
Cara ternak anis kembang

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


Sumber Buku: "PENANGKARAN BURUNG PARKIT" Penerbit: CV. Aneka Solo


Tonie - 6:09 AM

Kolam Ikan Koi dan Cara Membuatnya

Ikan koi salah satu ikan yang cukup banyak peminatnya diantara ikan hias yang lainnya. Salah satu daya tarik dari ikan koi ini yaitu dari bentuk dan warna tubuhnya yang sangat indah. Tetapi, untuk memlihara atau merawat ikan koi kita harus memahami terlebih dahulu karakter ikan ini, supaya ikan koi yang kita pelihara akan tampil prima dan kita akan senang melihatnya.

Kolam ikan koi, cara membuat kolam ikan koi, cara merawat kolam ikan koi, kolam ikan koi minimalis

Salah satu hal terpenting dalam perawatan ikan koi yaitu faktor tempat. Salah satu tempat ikan koi yang baik yaitu kolam, tetapi kolam ikan koi yang baik harus memenuhi “keinginan” ikan koi tersebut, dalam artian kita harus mengetahui kebiasaan hidup ikan koi tersebut apabila berada di dalam kolam.

Dengan mengetahui “keinginan” ikan koi tersebut, maka secara otomatis kehidupan ikan koi di dalam kolam yang kita sediakan akan berlangsung baik, dan ikan pun akan berkembang dengan baik pula.
Ada beberapa tahapan atau hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam ikan koi, diantaranya:

Penyinaran Matahari pada Kolam Ikan Koi
Ikan koi akan terlihat indah apabila ikan tersebut terkena sinar matahari, maksudnya ikan  koi akan tumbuh sempurna dan memiliki warna yang mencolok apabila kolam yang didiami terkena sinar matahari.

Dalam sehari setidaknya koi membutuhkan sinar matahari langsung selama 3 jam terutama bagi jenis koi hikari yang memiliki sisik mengkilap, apabila kekurangan sinar matahari warna sisik yang mengkilap akan memudar.

Selain kurang maksimal pada warna ikan, kekurangan sinar matahari akan mengundang berbagai penyakit.

Dan perlu diketahui bahwa sinar matahari yang menyinari kolam dapat mendorong berkembangnya ganggang spirulina, apabila ganggang tersebut dimakan ikan, hal itu akan menambah kualitas warna ikan koi.


Kolam Untuk Ikan Koi
Bentuk kolam untuk ikan koi tidak begitu bermasalah, yang terpenting kolam yang akan di pakai ikan koi harus memiliki dasar dan dinding yang halus dan bagian sudut kolam harus tumpul, hal ini untuk menghindari supaya ikan koi tidak terluka. Karena salah satu kebiasaan ikan koi adalah suka menggesekan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam.

Kualitas Air Kolam Koi
Air untuk kolam ikan koi harus yang bersih dan sehat, untuk menjaga kualitas air agar tetap sehat dan bersih, kita bisa memasang filter untuk membantu menjernihkan air. Selain filter di kolam koi juga bisa ditambah aerator untuk menyuburkan air ditengah kolam.

Semburan air yang keluar akan menimbulakan gelembung-gelembung udara yang dapat mengahasilkan oksigen bagi ikan.

Aerator bisa membuat arus pada air kolam sehingga ikan koi akan sering bergerak dan membuat tubuh ikan semakin sehat.

Untuk menjaga ikan koi tetap sehat sebaiknya tambahkan PSB-bio healthy dan refresh. PSB berfungsi untuk meningkatkan amonia sehingga air tetap jernih, dan pemberian suplemen tersebut sebaiknya diberikan pada sore hari.

Sementara refresh berisi mineral yang biasa terdapat dalam lumpur, karena dasar kolam terbuat dari bahan semen, maka obat ini sangat baik untuk diberikan, dan bisa diberikan sebulan sekali dengan dosis 180g untuk setiap 10 ton air. Untuk memasukkan obat tersebut dilarutkan terlebih dahulu dalam satu ember air.

Itulah sekilas bagai mana cara menyiapkan kolam untuk ikan koi, perawatan ikan yang baik akan berdapak pada kualitas ikan tersebut. Anda juga dapat membaca artikel-artikel sebelumnnya yang membahas seputar ikan hias diantaranya (untuk membacanya tinggal klik saja):

Cara Merawat Ikan Arwana Super Red
Cara Merawat dan Memelihara Ikan Koi
Cara Merawat Ikan Koki
Cara Merawat Ikan Louhan

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 5:29 AM

Wednesday, November 6, 2013

Budidaya Ikan Gabus Sistem Longyam

Wednesday, November 6, 2013

Budidaya Ikan Gabus Sistem Longyam bisa dilakukan pada proses budidaya ikan gabus, yakni mengelola ternak ayam yang dikandangkan di atas kolam ikan gabus. Kalau kita ingin memanfaatkan kotoran ayam sebagai pakan ikan gabus sistem ini cukup epektif.

Banyak para petani ikan di Indonesia yang memakai sistem ini, karena dengan sistem seperti itu budidaya ikan apapun bisa kita lakukan tidak hanya ikan gabus.

Namun apabila kita melihat dari segi sisi ekonomi hal ini bisa sangat berpotensi untuk meningkatkan penghasilan, hasil dari budidaya ikan gabus dan ternak ayam.

budidaya ikan gabus, budidaya ikan gabus sistem longyam, ternak ikan gabus, ikan gabus

Kelebihan budidaya ikan gabus system longyam adalah:
  • Menghemat lahan
  • Pakan ayam yang jatuh bisa dimanfaatkan untuk ikan gabus
  • Kotoran ayam dapat dibuang langsung ke kolam ikan. Dengan  demikian, kandang relative bersih dan kolam terpupuk secara otomatis.
  • Pengawasan ikan dan ayam bisa dilakukan secara serentak.
  • Ayam yang mati dapat dibuang lengsung ke kolam dan menjadi pakan ikan gabus.

Membuat kolam
Kolam pembesaran ikan dibuat dalam bentuk persegi empat. Masing-masing sisinya disemen. Tetapi, dasar kolam tetap terbuat dari tanah. Agar tidak terjadi kelembaban pada kandang ayam, sebaiknya tinggi kandang ayam sekitar 1 meter di atas permukaan kolam.

Tahap-tahap dalam pembuatan kolam meliputi:
pengolahan tanah dasar, pengeringan, dan pengapuan. Dosis pengapuran dilakukan sebagaimana pada kolam biasa.

Menebarkan benih
Sama halnya denagn system lain, padat penebaran benih ikan gabus berkisar antara 75 ekor/m³. Bobot benih kira-kira 80 gram. Lama pemeliharaan ikan gabus untuk ukuran konsumsi kira-kira 6 bulan. Dalam 6 bulan, ikan akan tumbuh dengan bobot kira-kira 700 gram per ekor.
Jika telah mencapai ukuran tersebut, ikan dapat dipanen atau dijadikan induk untuk mengembangbiakkan keturunan.

Semoga aertikel singkat ini dapat menambah inpirasi bagi anda yang akan memulai budidaya ikan gabus, anda juga dapat membaca artikel lainnya diantaranya: (untuk membacanya tinggal klik saja yaa...,)

Budidaya Ikan Gabus Tahap Pemijahan
Cara Budidaya Ikan Gabus Dengan Sistem Sekat
Budidaya Belut dengan Lahan Seadanya
Budidaya Ikan Bawal dengan Kolam Terpal

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku "PETUNJUK PRAKTIS MEMELIHARA GABUS" Penerbit NUANSA

Tonie - 10:37 PM

Ternak Ikan Gabus Dengan Sisitem Sekat

Ternak Ikan Gabus dengan sistem sekat banyak dilakukan di wilayah yang terdapat banyak rawa atau sungai. Biasanya pemeliharaan gabus dengan sistem sekat ini biasanya dilakukan didekat rumah atau disekitar lingkungan yang mudah diakses untuk menjaga keamanan.

Di beberapa daerah yang berawa, banyak rumah penduduk yang berdiri diatas rawa atau dipinggiran sungai,
biasanya mereka memanfaatkan lahan tersebut dengan  membuat sekat-sekat untuk ikan, untuk mengetahui lebih jelas tentang proses budidaya ikan gabus sistem sekat ini dibawah ini ada penjelasannya.

Cara Membuat Sekat
Sekat untuk ikan gabus harus dibuat secara kuat dan kokh karena ikan gabus tergolong besar dan kuat. Jika sekat tidak kuat, ikan akan mampu menerobos, lepas, dan meloloskan diri. Untuk itu, sekat harus ditanam cukup dalam di dasar perairan mengingat ikan gabus sering membuat lubang di dasar.

Teranak ikan gabus, budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus sistem sekat, cara ternak ikan gabus

Sekat biasanya berbentuk pagar. Bahan yang digunakan berasal dari bamboo. Jarak antar bilah-bilah bamboo sebagai pagar tidak lebih dari 2 cm.

Untuk membuat sekat tidak memerlukan biaya yang besar kaena hanya berbentuk pagar sederhana. Tetapi, ada sedikit kelemahan dalam membudidayakan ikan gabus dalam sekat, yaitu sukar mencari tempat yang cocok berupa cekungan. Selain itu, lokasi yang terlalu keras agak menyulitkan peternak untuk memanen ikannya.

Menebar Benih
Penebaran benih untuk system sekat disesuaikan dengan kondisi perairan dan luas areal yang dipagar. Percobaan penebarn dapat dilakukan hingga mencapai 75 ekor untuk benih yang berbobot 80 gram, tetapi bisa ditambah lagi jika ikan yang ada tidak mengalami mabuk atau stress.

Memberi Pakan
Pemeliharaan ikan system sekat tidak memerlukan pakan yang banyak, karena ikan hidup di alam bebas sehingga akan selalu ada pakan alami yang bisa disantap ikan. 

Namun, untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhannya, ikan perlu diberi pakan tambahan berupa pellet. Frekuensi pemberian pakan untuk system ini tidak berbeda dengan budidaya ikan gabus dengan system lain.

Mengontrol Ikan
Meskipun agak sulit dilakukan, pengontrolan terhadap ikan harus tetap dilakukan. Tidak banyak yang bisa kita lakukan jika ikan terserang hama dan penyakit. Tetapi kemungkinan serangan hama dan penyakit sangat kecil. 

Yang jelas, selam kondisi sekat cukup kuat dan kokoh, maka kemungkinan besar ikan gabus bisa terhindar dari seranagn hama dan penyakit.

Memanen Ikan
Pemanenan dilakukan setelah ikan mencapai ukuran yang dikehendaki. Penagkapan ikan bisa dilakukan dengan serok maupun jala.

Selain Artikel di atas anda juga dapat membaca artikel lainnya (untuk membaca klik saja) seperti:

Cara Budidaya Ikan Patin
Cara Ternak Bawal Di Kolam Terpal
Budidaya Gabus Tahap Pemijahan
Cara Budidaya Belut
Cara Budidaya Ikan Nila

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku "PETUNJUK PRAKTIS MEMELIHARA GABUS" Penerbit NUANSA
Sumber gambar http://www.antarafoto.com/bisnis/v1368597301/pemanfaatan-sungai

Tonie - 3:32 PM

Budidaya Ikan Gabus Tahap Pemijahan

Ikan gabus  salah satu  jenis ikan yang tahan terhadap kualitas air yang kurang bagus, sama hal nya seperti ikan lele. Namun untuk media budidaya ikan gabus tahap pemijahan ini sebaiknya kita menyediakan air dan tempat yang memenuhi syarat berkembangbiaknya ikan gabus.

Hal-hal atau Syarat-syarat yang harus diperhatikan pada tahap pemijahan ikan gabus

  • Dataran rendah yang memiliki pH airnya netral atau agak alkalius (pH rendah), yaitu antara 7-7,59.
  • Tempat yang memiliki ketinggian kurang dari 800 meter dari permukaan air laut.
  • Suhu tempat optimum airnya antara 28-31°C
  • Air pada kolam harus tenang, pemasukkan air pada kolam yang diperlukan untuk mengganti air yang meresap dan menguap.
  • Berikan tumbuh-tumbuhan air yang mengapung, untuk menyimpan telut-telurnya.
  • Kolam ketinggian terlebih dahulu dan diberi pupuk secukupnya
  • Setelah dipupuk baru aliri air, dan air pada kolam memiliki ketinggian 50-75 cm.
  • Sedangkan kedalaman kolam pemijahan 70-100 cm dan harus berair tenang.

Budidaya ikan gabus tahap pemijahan, ikan gabus, cara budidaya  ikan gabus, budidaya gabus


Menyiapkan Induk Ikan Gabus

Calon induk yang mulai dewasa sebaiknya diperlihara dalam sangkar kayu berukuran 3 x 1,5 x 2 meter, dilengkapi dengan roket dan drum sebagai pelampung berukuran 1,5-2,0 kg. Adapun padat tebar induk dengan sangkar ukuran tersebut adalah 5 ekor per meter.


Komposisi Pakan untuk Ikan Gabus

  • Tepung ikan    35%
  • Dedak halus    30%
  • Menir               25%
  • Tepung kedelai 10%
  • Vitamineral     0,5%

Pemberian pakan dilakukan 5 hari dalam seminggu dan setiap pemberian pakan sebanyak 5%, yakni pagi 2,5% sore 2,5%, dari bobot ikan yang dipelihara.

Setelah indukan ikan gabus dimasukkan ke dalam kolam, gabus jantan akan membuat sarang selama 1-2 hari, sarang tersebut berupa potongan-potongan tanaman air. Maka itu menyediakan sarang itu diberikan tanaman air yang mengapung ( eceng gondok atau persicilata) pada bagian pasok kolam.

Proses Pemijahan

Setelah sarang siap, ikan jantan biasanya melakukan maneuver untuk memikat iakn betina. Jika telah ada betina yang terpikat, maka dua sejoli ini akan berkejaran, lalu berdampingan di bawah sarang, pemijahan terjadi di bawah sarang.

Induk betina lalu bertelur. Telur yang telah dibuahi ditempelkan pada tumbuhan air dan dijaga oleh induk jantan. Hal ini dimaksudkan agar telur selamat dari gangguan ikan lain yang bersifat predator. Diameter telur yang terbuahi kira-kira 1,25-1,55 milimeter.

Seekor induk ikan (tergantung besarnya) bisa menghasilkan ratusan butir telur. Biasanya, telur akan menetas setelah 2-3 hari dari waktu pembuahan/pemijahan. Namun, biasanya telur yang berhasil menetas hanya setengahnya saja.

Kantong kuning telurnya akan habis setelah 4 hari kemudian. Karena telur dan larvanya yang baru menetas bersifat mengapung, sebaiknay diberi naungan atau pelindung agar terhindar dari tetesan air hujan ataupun sinar matahari secara langsung.

Pemijahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Pada musim penghujan, telur atau benih banyak yang mati karena jatuh ke dasar kolam akibat teetsan air hujan. Air hujan dapat merusak sarang atau mengenai larva yang baru menetas.

Namun, jika pemijahan tetap akan dilakukan pada musim penghujan, sebaiknya tempat pemijahan diberi tutup peneduh agar air hujan tidak langsung jatuh pada sarang. Selain itu, tutup juga bisa berfungsi melindungi benih dari sinar matahari langsung.

Larva gabus yang baru lahir tidak memakan pakan. Hal ini disebabkan karena ikan-ikan tersebut masih memiliki cadangan makanan. Baru setelah empat hari, larva akan memakan protozoa dan ganggang yang ada dikolam.

Artik lain yang berhubungan dengan budidaya ikan diantaranya:

Budidaya Ikan Gabus Sistem Longyam
Budidaya Udang Galah
Budidaya Ikan Louhan
Budidaya Ikan Patin

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


Sumber Buku "PETUNJUK PRAKTIS MEMELIHARA GABUS" Penerbit NUANSA
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus

Tonie - 4:48 AM