;

Thursday, December 19, 2013

Pakan Alami Ikan Cupang

Thursday, December 19, 2013

Bagi para pecinta ikan cupang, memiliki ikan yang berpenampilan prima adalah sesuatu kepuasa yang tidak bisa digantikan dengan materi, maka tidak heran apabila para hobiis ikan cupang sangat mengutamakan ikan kesayangannya dari segi pakan.

ikan cupang, makanan ikan cupang, Pakan Alami ikan cupang, Pakan Alami ikan hias, ikan hias, pakan ikan

Ikan cupang yang memiliki tubuh prima tidak lepas dari asupan gizi seimbang yang deberikan melalui makanan yang diberikannya.

Bagi para hobiis ikan cupang hias pemberian pakan alami adalah sesuatu hal yang mesti dilakukan. Bagi Anda hobiis ikan cupang yang belum mengetahui apa saja pakan alami ikan cupang di bawah ini ada penjelasan khasiat pakan alami untuk ikan cupang.

Cuk atau jentik nyamuk pada daerah beriklim tropis seperti Indonesia, berkembang dengan  subur. Tentu saja  hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi hobiis dan peternak cupang hias sebab jentik nyamuk merupakan makanan utama ikan ini. Jentuk nyamuk banyak disinyalir  mampu membangkitkan tenaga dan mencemerlangkan warna cupang hias. Pemberian yang tertur sesuai dengan kebutuhan cupang hias membuat tubuh ikan tampil lebih adetis dan proporsional.

Untuk menjamin higienitasnya, sebelum diberikan jentik nyamuk tersebut harus dibersihkan dengan menggunakkan antibiotic tetrametril para amino trifenil misalnya Gold  100 atau blitzicth. Dosis yang digunakkan sebanyak satu tetes untuk 6-8 liter air bersih. 

Usaha ini akan membuat jentik nyamuk terbebas dan kotoran, terutama belatung kecil yang sering bercampur dengannya. Belatung kecil berwarna hiram abu-abu ini mempunyai cangkang yang keras sehingga bila termakan oleh cupang hias akan sulit dicerna. Akibatnya perut ikan cupang ikan akan menjadi busung, sulit mengempis dan akhirnya mati.

Kutu air, sebenarnya yang selama ini dikenal sebagai kutu air bukanlah kutu, tetapi udang renik Ciadocera. Di antara sekian banyak udang renik tersebut yang sering dijumpai di kolam atau perairan tergenang adalah Moina dan Daphnia sp. Moina berukuran antara 0,8-1,5 mm, berwarna putih kehijauan sedikit kemerahan, dan banyak dijumpai saat musim penghujan. 

Daphnia sp.berukuran sedikit lebih besar yaitu 0,9-3,0 mm, berwarna merah, dan banyak dijumpai saat musim kemarau. Kutu air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sirip-sirip cupang hias, yaitu mampu membuatnya tumbuh lebar dan panjang. Namun, harus diingat, jangan memberikan kutu air hitam atau cyccllops para burayak cupang hias sebeb dapat mengakibatkan kematian.

Sebelum diberikan, kutu air yang diambil dan air kotor harus disaring terlebih dahulu agar higienitasnya terjamin. Setelah di saring pun sebaiknya kutu air tersebut tidak langsung diberikan, tetapi dibiarkan terlebih dulu untuk beberapa lama dalam baskom berisi air bersih. 

Letakkan pula daun pisang kering diatas permukaan air tersebut, artinya tak layak pakai dan sebaiknya dibuang bersamaan dengan penggantian daun pisang kering tersebut. Penggantian daun kering dapat dilakukan setiap tiga jam sekali sehingga kutu air yang dibenihkan senantiasa terjamin kebersihan dan kualitasnya.

Cacing sutera atau Tubex sp, atau sering juga disebut cacing rambut ini merupakan pakan yang sangat akrab dengan kehidupan ikan hias, demikian pula cupang hias.cacing ini hidup di dasar perairan yang banyak mengandung bahan organik,misalnya di sungai atau comberan. Sepintas lalu, sosok cacing ini mirip benang kusut berwarna merah. 

Ujung tubuhnya yang bebas melambai-lambai, meliuk-liuk seperti gerakan penari jaipong. Sebagai pakan yang diberikan  kepada cupang hias, cacing sutera terkenal mampu memacu pertumbuhan burayak cupang hias. Namun, untuk cupang hias yang siap bertelur, cacing sutera sebaiknya tidak diberikan sebab kandungan lemaknya menyumbat saluran telur sehingga menghambat proses kematangan kelamin cupang hias, khususnya si betina yang tak mampu mengeluarkan telur.

Sebelun digunakkan sebaiknya cacing sutera tersebut dibersihkan terlebih dahulu agar bibit-bibit penyakit yang mungkin terbawa bersamanya tidak ikut termakan oleh cupang hias. Caranya dengan menyaringnya berkali-kali dengan serok sehingga semua kotoran dapat terlepas dan gumpalan cacing. Setelah itu, tempatkanlah gumpalan-gumpalan cacing ini dalam baskom berisi air bersih. Jangan lupa untuk menutupnya serapat mungkin selama kurang lebih tiga jam sebelum diberikan kepada cupang hias.

Infusoria, Pakan alami ini merupakan jasad renik yang sangat  kecil, berukuran 0,04-0,10 mm, sehingga tidak dapat terlihat oleh mata telanjang. Karena itu sangat cocok diberikan kepada burajak yang baru menetas ketika cadangan makanan yang berasal dari kuning telurnya habis.

Warnanya putih, karenanya sering juga disebut kutu air putih. I lab litany di genangan air yang memiliki pH rendah, hidup bergerombol, dan banyak dijumpai pada musim kemarau. Infusoria mampu tumbuh dan berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang sedang tercemar dan mengalami proses pembongkaran sisa bahan organic. Makanan mereka berupa bakteri, ganggang renik, ragi, detritu yang halus, dan protozoa yang lebih kecil.

Artikel Tentang Seputar Ikan (silahkan Klik):
Cara memelihara ikan louhan
Cara merawat ikan koki
Tips dan cara merawat akuarium
Budidaya jentik nyamuk
Budidaya artemia

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber : Budi Daya Ikan Cupang, Ganeca Exact

Tonie - 10:52 PM

Cara Menjinakkan Burung Parkit

Burung parkit memiliki beberapa kelebihan disbanding burung-burung yang lain. Salah satu kelebihan itu  bisa kita lihat pada burung parkit yang sudah jinak. 

Burung parkit, Cara menjinakan burung parkit, Cara menjinakan parkit


Burung parkit yang sudah jinak dan terlatih akan bersahabat dengan sang pemilik, iya karena burung ini dapat kita ajak bermain walaupun di dalam kandangnya dan tidak menutup kemungkinan apabila burung tersebut sudah benar-benar jinak dan bersahabat kita bisa ajak bermain diluar kandang.

Cara menjinakkan burung parkit memang membutuhkan cara dan proses yang cukup lama dan bertahap, untuk lebih jelasnya kita bisa lihat di bawah ini langkah-langkahnya:

  • Pada minggu pertama ketika kita baru saja membeli burung parkit.  Janganlah membuat gerakan-gerakan yang dapat mengejutkan atau membuat parkit takut.
  • Jangan terlalu sering mendekati sangkar bila tidak perlu, kecuali member makan dan minum.
  • Jangan muncul secara tiba-tiba di depan sangkar yang dapat membuat burung terkejut
  • Bila hendak melihat parkit, lakukan agak kejauhan (janagn terlalu dekat dengan sangkar).
  • Dengan jarak 1 meter dari kandang. Cobalah untuk selalu memanggil nama parkit itu. Kalupun toh parkit yang kita pelihara dalam jumlah cukup banyak. Satu atau dua nama saja sudah cukup untuk nama panggilan. Panggilan harus kita lakukan dengan lembut sambil sesekali bersiul. Lakukan cara ini setiap waktu.
  • Nama yang kita berikan pada parkit jangan di ubah-ubah.
  • Setiap kali memanggil namanya, berusahalah secara pelan-pelan mendekat ke kandang. Lama kelamaan parkit-parkit yang ada di dalam kandang akan mengerti bahwa baginya telah diberi nama, sehingga setiap kali ia mendengar namanya disebut (dipanggil), dengan serta merta akan mencari datangnya suara panggilan itu.
  • Panggilan yang kita lakukan tidak hanya untuk mendekati saja, tetapi juga selalu kita lakukan setiap kali kita hendak member makan atau minum.
  • Dari kebiasaan yang demikian itu, lambat laun rasa takut pada parkit akan sirna. Hal ini bisa kita lihat bahwa apabila kita panggil parkit itu akan menempelkan badannya ke dinding kandang.
  • Langkah selanjutnya adalah member makanan yang disukainya langsung dari tangan. Jadi cukup makanan itu kita letakkan di atas telapak tangan kemudian di julurkan ke dalam kandang.
  • Bila parkit sudah terbiasa dengan cara itu dan selalu mendekat tanpa rasa takut lagi, secara pelan-pelan kita dekati dengan tangan kemudian kita elus-elus kepalanya. Bila pertama kali menolak, janagn dipaksakan. Lakukan hal tersebut dengan tekun, sabar, dan penuh kelembutan. Denagn demikian nantinya parkit-parkit itu akan merasa dilindungi dan tidak lagi ada perasaan takut dalam hatinya.
  • Bila parkit telah benar-benar jinak, maka dengan mudah dapat kita pegang dan dengan mudah dapat kita beri permainan seperti giring-giring, ayunan, tangga, dan sebagainya. Sehingga pada waktu-waktu tertentu ketika kita mendekat, mereka dengan sesegera akan bermain dan seakan-akan “pamer kebolehan” di depan kita.


Meskipun cara di atas telah dapat kita lakukan dengan sebaik mungkin, jangan sekali-kali kita membuat gerakan yang dapat mengejutkan parkit. Sebab untuk parkit yang telah jinak, bila kita membuat gerakan yang menakutkan mereka atau membuatnya terkejut, sifat kejinakannya itu akan segera lenyap dan berubah menjadi liar kembali. Karena itu kita harus tetap menjaga sikap pada waktu memegang atau menangani parkit.

Di samping itu, meskipun parkit telah jinak kepada pemeliharanya, tetapi bagi orang lain yang belum dikenalnya, tetap saja ia akan liar dan sulit untuk didekati.  Sebab naluri hewan lebih peka dibanding manusia. Mereka lebih tahun mana-mana yang dikenal dan mana-mana yang tidak.

Anda juga bisa membaca postingan sebelumnya tentang Jenis-jenis Burung Parkit, klik saja di sini  dan juga bisa membaca artikel tetang cara beternak kenary yorkshire

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 7:17 AM

Tuesday, December 17, 2013

Cara Budidaya Ulat Hongkong Sangat Mudah

Tuesday, December 17, 2013

Budidaya ulat hongkong sudah ada dari dulu, namun karena semakin meningkatnya permintaan ulat hongkong dipasaran, hal ini mendorong para peternak ulat di Indonesia kewalahan pesanan.

Budidaya Ulat Hongkong, Cara Budidaya Ulat Hongkong, beternak ulat hongkong, ulat hongkong

Hal itu terbukti dengan pemanfaatan Ulat hongkong sebagai  pakan burung dan pakan ikan. Dengan meningkatnya bisnis ikan hias dan bisnis burung, baik burung hias maupun burung berkicau akhir-akhir ini yang semakin mendorong kebutuhan ulat hongkong,  maka tidak heran apabila sekarang banyak yang melirik budidaya ulat hongkong sebagai ladang bisnis yang cukup menjanjikan.

Cara budidaya ulat hongkong sangat mudah sama halnya seperti membudidayakan ulat jerman, untuk lebih jelas bagaimana langkah-langkah budidaya ulat hongkong, bisa kita lihat pada catatan sebelumnya pada postingan cara budidaya ulat jerman, atau klik saja disisni.

Jenis burung yang menyenangi ulat hongkong cukup banyak macamnya diantaranya adalah kacer, jalak putih, cucak biru, culik-culik, kenari, cucakrowo, beo, murai daun, poksay, hwamei, murai batu, jalak bali, dan jenis burung pemakan serangga lainnya. Oleh karena itu, usaha peternakan ulat hongkong perlu ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya.

Taksonomi, Morfologi dan Habitat ulat Hongkong
Klasifikasi Ulat Hongkong
Kingdom         : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insekta
Order : Coleoptera
Suborder          : Polyphaga
Family : Tenebrionidae
Genus : Tenebrio
Spesies : Tenebrio molitor

Makanan Ulat Hongkong
Makanan yang diperlukan oleh ulat hongkong yaitu: Makanan yang diperlukan serangga meliputi 10 asam amino esensial yang juga esensial bagi manusia (arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin), sejumlah vitamin B, sterol, beberapa turunan asam nukleat dan beberapa mineral.

  • Pollard merupakan hasil ikutan dari penggilingan gandum yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai pakan alternative pengganti jagung.
  • Bekatul halus adalah dedak yang diperoleh dari pengayakan hasil ikutan dan penumpukan pada gelombang kedua dan ketiga atau hasil pengasahan pertama (huller) atau kedua (parakkasi, 1999).Bekatul mengandung karbohidrat cukup tinggi, yaitu 51-55 g/100 g. Kandungan karbohidrat merupakan bagian dari endosperma beras karena kulit ari sangat tipis dan menyatu dengan endosperma beras karena kulit ari sangat tipis dan menyatu dengan endosperma. Kehadiran karbohidrat ini sangat menguntungkan karena membuat bekatul dapat digunakkan sebagai sumber energy alternatif. Kandungan protein pada bekatul juga sangat baik, yaitu 11-13 g/100 g.
  • Ampas tahu, ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm,Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari  50 ppm.
  • Pada ulat berusia 1 bulan belum diberi makan sedangkan pada usia 1,5-2 bulan diberi makan berupa campuran ampas tahu dan bekatul. Ketiak ulat hongkong sudah berubah menjadi serangga atau kepik diberi makan labu siam setiap 3 hari sekali.

Siklus hidup ulat hongkong
Kumbang ulat hongkong mempunyai siklus hidup yang terdiri dari empat tahap yaitu telur, larva, pupa, dan serangga dewasa atau yang dikenal dengan metamorphosis sempurna.
  • Telur T. molitor L. berbentuk oval,berukuran panjang 1 mm dan sangat sulit dilihat. Kebanyakan telur serangga diletakkan dalam satu situasi dimana mereka memberikan sejumlah perlindungan sehingga pada waktu menetas akan mempunyai kondisi yang cocok bagi perkembangannya. kumbang betina meletakkan telur satu-satu atau dibungkus dengan substansi yang dapat mengeras  menjadi masa telur atau di dalam suatu kantong yang dikenal sebagai ooteka.
  • Larva: Bentuk larva kumbang sangat bervariasi, namun pada umumnya mempunyai kepala yang mudah dibedakkan dari toraks. Larva merupakan bentuk siklus hidup kedua dan mempunyai 13-15 segnmen berwarna coklat kekuning-kuningan pada bagian tubuh.

  • Pupa: Pupa merupakan tahapan siklus hidup ulat hongkong yang tidak makan dan tidak minum,  berwarna kuning dan mirip mumi kumbang dewasa. Pupa T.molitor L. ini dapat mencapai panjang sekitar 15 mm, lebar 5 mm dan berwarna putih ketika pertama kali terbentuk kemudian berubah menjadi berwarna  coklat kekuningan).
  • Serangga dewasa: setelah pupa berumur sekitar 7 hari, kulit pupa pecah dan keluar kumbang. Pada saat baru keluar kumbang. Pada saat baru keluar dari pupa, tubuh kumbang masih lunak dan pucat, sering disebut sebagai “teneral’.  kumbang ulat hongkong dewasa berwarna coklat gelap denagn panjang mulai dari 17 sampai 25 mm. Kumbang betina yang telah dewasa akan bertelur.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber:  Beternak Uat Jerman & Ulat Hongkong, PUSTAKA BARU PRESS


Tonie - 11:03 PM

Sunday, December 1, 2013

Hewan Amfibi

Sunday, December 1, 2013

Kata amfibi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “kedua-duanya.” Bios berarti “hidup”. Maksudnya, amfibi dapat hidup di air tawar dan juga di daratan. Amfibi adalah hewan bertulang belakang dan berkaki empat. Amfibi terdiri dari sekitar 6.00 spesies. Amfibi tersebar di seluruh dunia. Amfibi tidak ada di wilayah yang ada salju sepanjang tahun.

Amfibi, hewan amfibi, contoh hewan amfibi, jenis hewan amfibi

Ciri Fisik Amfibi
Ukuran amfibi relative kecil. Amfibi mirip ikan, yakni sama-sama dapat hidup dan bergerak di air. Bedanya, amfibi memiliki kaki, bukannya sirip. Kebanyakan spesies amfibi memiliki empat kaki. Kaki depan memiliki empat jari. Kaki belakang memiliki lima jari. Kebanyakan kaki amfibi dapat untuk meloncat, memanjat, dan berlari.

Hewan Amfibi berkembang dengan banyak cara agar dapat bertahan hidup di berbagai iklim, ancaman, dan sumber bahan pangan. 

Amfibi tidak menggunakan gigi untuk mengunyah. Amfibi menggunakkan lidah yang panjang dan lentur untuk menangkap mangsa dan kemudian menelannya secara utuh. Kebanyakan kulit amfibi lembab. Kulit seperti itu mampu memberikan perlindungan diri serta menyerap air dan oksigen. Jika ada musuh, kulit amfibi memberikan perlindungan karena dapat berubah warna menjadi sesuai warna lingkungan.

Reproduksi Amfibi
Kebanyakan reproduksi amfibi dilakukan di air tawar. Misalnya, di air danau atau sungai. Hanya sedikit amfibi yang melakukan reproduksi di air danau atau sungai. Hanya sedikit amfibi yang melakukan reproduksi di air garam atau air laut. Akan tetapi, banyak katak tropis (bangkong) yang tidak memerlukan air ketika melakukan reproduksi.

Amfibi melakukan reproduksi dengan bertelur. Telur berubah menjadi berudu atau kecebong. Kebanyakan berudu memakan tumbuhan, terutama algae. Pada awalnya berudu tidak memiliki kaki. Berudu bernapas dengan insang. Tetapi, berudu memiliki ekor sehingga dapat bergerak seperti ikan. Ketika menjadi dewasa, ekor berudu hilang. Dia mulai memiliki empat kaki. Organ pernapasan insang berganti dengan paru-paru.

Katak
Katak atau kodok merupakan amfibi yang banyak kita kenal. Katak biasanya dibedakkan dengan bangkong. Katak biasanya berkulit lembut dan berlendir. Katak banyak menghabiskan hidupnya di air. 

Sebaliknya, bangkong berkulit kasar dan tampak benjol-benjol. Bangkong banyak menghabiskan hidupnya di darat. Akan tetapi, katak dan bangkong juga memiliki kanivora, atau memakan hewan lain. Katak bermanfaat bagi manusia karena memakan serangga pest.

Katak meloncat dan bernyanyi
Banyak hewan yang menganggap katak sebagai santapan yang lezat. Aligator, ular, dan bahkan sebagian manusia makan katak. Katak tidak memiliki gigi yang tajam atau taring untuk melindungi diri dari hewan pemangsa. 

Agar tidak dimakan, katak harus melepaskan diri secepat mungkin dari kerajaan hewan pemangsa. Ada katak yang mampu meloncat hingga 20 kali daripada panjang badannya. Biasanya hanya katak jantan yang bernyanyi (kodok ngorek). 

Suara katak jantan dimaksudkan untuk menarik perhatian katak betina untuk bermesraan. Suara itu juga untuk mengusir katak jantan lain dari wilayahnya. Bagi katak betina, suara katak jantan itu terdengar sangat seksi.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Artikel sebelumnya:
Kandungan gizi pada ikan patin
Morfologi ikan kakap

Sumber: Ensiklopedia Hewan. GANECA EXACT


Tonie - 5:07 PM

Anatomi Ikan dan fungsinya

Walaupun hampir setiap hari kita makan ikan, tetapi kita belum mengetahui secara detail apa saja anatomi ikan itu? Betul?.  Ikan adalah hewan bertulang belakang yang hidup di air. Ikan bernapas dengan insang. Ikan  sangat beragam jenisnya. Ada lebih dari 29.000 spesies ikan didunia ini.

Antomi Ikan, Ikan, Anatomi Ikan dan Fungsinya, struktur anantomi ikan


Tetapi yang pasti kita sudah mengetahui Anatomi ikan walaupun tidak sampai mendetail, minimal kiat mengetahui apa itiu insang.

Supaya lebih jelas tentang anatomi ikan dan fungsinya, di catatan kali ini kita akan mengetahuinya walaupun penjelasannya hanya secara singkat.

Ciri khas ikan adalah memiliki sirip. Sirip digunakkan untuk berenang, selain itu Ikan juga memiliki organ intefrnal yang khas, yang mencakup:
  • Gas bladder atau swim bladder. Organ internal ini membuat ikan mampu mengendalikan keseimbangannya. Ikan mampu bertahan pada kedalaman air yang beriak keras, naik, dan turun tanpa memboroskan energy untuk berenang.
  • Insang. Insang adalah organ pernapasan. Insang berguna untuk mengisap oksigen dari air. Insang juga berguna untuk membuang karbondioksda.
  • Gill Rakers. Gill rakers berguna untuk mempertahankan organ makanan.

System pencernaan
Ikan memiliki rahang, bahkan bagi ikan yang besar rahng yang dimilikinya sangat kuat. Ikan mampu makan banyak jenis makanan, berupa tumbuhan dan makhluk hidup lain.

Sisitem pernapasan
Kebanyakan ikan melakukan pertukaran uadara melalui insang, organ ini sangat penting sekali bagi ikan, karena sirkulasi udara dapat melali melalui organ tersebut dan Insang ada di masing-masing pharynx.

System peredaran darah
Ikan memilki system peredaran darah tertutup. Jantung memompa darah dalam loop tunggal ke seluruh tubuh. Darah meninggalkan jantung ke insang. Dari insang ke seluruh tubuh. Kemudian, kembali lagi ke jantung.

System ekskresi
Kebanyakan ikan mengeluarkan sampah nitrogen sebagai ammonia. Sebagian sampah itu dikelurkan/dibuang oleh insang ke air di sekitarnya. Sebagian sampah lain dibuang oleh ginjal. Ginjal adalah organ ekskresi yang menyaring sampah sehingga keluar dari darah.

System syaraf dan indera 
Ikan memiliki system syaraf yang berkembang dengan biak. System syaraf ikan berpusat di otak. Kebanyakan ikan memiliki indera yang berkembang dengan baik. Mata ikan mampu membedakkan warna. Ikan juga mampu merasa dan membau. Akan tetapi, ikan kurang baik pendengarannya.

Sisitem otot
Kebanyakan ikan bergerak dengan melakukan kontraksi sepasang otot pada dua sisi tulang belakang secara bergantian. Kontraksi ini menghasilkan gerakan turun pada ikan. Gerakan otot itu ke belakang bersama gerakan sirip membuat ikan bergerak ke depan.

Sisitem reproduksi
Telur sebagian spesies ikan dibuahi secara internal. Pada spesies lain, telur dibuahi secara eksternal.

Artikel lainnya:
Klasifikasi dan morfologi ikan kakap
Klasifikasi kelinci


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber : Ensiklopedia Hewan.  GANECA EXACT

Tonie - 8:24 AM