;

Friday, November 8, 2013

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Kakap

Friday, November 8, 2013

Ikan kakap di Indonesia sangat banyak. Namun, dari sekian banyak ikan kakap itu, ada tiga suku yang dikenal, yaitu Lutjanidae, Labotidae, dan  Centropomidae.

Ternyata, ketiga suku kakap tersebut hidup pada habitat yang berbeda. Suku Lutjanidae hanya hidup dan berkembang biak di laut, suku Labotidae hidup di laut dan diperairan payau, sedangkan suku Centropomidae habitatnya sangat luas, yaitu di laut, payau, dan air tawar.

Ikan kakap suku Centropomidaelah yang dapat dibudidayakan saat ini, salah satunya adalah Lates calcarifer. Ikan kakap dari suku Labotidae, seperti Labotes surinamensis, walaupun hidup di perairan payau dan tambak, namun belum diusahakan secara  komersial (budidaya). Ikan ini lebih dikenal sebagai ikan liar di dalam tambak.

morfologi ikan kakap, Klasifikasi ikan kakap


Untuk lebih jelasnya, berikut ini klasifikasi ketiga suku dari kakap tersebut, yaitu:

1) Kakap laut
  • Filum : Chordata
  • Klas  :  Pisces
  • Ordo :  Percomorphi
  • Famili : Lutjanidae
  • Genus : Lutjanus
  • Spesies : Lutjanus argecimaculatus, L johnii, L erythoptersus, L. fulviflamma, L. biguttatus, L. decussates, L. quinquelineatus.


2) Kakap laut- payau
  • Filum : Chordata
  • Klas  : Pisces
  • Ordo : Percomorphi
  • Famili :  Labotidae
  • Genus : Labotes
  • Species : Labotes surinamensis

3) Kakap laut- payau-tawar
  • Filum : Chordata
  • Klas  :  Pisces
  • Ordo : Percomorphi
  • Famili : Centropomidae
  • Genus :  Lates
  • Species : Lates calcarifer
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku: Budi Daya Ikan Kakap.  Penerbit: JP Books


Tonie - 7:00 AM

Thursday, November 7, 2013

Jenis Jenis Burung Parkit

Thursday, November 7, 2013

Dari hasil perkembangannya jenis jenis burung parkit, sekarang ini secara garis besar dikenal ada dua jenis burung parkit, yaitu parkit liar dan parkit hasil budidaya.
Jenis jenis burung parkit, jenis jenis parkit

Untuk jenis parkit liar masih tetap memiliki warna dasar hijau, sedangkan parkit budidaya karena sudah sering dilakukan kawin silang maka sekarang ini sudah dihasilkan sekitar 50 dasar warna bulu dengan keindahannya masing-masing.

Antara parkit liar dan parkit budidaya memiliki bentuk fisik dan warna bulu yang berbeda. Parkit liar berkembang di hutan-hutan bebas dimana mereka tinggal. 


Tetapi parkit budidaya berkembang dalam kandang-kandang peternakan. Warna bulunya bermacam-macam serta memiliki bentuk fisik yang lebih kekar dibanding parkit liar.

Perubahan-perubahan yang terjadi dari hasil perkembangan  yang dilakukan oleh para ahli, warna bulu yang tadinya hanya berkembang karena proses alam, kini telah dapat diencanakan sesuai dengan keinginan, sehingga tidak mengherankan bila hasil dari pengembangan tersebut diperoleh wara bulu seperti yang dialami oleh burung parkit ini sama sekali belum pernah terjadi pada jenis burung lain.

Perpindahan warna bulu yang pertama kali adalah warna kuning, yaitu dengan munculnya warna kuning polos tanpa adanya titik-titik warna hitam. Selanjutnya muncul parkit warna biru. Kalau kita mau menyelidiki, pengembangan  warna kuning sebenarnya merupakan pemucatan dari warna asli (hijau), sedangkan  warna biru merupakan penguatan dari warna hijau.

Kemudian warna bulu parkit yang menyimpang dari warna dari warna aslinya menyebabkan warna bulu parkit dibedakan menjadi empat macam, yaitu hijau, kuning, biru, dan putih. 

Dengan modal empat jenis warna tersebut dan setelah dilaksanakan kawin silang antara satu  dengan yang lainnya, maka diperoleh berbagai warna yang pada hakikatnya mengarah pada penguatan warna dasar atau justru melemahkan warna dasar. 

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan berdasarkan perkawinan  silang ke empat warna dasar itu, akhirnya diperoleh warna-warna dasar sebagai berikut:

  • Warna  dasar hijau menghasilkan hijau tua, hijau normal (asli) dan hijau muda.
  • Warna kuning menghasilkan kuning tua, kuning asli, dan kuning muda.
  • Warna biru menghasilkan biru tua, biru muda, dam biru asli
  • Warna putih menghasilkan putih mulus, putih kekuningan, dan putih kebiruan.

Tingkat perkembangan selanjutnya yang diperoleh sehingga menghasilkan beraneka warna serta corak yang berwarna-warni adalah hasil persilangan antara kedua belas warna itu.

Dari berbagai warna itu pula kemudian orang menjadikan dua kelompok secara besar, yaitu parkit berwana hitam dan berwarna merah.  Parkit berwarna hitam adalah yang memiliki warna-warna bersisik hitam. 

Sedangkan parkit mata merah adalah parkit yang memiliki warna bulu polos seperti kuning, putih, dan variasinya. Hal tersebut tentunya bisa dimakllumi bahwa pola warna yang dihasilkan erat kaitannya dengan kuat-tidaknya pigmen yang dimiliki oleh burung parkit yang bersangkutan.

Kemajuan dalam mencipatkan warna dapat dikatakan sangat pesat, sehingga dari perkembangan yang terus berlangsung, muncul  warna  dan corak baru yang tentunya lebih menarik dan lebih memiliki ciri khas tersendiri, diantaranya adalah:

  • Warna belang-belang, yaitu bulu warna yang beraneka corak, ada biru, ungu, putih, hijau, kuning dan segala macam variasinya.
  • Warna hitam. Ini termasuk parkit yang memiliki warna bulu agak unik. Dikatakan demikian karena bagian dada berwarna hitam sedangkan kepala berwarna putih.
  • Warna hijau dengan corak kuning dan hiajua polos.
  • Warna violet dengan corak warna putih dan violet.
  • Parkit bermasker. Disebut demikian karena kepala bagian depan berwarna kuning cerah, lalu pipi, tenggorokan, dan dagu berwarna kuning campuran, sedangkan  bagian lainnya berwarna lain.
Anda juga dapat membaca artikel cara menjinakan burung parkit klik di sini

Cara merawat lovebird siap lomba
Cara merawat anis merah yang benar
Cara ternak anis kembang

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


Sumber Buku: "PENANGKARAN BURUNG PARKIT" Penerbit: CV. Aneka Solo


Tonie - 6:09 AM

Kolam Ikan Koi dan Cara Membuatnya

Ikan koi salah satu ikan yang cukup banyak peminatnya diantara ikan hias yang lainnya. Salah satu daya tarik dari ikan koi ini yaitu dari bentuk dan warna tubuhnya yang sangat indah. Tetapi, untuk memlihara atau merawat ikan koi kita harus memahami terlebih dahulu karakter ikan ini, supaya ikan koi yang kita pelihara akan tampil prima dan kita akan senang melihatnya.

Kolam ikan koi, cara membuat kolam ikan koi, cara merawat kolam ikan koi, kolam ikan koi minimalis

Salah satu hal terpenting dalam perawatan ikan koi yaitu faktor tempat. Salah satu tempat ikan koi yang baik yaitu kolam, tetapi kolam ikan koi yang baik harus memenuhi “keinginan” ikan koi tersebut, dalam artian kita harus mengetahui kebiasaan hidup ikan koi tersebut apabila berada di dalam kolam.

Dengan mengetahui “keinginan” ikan koi tersebut, maka secara otomatis kehidupan ikan koi di dalam kolam yang kita sediakan akan berlangsung baik, dan ikan pun akan berkembang dengan baik pula.
Ada beberapa tahapan atau hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam ikan koi, diantaranya:

Penyinaran Matahari pada Kolam Ikan Koi
Ikan koi akan terlihat indah apabila ikan tersebut terkena sinar matahari, maksudnya ikan  koi akan tumbuh sempurna dan memiliki warna yang mencolok apabila kolam yang didiami terkena sinar matahari.

Dalam sehari setidaknya koi membutuhkan sinar matahari langsung selama 3 jam terutama bagi jenis koi hikari yang memiliki sisik mengkilap, apabila kekurangan sinar matahari warna sisik yang mengkilap akan memudar.

Selain kurang maksimal pada warna ikan, kekurangan sinar matahari akan mengundang berbagai penyakit.

Dan perlu diketahui bahwa sinar matahari yang menyinari kolam dapat mendorong berkembangnya ganggang spirulina, apabila ganggang tersebut dimakan ikan, hal itu akan menambah kualitas warna ikan koi.


Kolam Untuk Ikan Koi
Bentuk kolam untuk ikan koi tidak begitu bermasalah, yang terpenting kolam yang akan di pakai ikan koi harus memiliki dasar dan dinding yang halus dan bagian sudut kolam harus tumpul, hal ini untuk menghindari supaya ikan koi tidak terluka. Karena salah satu kebiasaan ikan koi adalah suka menggesekan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam.

Kualitas Air Kolam Koi
Air untuk kolam ikan koi harus yang bersih dan sehat, untuk menjaga kualitas air agar tetap sehat dan bersih, kita bisa memasang filter untuk membantu menjernihkan air. Selain filter di kolam koi juga bisa ditambah aerator untuk menyuburkan air ditengah kolam.

Semburan air yang keluar akan menimbulakan gelembung-gelembung udara yang dapat mengahasilkan oksigen bagi ikan.

Aerator bisa membuat arus pada air kolam sehingga ikan koi akan sering bergerak dan membuat tubuh ikan semakin sehat.

Untuk menjaga ikan koi tetap sehat sebaiknya tambahkan PSB-bio healthy dan refresh. PSB berfungsi untuk meningkatkan amonia sehingga air tetap jernih, dan pemberian suplemen tersebut sebaiknya diberikan pada sore hari.

Sementara refresh berisi mineral yang biasa terdapat dalam lumpur, karena dasar kolam terbuat dari bahan semen, maka obat ini sangat baik untuk diberikan, dan bisa diberikan sebulan sekali dengan dosis 180g untuk setiap 10 ton air. Untuk memasukkan obat tersebut dilarutkan terlebih dahulu dalam satu ember air.

Itulah sekilas bagai mana cara menyiapkan kolam untuk ikan koi, perawatan ikan yang baik akan berdapak pada kualitas ikan tersebut. Anda juga dapat membaca artikel-artikel sebelumnnya yang membahas seputar ikan hias diantaranya (untuk membacanya tinggal klik saja):

Cara Merawat Ikan Arwana Super Red
Cara Merawat dan Memelihara Ikan Koi
Cara Merawat Ikan Koki
Cara Merawat Ikan Louhan

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 5:29 AM

Wednesday, November 6, 2013

Budidaya Ikan Gabus Sistem Longyam

Wednesday, November 6, 2013

Budidaya Ikan Gabus Sistem Longyam bisa dilakukan pada proses budidaya ikan gabus, yakni mengelola ternak ayam yang dikandangkan di atas kolam ikan gabus. Kalau kita ingin memanfaatkan kotoran ayam sebagai pakan ikan gabus sistem ini cukup epektif.

Banyak para petani ikan di Indonesia yang memakai sistem ini, karena dengan sistem seperti itu budidaya ikan apapun bisa kita lakukan tidak hanya ikan gabus.

Namun apabila kita melihat dari segi sisi ekonomi hal ini bisa sangat berpotensi untuk meningkatkan penghasilan, hasil dari budidaya ikan gabus dan ternak ayam.

budidaya ikan gabus, budidaya ikan gabus sistem longyam, ternak ikan gabus, ikan gabus

Kelebihan budidaya ikan gabus system longyam adalah:
  • Menghemat lahan
  • Pakan ayam yang jatuh bisa dimanfaatkan untuk ikan gabus
  • Kotoran ayam dapat dibuang langsung ke kolam ikan. Dengan  demikian, kandang relative bersih dan kolam terpupuk secara otomatis.
  • Pengawasan ikan dan ayam bisa dilakukan secara serentak.
  • Ayam yang mati dapat dibuang lengsung ke kolam dan menjadi pakan ikan gabus.

Membuat kolam
Kolam pembesaran ikan dibuat dalam bentuk persegi empat. Masing-masing sisinya disemen. Tetapi, dasar kolam tetap terbuat dari tanah. Agar tidak terjadi kelembaban pada kandang ayam, sebaiknya tinggi kandang ayam sekitar 1 meter di atas permukaan kolam.

Tahap-tahap dalam pembuatan kolam meliputi:
pengolahan tanah dasar, pengeringan, dan pengapuan. Dosis pengapuran dilakukan sebagaimana pada kolam biasa.

Menebarkan benih
Sama halnya denagn system lain, padat penebaran benih ikan gabus berkisar antara 75 ekor/m³. Bobot benih kira-kira 80 gram. Lama pemeliharaan ikan gabus untuk ukuran konsumsi kira-kira 6 bulan. Dalam 6 bulan, ikan akan tumbuh dengan bobot kira-kira 700 gram per ekor.
Jika telah mencapai ukuran tersebut, ikan dapat dipanen atau dijadikan induk untuk mengembangbiakkan keturunan.

Semoga aertikel singkat ini dapat menambah inpirasi bagi anda yang akan memulai budidaya ikan gabus, anda juga dapat membaca artikel lainnya diantaranya: (untuk membacanya tinggal klik saja yaa...,)

Budidaya Ikan Gabus Tahap Pemijahan
Cara Budidaya Ikan Gabus Dengan Sistem Sekat
Budidaya Belut dengan Lahan Seadanya
Budidaya Ikan Bawal dengan Kolam Terpal

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku "PETUNJUK PRAKTIS MEMELIHARA GABUS" Penerbit NUANSA

Tonie - 10:37 PM