;

Wednesday, August 7, 2013

Budidaya Ikan Bawal dan Ternak Bawal di Kolam Terpal

Wednesday, August 7, 2013

Budidaya ikan bawal dan ternak bawal di kolam terpal banyak dilakukan oleh para peternak ikan bawal air tawar di Indonesia, hal itu dikarenakan bahan dan tempat untuk budidaya sangat mudah dijangkau atau didapat tanpa harus membutuuhkan bahan dan lahan yang luas.


Budidaya, ikan, bawal, ternak, bawal, kolam, terpal
Ikan bawal air tawar sangat tinggi peminatnya, karena ikan bawal air tawar tidak jauh berbeda dengan ikan bawal air asin yang memiliki kualitas gizi dan tektur dagingnya yang cukup tebal. Maka tidak heran banyak peternak ikan yang melirik budidaya ikan bawal ini.

dibawah ini ada tahapan atau langkah-langkah singkat untuk memulai beternak bawal atau budidaya ikan bawal

PEMBUATAN KOLAM TERPAL

Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu
Kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu adalah kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Umum¬nya kolam yang dibuat disesuaikan dengan ukuran terpal, misalnya ukuran kolam 2 x 3 x 1 m, 4 x 5 x 1 m, 6 x 4 x 1 m, atau 4 x 8 x 1 m.

Langkah-langkah pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu sebagai berikut. 

  • Persiapkan la¬han untuk kolam terpal. Bersihkan dari benda-benda yang mengganggu, seperti rumput, pepohonan yang rimbun, dan ratakan tanah. 
  • Jika tanah tidak rata karena miring, maka tanah diratakan dengan menggunakan pelepah pisang atau sekam padi. Kedua bahan ini selain berfungsi meratakan ta-nah, juga dapat menstabilisasi suhu. Karena berfungsi sebagai stabilisator suhu, maka pelepah pisang atau sekam padi tetap digunakan, sekalipun tanahnya rata. Ketebalan pelepah pi-sang atau sekam padi sekitar 10 cm.
  • Siapkan tonggak atau tiang bambu atau kayu. Kemudian tancapkan tiang utama di setiap sudut kolam. Jika kolam terpal yang dibangun lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi. 
  • Untuk pembuatan kerangka, bambu atau kayu yang telah di¬pilih dipotong-potong sesuai ukuran kolam terpal yang akan dibuat. Untuk menyatukan kerangka ke tiang digunakan paku ukuran 7 cm atau 9 cm. Bisa juga mengikat dengan menggunakan tali atau kawat. 
  • Untuk membuat dinding bisa menggunakan bambu, kayu, atau papan. Bahan dibersih¬kan dan dipotong sesuai ukuran, kemudian dipakukan pada kerangka. Jika menggunakan bambu, maka pada saat me¬maku harus dilakukan secara hati-hati agar tidak pecah. 
  • Jika kerangka sudah terbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m, maka perlu diatur kemiringan ke salah satu sisi un¬tuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenan ikan. 
  • Setelah kerangka kolam terpal selesai dibuat, selanjutnya memasang plastik terpal. Siapkan terpal sesuai ukuran ko-lam. Untuk kolam ukuran 6 x 4x 1 m digunakan terpal 8 x 6 m, sedangkan untuk kolam ukuran 4x 5x 1 m digunakan terpal ukuran 6 x 7 m. Terpal dipasang dengan baik hingga merapat ke tepi. Bagian sudut dapat dilipat. Agar plastik ter¬lihat rapi dan tidak mengerut, di bagian dinding kolam paling atas dijepit dengan bilah bambu. 
  • Di salah satu sudut yang telah diatur kemiringannya dipasang paralon sebagai saluran pembuangan air. Terpal disobek sedikit dengan cara menggun¬tingnya berbentuk bintang agar bisa dipasang bengkokan pipa (knee). 
  • Selanjutnya, kolam terpal dusi dengan air hingga mencapai kedalaman sesuai dengan kebutuhan pemelihara¬an ikan. Kolam terpal diperiksa untuk memastikan bahwa kolam telah kokoh dan tidak ada kebocoran pada terpal. Bila ada kebocoran, segera lakukan penambalan.

Kolam Terpal dengan Dinding Tanah

Kolam terpal dengan dinding tanah adalah kolam ter-pal di bawah permukaan tanah. Biasanya kolam terpal ini dibangun pada tanah yang porous. Kelebihan kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah suhu air lebih stabil diban¬ding kolam terpal yang dibangun di atas permukaan tanah. Membangun kolam terpal dengan dinding tanah pun cukup mudah.


Urutan-urutan pembuatan kolam terpal dengan dinding tanah sebagai berikut. 
  • Persiapkan lahan untuk kolam ter-pal. Bersihkan dari benda-benda yang mengganggu, seperti rumput dan pepohonan yang rimbun. 
  • Jika ingin membuat kolam terpal 6 x 4 m, maka dilakukan penggalian tanah seda¬lam 50-60 cm. Rapikan galian dan bentuk pematang. 
  • Jika kolam sudah terbentuk, maka plastik terpal ukuran 8 x 6 m siap dipasang. Pasang terpal hingga merapat ke tepi. Bagian atas terpal dapat dijepit atau ditimbun dengan tanah agar tidak terkulai. 
  • Selanjutnya pasang pipa paralon atau pipa PVC dan siap diisi air. 
  • Untuk mencegah kolam dari banjir ketika terjadi hujan deras, dibuat tanggul penahan yang tinggi.

PEMELIHARAAN BAWAL AIR TAWAR

Kolam terpal dapat digunakan untuk pemeliharaan bawal air tawar, baik untuk memproduksi benih, ikan bias, ikan konsumsi maupun untuk ikan yang ditujukan pada kolam pemancingan Produksi benih yang dimaksud di sini adalah kegiatan pendederar untuk menghasilkan benih yang berukuran lebih besar. Sedangkar produksi ikan konsumsi disebut pembesaran, yakni kegiatan peme liharaan benih untuk menghasilkan ikan dengan tujuan konsumsi

Sebelum digunakan, kolam terpal harus disiapkan, terutama membentuk kestabilan air di kolam. Setelah kolam selesai dibuat, bilas terlebih dahulu untuk menghilangkan segala kotoran yang melekat pada terpal. Masukkan air ke dalam kolam hingga sesuai kebutuhan. 

Kemudian kolam ditutup dan dibiarkan selama 2-3 hari. Untuk menjaga sterilitas, kolam terpal dapat diberi per¬lakuan tradisional berupa memberi tumpukan daun pepaya atau daun ketepeng (Cassia alata) yang dibiarkan selama 5-7 hari. Daun pepaya berfungsi sebagai antiseptik. Selanjutnya benih bawal siap ditebar.

Benih yang digunakan untuk kegiatan pembesaran di kolam terpal, harus dipilih benih yang telah mencapai ukuran panjang 5-8 cm atau berat 20-30 g/ekor. Padat penebaran di kolam terpal antara 50-70 ekor/m2.

Selama pemeliharaan, bawal diberikan pakan berupa pelet sebanyak 3-4% bobot ikan per hari. Pakan yang diberikan me¬ngandung protein antara 25-27%. Pakan diberikan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Bawal juga dapat diberi pakan tam¬bahan berupa nasi sisa, roti kering sisa, dan lain-lain.

Agar membuat ikan kebal terhadap serangan penyakit dapat digunakan vitamin C dosis 250-500 mg/kg berat tubuh selama be¬berapa hari. Atau menggunakan probiotik sebagai imunostimulan, misalnya lipopolisakarida 10 mg/1 untuk mempertahankan stami¬na ikan. Penggunaan vitamin dan probiotik telah umum digunakan untuk budi daya ikan dan udang untuk meningkatkan kekebalan.

Selama kegiatan pemeliharaan ikan, kolam harus dijaga ke-bersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam terpal secara rutin dibersihkan dengan melakukan penyiponan tiap 15-20 hari sekali. Dengan melakukan penyiponan secara rutin, dasar kolam tidak mengan¬dung bahan-bahan berbahaya bagi ikan budi daya.

Untuk menghasilkan bawal ukuran 300-400 g/ekor, dibut kan waktu pemeliharaan 3-4 bulan, dengan menebar benih an 5-8 cm. Sedangkan untuk menghasilkan ikan ukuran 900- g/ekor dibutuhkan waktu pemeliharaan 4-5 bulan.

Anda dapat memebaca artikel tentang belut dan gabus (klik untuk membacanya) :
Cara Budidaya Belut
Cara Budidaya Ikan Gabus

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

(Sumber buku : BUDIDAYA BAWAL AIR TAWAR, Penulis ; M. Ghufran H. Kordi K.)


SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 7:44 AM