;

Wednesday, August 14, 2013

Obat Ternak atau Obat Hewan Ternak Berbagai Macam Penyakit

Wednesday, August 14, 2013

Obat Ternak atau obat hewan ternak bisa kita dapatkan secara alami disekitar kita, selain mudah juga tidak terkontaminasi dengan campuran bahan kimiawi yang dapat membahyakan pada hewan ternak kita. 

Apabila kita memiliki hewan ternak yang terserang penyakit alangkah baiknya kita segera obati, karena selain dapat menyiksa bagi si hewan ternak sendiri, bakteri dapat menular  pada hewan ternak lainnya atau bahkan pada manusia. Obat ternak atau obat hewan ternak sebaiknya kita gunakan terlebih dahulu yang bersifat tradisional atau alami, karena banyak keuntungan apabila kita memanfaatkan obat dari bahan alami ini.


  • Cacingan

Penyakit cacingan adalah penyakit yang paling banyak dijumpai pada ternak. Selain faktor kebersihan badan, proses perolehan makanan bisa menyebabkan ternak terinfeksi telur cacing yang akhirnya menetas dan akhirnya berkembang biak pada tubuh ternak.

Selain itu, penyakit cacing ini mudah sekali menular pada ternak yang lain, karena perantara perkembangbiakan telur cacing sangat beraneka ragam, misalnya melalui kuku, makanan yang kurang steril, dan lingkungan yang kurang steril.

Tanda-tanda temak terinfeksi cacing:

1.    Perut ternak buncit
2.    Kurus dan pucat, terutama daerah konjungtiva/ selaput dalam kelopak mata.
3.    Gangguan saluran pencernaan, kadang sembelit dan mencret.
4.    Wama bulu agak suram dan kusut serta tidak mengkilat, selain itu bulu ternak agak berdiri dan mudah rontok.
Apabila ternak terkena cacingan dan tidak segera ditolong akan menimbulkan kematian.

Pengobatan ternak yang terkena penyakit cacingan.
Pengobatan ternak yang terkena penyakit cacingan, selain dengan obat cacing juga bisa dilakukan pengobatan dengan jamu atau obat tradisional, yaitu:

obat, ternak, hewan ternak, berbagai macam penyakit

Buah pinang muda.

Cara pembuatannya:
1.    Buah pinang muda dibersihkan.
2.    Ambil air atau cairan buah pinang muda tadi.
3.    Atau buatlah buah pinang menjadi tepung. Jadi, baik cairan atau tepung dari buahnya dapat dijadikan obat penyakit cacingan pada ternak.

Pencegahan penyakit cacingan

Dengan menjaga kebersihan kandang dan Pengambilan atau perIgaritan rumput ditakukaN pada siang hari, yaitu jam 12.00 sampai jam 13.00.
Penggembalaan ternak dilakukan jauh dari rawa, sungai, atau sawah yang banyak siput air sebagai perantara atau vektor dari telur cacing.
  • Diare

Diare atau mencret adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan adanya bibit penyakit atau karena makanan yang berlebihan, misalnya terlalu asam atau terlalu pedas.

Ciri-ciri temak yang mengalami diare adalah:

1.    Mata sayu tidak bercahaya.
2.    Bulu /rambut badan kusam dan tidak bersih.
3.    Nafsu makan menurun.
4.    Badan ternak lemas.
5.    Kotoran ternak biasanya berwarna hijau muda, atau hijau kehitaman.
Untuk pertolongan secara tradisional yaitu dengan menggunakan garam oralit sebagai pengganti 
 cairan tubuh yang hilang/keluar dari tubuh. 

Cara pembuatan garam oralit yaitu:
1.    Sediakan garam 1 sendok (10 gram)
2.    Gula pasir 1 sendok (10 gram)
3.    2,5 liter air masak.
Campurkan ke 3 bahan di atas kemudian minumkan pada ternak sampai diarenya berhenti.
  • Antrak

Penyakit antrak adalah penyakit menular yang sangat mudah sekali penularannya karena spora antrak bertebaran di daun, buah bahan pakan, tanah, dan juga di air.

Gejala penyakit antrak yang menyerang ternak antara lain:

1.    Suhu badan ternak tinggi dan mengalami demam.
2.    Selaput lendir mata dan mulut berwarna merah tua sampai ungu.
3.    Ternak stres dan tidak tenang.
4.    Nafsu makan berkurang.
5.    Pernapasan cepat dan pendek-pendek
6.    Denyut nadi lemah.
7.    Kotoran dan air kencingnya bercampur darah.
8.    Pembengkakan pada vulva dan dubur.

Pengobatannya dengan penicillin, namun penyakit ini dapat dicegah dengan obat tradisional/jamu yang berupa cairan dari daun pepaya yang diminumkan secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang bibit penyakit ini. Penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya karena dalam waktu 2 sampai 6 jam atau 24 jam setelah terinfeksi ternak akan mati.
  • Keracunan

Ternak dengan makanan utama berupa tanaman sering mengalami keracuna karena banyak tanaman yang mengandung senyawa alkaloid atau bahkan sianida yang bersifat racun/ toksit bagi ternak
Hal ini sering terjadi terlebih jika perawatan ternak kita dengan cara menggembalakan atau tidak di kandangkan. Resiko keracunan atau terkena penyakit cacingan Iebih sering dijumpai.

Berikut ini tanda-tanda apabila ternak kita mengalami keracunan:

1.    Mulut ternak mengeluarkan busa/buih
2.    Ternak mengalami kejang-kejang mendadak
3.    Selaput lendir daerah mata dan mulut berwarna kebiruan
4.    Kulit ternak mengalami pengelupasan
5.    Ternak dapat mati mendadak

Pengobatan tradisional yang biasa diberikan pada ternak yang terkena racun dengan memberikan minuman air kelapa muda agar ternak muntah jadi racunnya dapat dikeluarkan.
Upaya pencegahan dari bahaya keracunan dapat dilakukan dengan cara:
•    Mencegah penggembalaan ternak pada daerah yang terdapat tanaman yang beracun.
•    Racun dapat ditawarkan dengan memberikan oplosan daun ubi dan daun jagung yang diberikan bersama rumput.
  • Kudis

Penyakit kudis adalah gangguan yang terjadi pada kulit ternak yang dapat menular lewat kontak langsung atau bersentuhan langsung.
Gejala penyakit kudis:
a.    Bulu atau rambut ternak banyak yang rontok
b.    Ternak menjadi kurus
c.    Selaput lendir ternak pucat
d.    Ternak merasa gatal-gatal ditandai dengan menggaruk-garuk seluruh tubuh .
Pengobatan tradisionalnya dengan memandikan ternak memakai tawas atau terusi agar gatal-gatalnya agak berkurang.

Pencegahan penyakit kudis bagi ternak, yaitu

Dengan secara rutin memandikan ternak setiap minggu sekali dan menjaga kebersihan kandang serta membuang kotoran ternak, baik yang ada dalam kandang ataupun yang ada di kolong kandang.
Selain dimandikan, juga secara rutin memotong bulu atau ternak agar kebersihan badan ternak selalu terjaga dan terbebas dari kuman kudi 
  • Eksim

Penyakit eksim yang dialami ternak hampir sama dengan penyakit kudis, hanya saja gejala penyakit eksim terdapat pada daerah sekitar mata, hidung dan telinga serta bagian kaki yang berwarna putih kekelabuan dan bulu sekitarnya rontok.
Pengobatan tradisionalnya dengan memberikan makanan berupa daun dan sayuran dalam jumlah yang cukup.
  • Belatungan

Penyakit belatungan terjadi karena ternak mengalami luka yang terinfeksi oleh lalat dan sempat bertelur, menjadi belatung.
Gejalanya adalah:
1.    Anggota badan yang terkena belatung sering digerakkan karena gatal
2.    Cara berjalan ternak pincang
3.    Terlihat belatung pada bagian yang luka.
Pengobatan tradisionalnya dengan diberikan tembakau dan kapur barus dicampur dengan solar atau bensin lalu dibalutkan pada luka.
  • Sakit mata

Tanda-tanda klinis sakit mata:
Selaput mata meradang, berair, selalu ditutup dan berkedap-kedip. Bila parah, mata ternak dapat menjadi rabun, bahkan buta.
Pengobatan sakit mata pada ternak secara tradisional yaitu dengan meneteskan air jeruk Iimau 1-3 tetes sampai sembuh.

Daun pepaya

Daun pepaya mempunyai manfaat antara lain untuk:
  • Obat masuk angin/kembung pada ternak. 

 Perut kembung atau tympany pada ternak biasanya disebabkan karena kesulitan dalam pembuangan dan pengeluaran gas sisa pencernaan.
Gejalanya berupa pembesaran daerah perut atas, gelisah dengan banyak mengeluarkan suara, dan kesulitan bernafas. Jika hal ini dibiarkan bisa berakibat fatal yaitu kematian. Maka untuk menanggulangi hal yang seperti ini, kita siapkan obat dari daun pepaya agar masuk anginnya segera sembuh.
  • Obat Tradisional untuk Ternak

Bahan yang disiapkan antara lain:
1.    2 helai daun pepaya,
2.    12 daun sembung,
3.    15 lembar daun poko,
4.    1 rimpang jahe,
5.    3 batang serai,
6.    15 bunga cengkeh,
7.    1 buah pala,
8.    1 buah jeruk purut,
9.    2 bunga waru, dan
10.    3 jari gula jawa.

Cara membuatnya:

1.    Semua bahan dimasukkan dalam panci dan dicuci bersih.
2.    Tambahkan 4 gelas air dalam panci yang berisi semua bahan.
3.    Rebus bahan-bahan tadi sampai airnya tinggal 2 gelas
4.    Air rebusan disaring dan diminum 3x sehari.
  • Obat kurang nafsu makan

Ternak yang kelihatan lesu dan tidak mau makan karena habis sakit bisa juga diberi obat dari daun pepaya.

Bahan-bahan yang diperlukan :

•    2 helardairi pepaya yang segardanmuda
•    Madu 1 sendok makan

Cara pembuatannya:

1.    Cuci daun pepaya sampai bersih.
2.    Tumbuk daun pepaya sampai halus.
3.    Tambahkan 1 cangkir air matang dan 1 sendok makan madu pada campuran tumbukan daun pepaya tadi.
4.    Peras dan saring tumbukan daun pepaya tadi.
5.    Hasilnya diminumkan pada ternak sebanyak 3x.

Selain untuk obat masrakat kedua gangguan vpada ternak tadi, daun pepaya juga dapat dipakai untuk obat tradisional pada penyakit:
1.    Malaria,
2.    Obat pelancarASI,
3.    Obat kanker,
4.    Obat kaki gajah, dan
5.    Obat kejengkolan.

Akar pohon pepaya

Akar pohon pepaya ternyata juga bermanfaat sebagai obat tradisional bagi ternak, yaitu sebagai:
  • Obat cacingan

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain:

1.    2 jari akar pohon pepaya,
2.    3 butir bawang putih.
3.    2 jari gula jawa.

Cara pembuatannya:

1.    Semua bahan dimasukan panci
2.    Cud bersih semua bahan tadi dalam panci
3.    Rebus bahan tadi dengan menambahkan 3 gelas air.
4.    Bahan direbus terus sampai airnya tinggal 1,5 gelas.
5.    Setelah dingin air rebusan disaring dan diminumkan 3x
  • Obat digigit hewan berbisa (ular, kalajengking, kelabang)

Apabila ternak digigit hewan berbisa, segera beri pertolongan untuk mencegah penyebaran bisa, yaitu dengan mengikat aliran darahnya. Beri jamu/obat tradisional dari akar pohon pepaya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

5 jari akar pohon pepaya
Cara pembuatan obat tradisional:
1.    Akar pohon pepaya dicuci bersih
2.    Timbuklah sampai halus
3.    Tambahkan air secukupnya sampai emnjadi bubur
4.    Bubur dari akar pepaya tadi dibalutkan pada luka bekas gigitan.
5.    Balutan diganti 2x sehari.

Selain untuk obat cacing dan obat digigit hewan berbisa, akar pohon pepaya bisa juga untuk menolong ternak yang mengalami gangguan pada saluran pengeluaran, seperti halnya pada manusia misalnya:
1.    Batu ginjal.
2.    Radang ginjal.
3.    Sakit/radang pada kandung kemih.

Biji Pepaya

Jadi selain daun, buah, dan akar, ternyata biji dari buah pepaya juga dapat dijadikan sebagai obat untuk ternak, yaitu untuk obat penyakit cacingan.
Bahan yang dibutuhkan antara lain:
1.    2 sendok biji buah pepaya.
2.    1 sendok makan madu.

Cara pembuatanya:

1.    Cuci bersih biji buah pepaya
2.    Tumbuklah sampai halus
3.    Seduhlah dengan 1 gelas air panas.
4.    Tambahkan 1 sendok madu
5.    Minumkan pada ternak hangat-hangat.
6.    Lakukan hal ini berulang-ulang agar cacing gelang dari perut ternak dapat keluar.

Bagi manusia, selain untuk obat cacingan biji pepaya juga dapat dijadikan sebagai obat penurun demam, yaitu dengan menambahkan cuka dan dibalurkan pada seluruh tubuh.
Biji pepaya juga dapat mengobati tumbuhnya uban yang muncul sebelum waktunya, yaitu dengan disangrai kemudian ditumbuk halus dan ditambah minyak kelapa unutuk digosok pada bagian kepala yang beruban.

Buah Pepaya

Buah pepaya banyak mengandung vitamin A yang sangat banyak dibutuhkan untuk kesehatan syaraf mata, demikian juga untuk ternak yang membutuhkan penglihatan yang baik. Selain untuk kesehatan mata, buah pepaya juga dipakai untuk:
  • Obat sembelit

Sembelit adalah gangguan pencernaan berupa kesulitan buang air besar. Ternak akan merasa gelisah, perutnya membesar, dan berteriak-teriak terus.
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
•    satu buah pepaya masak
•    garam

Cara pembuatannya:

1.    Kupaslah buah pepaya yang masak
2.    Cuci bersih dengan air matang tambahkan garam
3.    Potong kecil-kecil
4.    berikan pada ternak sampai dapat buang air besar.
Obat tidak ada nafsu makan
prosedur pembuatan    obat/jamu tradisionalnya hampir sama dengan bahan ,1 yang dibuat dari daun pepaya hanya saja daun pepaya diganti dengan buah pepaya.
5.    Getah pohon pepaya atau getah pepaya yang masih muda.
Apabila ternak kita mengalami luka baik itu luka terkena benda tajam atau terkena luka bakar, bisa kita tolong dengan memberikan getah pohon pepaya atau getah dari buah pepaya muda. Niscaya akan mencegah timbulnya luka melepuh dan menghilangkan rasa sakit.

Artikel sebelumnya yang bisa anda baca (klik untuk membaca) :

Cara Ternak Kelinci
Cara Budidaya Ikan Louhan
Ternak Bebek Peking

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 11:06 PM

Cara Merawat Kenari dan Pemberian Pakan Kenari

Kalau kita yang baru memulai memelihara atau beternak kenari mungkin masih bingung cara merawat kenari yang baik, dicatatan kali ini kita akan coba membahas cara merawat kenari dari berbagai fase umur. 

Pada catatan sebelumnya kita telah membahas secara singkat langkah-langkah beternak atau budidaya kenari Yorkshire yang mana dicatatan itu baru samapai pada penyapihan anak kenari belum sampai pada cara merwat kenari dan pemberian pakan kenari.

Pada dasarnya cara merawat kenari Yorkshire sama halnya seperti perawatan kenari local lainnya, namun ada beberapa hal yang sedikit berbeda, hal-hal apa sajakah itu? Mari kita lihat catatan dibawah ini_

cara merawat kenari, tips merawat burung kenari, pemberian pakan kenari, cara merawat burung kenari, merawat kenari, cara merawat burung kenari Lomba

Perawatan pada Anak Kenari yang Baru Lepas Sapihan

Pada masa ini biasanya anak kenari sudah dilepas oleh kedua induknya, setelah dijaga dan diberi makan selama kurang lebih 2 minggu. Setelah 2 minggu anak kenari baru bisa berdiri tetapi masih belum bisa makan sendiri, nah disinah peran kita harus bisa menggantikan induk kenari yaitu dengan cara menyuapi anak kenari tersebut hingga mereka berumur 3 minggu atau setelah anak kenari bisa makan sendiri.

Makanan yang diberikan pada anak kenari harus pakan yang lembek dan halus sehingga anak kenari dapat makan karena mudah dicerna. 

Untuk komposisi pakan anak kenari terdiri dari adonan halus roti tawar yang dicampur dengan kuning telur rebus  dengan perbandingan 3:1, kemudian tambahkan racikan daun selada yang dilumat atau dihancurkan bersama-sama dengan kroto, bisa juga ditambahkan produk multivitamin.

Alat bantu untuk menyuapinya bisa kita buat sendiri dari bamboo dan dibuat ukuran sesuai lebar paruh anak kenari.


Cara Merawat Anak Kenari usia 25-30 hari

Perlu diketahui juga, apabila proses penyapihan dilakukan ketika anak kenari berumur sekitar 3 minggu, kita tidak perlu menyuapi anak kenari karena mereka sudah bisa makan sendiri. Pada saat setelah, anak burung bisa dipindahkan ke kandang umbaran yang mempunyai ukuran lebih luas, yakni sangkar/kandang bersama yang bisa dihuni 4-5 ekor burung sekaligus. Di kandang umbaran ini, anak kenari bisa bergerak dengan bebas, termasuk belejar menggerakkan sayapnya untuk terbang dan berlompatan dari satu tempat ke tempat lain.

Pada masa ini, pakan yang diberikan sebagian besar masih berupa pakan halus seperti pada masa pascasapih, tapi sudah mulai ditambahkan atau diperkenalkan dengan beberapa biji-bijian yang dihancrurkan atau di lumatkan, mulai dari biji kenari, biji lobak, biji nigger, dan biji lainnya. 

Selain itu, kenari juga sudah mulai diberi pakan sayur dan buah-buahan segar seperti selada, oyong,  dan irisan apel merah.Selain itu,  kenari juga sudah mulai diberi pakan sayur dan buah-buahan segar seperti selada, oyong, dan irisan apel merah. 

Produk vitamin juga sudah mulai diberikan, yakni dengan mencampurkannya ke dalam air minum.Untuk menghangatkan kondisi kandang pada waktu cuaca dingin bisa menggunakkan bola lampu sebagai pemanas pada ruangan kandang.

Cara Merawat anakan umur 4-5 minggu

Setelah anak kenari berumur sekitar 4-5 minggu, mereka harus dipindahkan dari sangkar/kandang bersama yang bisa dihuni 4-5 ekor burung sekaligus ke sangkar yang lebih besar yang akan dihuni oleh dua ekor burung per sangkar. Pada masa ini, untuk mendukung stamina tubuh, anak kenari sesekali diberi  pakan kroto, kuning telur rebus, irisan apel, atau telur puyuh secara bergantian setiap harinya. 

Hal yang perlu di ingat adalah kenari yang di masukkan dalam kandang/sangkar yang baru ini haruslah mempunyai umur yang relative sama. Tujuannya agar  tidak ada salah satu burung yang mendomonasi atau sebaliknya justru minder, atau berebut makanan sehingga akan mengganggu proses pemeliharaan. 

Namun, bagi anak Yorkshire jantan yang memang sudah di rencanakan untuk menjalani pemasteran (proses pengisian suara) semenjak usia dini, pada  umur te rsebut anak soliter untuk selanjutnya menjalani serangkaian perawatan khusus dalam proses mastering tersebut. Hanya saja, dalam umur tersebut tentunya peternak harus jeli dalam melakukan identifikasi jenis kelamin kenari, mengingat alat kelamin maupun penampilan fisik burung  belumlah sempurna.

Cara Merawat Kenari umur 3-5 bulan

Setelah berumur antara 3-5 bulan, burung kenari muda akan selesai mengalami pergantian bulu untuk yang pertama kalinya. Selesai mengalami pergantian bulu untuk yang pertama kalinya. Kenari pada masa inilah, peternak sudah mulai melakukan proses seleksi bibit dengan memilih bibit yang bagus dan memisahkan bibit yang kurang bagus, dan seleksi jenis kelamin (sexing) yakni melakukan pemisahan antara kelompok kenari jantan dari kelompok kenari betina.

Burung kenari  berkelamin jantan seterusnya akan mulai dipelihara secara soliter di sangkar tunggal, sedangkan kenari betina dibiarkan hidup bersama di kandang umbaran atau kandang penangkaran.

Pemisahan antara kelompok kenari jantan dan betina ini juga ditujukan untuk mempercepat proses kematangan seksual burung, sehingga nantinya setiap burung bisa sesegera mungkin dijodohkan untuk kemudian menghasilkan anakan baru.

Setelah memasuki fase ini, kenari sudah bisa diberikan segala macam pakan, baik dari jenis biji-bijian, sayuran, buah-buahan, tepung roti, serangga, maupun pakan ekstra seperti kroto, telur puyuh, dan sebagainya. Kenari juga sudah mulai sesekali dimandikan dan dijemur. 

Biasanya setelah berumur 5 bulan, kenari muda sudah rajin belajar bernyanyi dan karakter suaranya mulai tampak setelah mendekati umur 7 bulan. Namun, kematangan lagu suara kenari Yorkshire jantan biasanya baru akan tampak jelas ketika berumur di atas 9 bulan atau ketika sudah benar-benar dewasa.

Cara Merawat Kenari Yorkshire Dewasa

Setelah kenari memasuki umur 7 bulan sudah di anggap sebagai kenari dewasa lantaran organ seksualnya sudah berkembang sempurna sehingga sudah mengalami birahi. Namun birahi sempurna pada kenari betina barulah didapatkan pada umur di atas 8 bulan, sedangkan kenari Yorkshire jantan ketika usianya mendekati satu tahun. Maka ideal untuk memjodohkan burung kenari Yorkshire usia untuk betina di atas 9 bulan dan yang jantan usianya di atas satu tahun.

Untuk kenarai jantan yang dipersiapkan untuk dikonteskan harus rajin dimandikan dan dijemur setiap hari, dan diberi kroto maupun vitamin untuk menambah stamina burung, untuk mendapatkan volume suara  yang lantang jangan terlalu banyak diberi makanan yang mengandung lemak.

Kecuali kalu kenari mau dijodohkan maka harus diberikan pakan yang ektra termasuk lemak, apalagi bagi kenari betina yang akan betelur dan mengerami. Makanan yang diberikan seperti asinan ikan sotong (bagus terhadap kulit telur), biji niger (untuk mempelancar keluarnya telur), grit (membantu proses pencernaan).

Artikel lain yang dapat anda baca (klik untuk membaca) :

Cara Budidaya Ulat Hongkong
Cara Ternak Jangkrik
Cara Menjinakan Burung Parkit

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

(Sumber Buku: Menangkarkan Kenari Yorkshire sebagai Komoditi Bisnis & Hobi, Penutur Ahli: Brigjend (Purn) BRM. Noeryanto).


Tonie - 3:21 AM

Ternak Kenari atau Cara Beternak Kenari Yorkshire

Bapak saya dulu (tahun 1996-an) hobiis burung ocehan, salah satunya burung kenari. Bahkan saking sukanya terhadap burung yang satu ini sampai-sampai berani mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi mendapatkan burung yang menurutnya memiliki “kualitas yang tinggi”, dengan tujuan ingin mendapatkan induk untuk ternak kenari atau beternak kenari.

Ternak Kenari, cara beternak burung kenari, budidaya kenari yorkshire, cara ternak burung kenari york shire, ternak burung kenari, burung kenariSetelah saya perhatikan sampai saat ini, ternyata burung mungil yang satu  ini tidak habis-habisnya digemari banyak orang, tidak seperti burung ocehan yang lainnya yang mengalami masa penurunan yang drastis dalam perkembangannya. Bahkan sekarang burung kenari menjadi buah bibir banyak kalangan karena dengan ternak  kenari banyak yang sukses dengan keuntungan materi yang cukup besar.

Apalagi sekarang sudah ramai dengan jenis burung kenari Yorkshire, yang menurut asal usulnya burung tersebut berasal dari benua Eropa. Di Indonesia jenis burung ini masih terbilang baru, walaupun demikian tetapi peminatnya cukup banyak bahkan sekarang banyak yang mencoba budidaya kenari Yorkshire atau ternak kenari Yorkshire.

Disini saya akan berbagi sedikit informasi tentang cara ternak kenari Yorkshire,  namun sebelumnya saya kasih tau bahwa cara di bawah ini pada dasarnya banyak kesamaan dengan cara ternak kenari lokal.
oke langsung saja kita lihat tahapan atau langkah-langkahnya_

ciri-ciri indukan kenari jantan yang siap dikawinkan

  • Pada bagian alat kelaminnya atau vent akan terlihat menonjol atau lancip, karena hormonnya sudah meninggkat.
  • Kenari jantan akan sering berkicau atau gacor, bahkan pada tenggeran dia akan sering bergerak dengan kaki yang berganti-ganti dengan menggerakan badannya.
  • Ketika didekatkan dengan sangkar kenari betina dia akan cepat menghampirinya seolah-olah akan mengejar si betina.

Ciri-ciri indukan  kenari betina yang siap kawin

  • Ketika didekatkan dengan sangkar jantan, kenari betina akan menggelapar-geleparkan sayapnya dan tubuhnya berjongkok.
  • Bulu pada bagian dadanya akan sedikit rontok, kloakanya akan terlihat bengkak karena hormonnya yang mulai meningkat.
  • Atau kita bias mencoba memasukkan bahan sarang dengan berserserakan kedalam sangkar betina, apabila ia membereskannya berarti burung ini sudah siap dikawinnkan.
  • Untuk menjaga kedua indukan tersebut, kita harus memperhatikan bahan makanan supaya stamina keduanya benar-benar fit ketika dijodohkan. Makanan yang baik seperti untuk menjaga stamina indukan tersebut diantaranya, telur puyuh, kroto,  kuning telur yang dicampur dengan susu bubuk atau biscuit kemudian kita lumatkan.
  • Kemudian kita persiapkan sangkar khusus untuk tempat bertelur dan pengeraman sebelum kedua indukan ini dikawinkan.

Cara Menjodohkan Burung Kenari

  • Kedua indukan ini masukan dalam sangkar ganda atau sangkar yang di tengah – tengahnya terdapat sekat, dengan tujuan agar kedua indukan ini tidak langsung bersentuhan fisik tetapi bisa saling menarik perhatian terlebih dahulu, apabila kedua indukan ini saling merespon berarti keduanya sudah siap disatukan.
  • Ciri keduanya sudah cocok ditandai dengan suara jantan yang terus mengoceh dan yang betina mengeleparkan sayapnya sambil berjongkok-jongkok seolah-olah minta dikawin, dan sesekali kedua indukan ini akan melakukan ciuman seperti menyuapi anaknya, dan terakhir ketika malam kenari betina dan jantan akan tidur secara berdekatan walaupun sarangnya disekat.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk menjodohkan kenari tergantung pada respon kedua indukan tersebut, mungkin lama atau sebentar.

Setelah keduanya saling tertarik maka keduanya bisa disatukan dalam satu sangkar yang ukurannya lebih besar, apabila menggunakan sangkar ganda maka sekat di tengah sangkar dapat dicopot. Setelah disatukan tidak akan lama kenari jantan akan mengawini kenari betina.

Ternak, Kenari, cara, beternak, kenari, budidaya, kenari yorkshire

Proses mengawinkan kenari Yorkshire yang perlu diperhatikan

  • Kenari yang kondisinya sedang pergantian bulu atau mabung tidak boleh dikawinkan atau dijodohkan.
  • Mengawinkan kenari Yorkshire sebaiknya tidak dilakukan pada waktu pagi hari sebelum yokshire jantan dimandikan dan dijemur.
  • Jangan mengawinkan kenari Yorkshire yang masih satu keturunan atau satu bibit, karena akan berpengaruh pada hasil anakan yang dihasilkan (kualitas yang dihasilkan kurang baik).
  • Cara menyiasati kenari Yorkshire jantan yang tidak mau kawin walaupun keduanya sudah terlihat birahi bisa dengan cara mengambil kenari jantan lain yang sudah birahi atau gacor, kemudian bisa didekatkan dengan sangkar yang berisi  pasangan kenari yang sudah dijodohkan.
Apabila sudah didapat pasangan kenari yang menghasilkan anakan yang berkualitas, maka pasangan indukan tersebut bisa dijodohkan kembali dan tidak menjodohkan dengan kenari lain.

Cara Memeriksa Kesuburan Telur

Setelah masa pengerama terkadang kita menemukan telur burung kenari yang tidak menetas, hal tersebut diakibatkan ada beberapa factor yang mengakibatkan telur tersebut tidak menetas, namun untuk menyeleksi telur yang baik untuk dierami kita bisa melakukan dengan langkah sebagai berikut;

Pada hari ke 5 atau 8 semenjak awal pengeraman, kita bisa menyeleksi langsung telur yang ada dengan meneropong telur tersebut dengan menggunakan kertas yang digulung lalu telur tersebut diterangi dengan menggunakan lampu senter atau dibiarkan terkena sinar matahari.

Setelah diteropong, pada telur yang subur siap tetas terdapat  titik darah berakar, sedangkan pada telur yang tidak subur tidak terlihat titik darah dan terlihat terang karena tidak ada titik darah. Hal ini penting dilakukan supaya induk burung tidak terlalu lama mengerami telur yang tidak menetas, dan telur  yang membusuk dapat mengeluarkan gas amoniak dan CO2 yang dapat membahayakan kesehatan induk maupun embrio telur yang masih subur.

Proses Pengeraman

Setelah kedua indukan melakukan perkawinan kurang lebih 4-6 hari, maka indukan betina akan sibuk menyiapkan sangkar yang sudah dipersiapkan, biasanya sangkar yang sudah dipersiapkan ditata ulang oleh induk betina dan tidak lama induk betina akan mengeluarkan telur.

Biasanya kenari Yorkshire maksimal 4 butir dalam sekali produksi, dan akan dieramai oleh sang induk, namun apabila induk jantan tidak dipisahkan maka pengeraman akan dilakukan secara bergantian. Dan rata-rata telur kenari yang bagus atau subur akan menetas pada hari ketiga belas atau ke empat belas.

Makanan Kenari Pada Waktu Mengerami

Makanan yang baik untuk indukan kenari yang sedang mengerami diantaranya:  biji-bijian yang banyak menganduk lemak seperti  biji lobak,biji hemp, dan biji niger, makanan lunak dari tepung roti dan kuning telur. Pakan serangga seperti: kroto dan ulat bambu. Sayuran seperti: daun selada dan daun sawi,  dan telur puyuh rebus, dan juga tambahan multivitamin.

Pemberian 2 tetes minyak gandum yang dicampurkan kedalam pakan biji-bjian dapat menambah stamina induk burung, atau bisa juga ditambahakan tulang ikan sotong untuk menambah kalsium.

Setelah Menetas

Pada hari ke sebelas pengeraman atau dua atau tiga hari menjelang menetas indukan kenari harus dibiasakan diberi makanan yang lembek atau lunak yang nantinya akan berguna bagi anak kenari yang baru menetas.

Makanan lunak tersebut  terbuat dari: biscuit yang dilumatkan bersama kuning telur segar, pakan telur puyuh rebus, atau pakan dari biji-bijian, dan lain-lain. Kemudian bisa diberikan pakan dari jenis kecambah biji-bijian seperti: biji kenari, milet putih, dan biji sawi selama dua malam.

Untuk kuning telur apabila tidak habis dalam waktu 12 jam, maka kuning telur tersebut harus cepat diganti dengan yang baru agar tidak meracuni pada burung. Selain makanan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak kenari. Setelah telur menetas maka anak burung akan mendapat makanan yang dilolohkan induk kenari.

Penyapihan Anak Kenari

Biasanya pada umur 14 atau 15 hari anak kenari sudah mulai disapih atau dipisahkankan dari induknya, perlakuan ini agar induk kenari segera memulihkan kondisi tubuhnya yang sangat lemah setelah mengalami proses pengeraman dan merawat anak-anaknya.

Setelah dipisahkan sangkar yang sudah digunakan dibersihkan, kemudian wadah sarang dibersihkan agar nanti bisa dipakai kembali, kemudian sarang bekas eraman yang berisi kotoran dan pecahan kulit telur harus segera dibakar atau dibuang agar kuman-kuman yang ada langsung musnah.

Untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari kuman, lokasi sekitar sarang pengeraman dibersihkan dan disemprot menggunakan disinfektan atau pembunuh kuman seperti tepung kapur (ditabur sekitar lokasi), cairan kapur + garam + air, Lysol, sabun deterjen, air mendidih, alcohol, ammonia, jodophor, dan sebagainya. 
Dicatatan selanjutnya kita akan membahas Cara Merawat Kenari Yorkshire Dan Cara Merawat Burung Kenari Agar Juara Lomba

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


(Sumber Buku: Menangkarkan Kenari Yorkshire sebagai Komoditi Bisnis & Hobi, Penutur Ahli: Brigjend (Purn) BRM. Noeryanto).






Tonie - 12:49 AM

Budidaya Bebek Peking dan Ternak Bebek

Ada beberapa hal yang menjadikan bebek peking banyak diminati sebagai pelengkap lauk-pauk dalam kebutuhan makanan sehari-hari di masyarakat, salah satunya adalah kandungan gizi yang terdapat dalam daging bebek  tersebut yang cukup tinggi.


budidaya, bebek, peking, ternak, beternakApalagi pada masa sekarang olahan daging bebek dapat dibuat bervariasi tidak kalah dengan olahan daging jenis lainnya. Oleh sebab itu banyak para peternak di Indonesia yang mencoba mengembangkan ternak bebek peking menjadi budidaya bebek peking demi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Di catatan kali ini kita akan mengetahui tahapan-tahapan atau cara budidaya bebek peking secara singkat, meskipun penjelasan dibawah ini tidak begi rinci namun tahapan-tahapan ini bisa dijadikan patokan bagi para peternak yang ingin mencoba memulai budidaya bebek peking.

Tahapan awal budidaya bebek peking hampir sama dengan cara ternak bebek pada umumnya diantaranya:

Lokasi Kandang:

lokasi untuk untuk kandang harus jauh dari tempat keramaian atau pemukiman penduduk, mudah dijangkau untuk tranportasi, dan kondusif bagi produksi maupun produktivitas ternak.

Sarana dan Peralatan:

Persyaratan temperature kandang ± 39°C.
Kelembaban kandang berkisar antara 60 – 65%.
Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuaidengan fungsi bagian-bagian kandang.

Kemudian untuk kandang, ada tiga variasi atau model yang bisa digunakan:
  • Kandang untuk anak bebek (DOD) untuk masa ini bisadisebut juga kandang box, dengan ukuran 1- 2 m, mampu menampung 50 ekor DOD.
  • Kandang Brower (untuk bebek remaja) atau disebut juga model kandang Ren atau kandang kelompok.
  • Kandang layar (untuk bebek masa bertelur) modelnya bisa seperti kandang baterei yang berisi satu atau dua ekor dalam satu kotak, atau untuk ukuran 3 x 2 m bisa digunakan bebek dewasa yang bertelur dengan kapasitas 30 ekor.

Untuk jenis kandang ini kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita, apakah untuk bebek pedaging atau untuk bebek petelur. Dalam budidaya bebek peking tentunya keduanya perlu diperhatikan, seperti halnya ada kandang basahan dan ada kan kering yang keduanya sangat menunjang bagi perkembangan bebek.

System kandang basah:

Dimana dalam kandang tersebut ada kolam untuk minum maupun berenang bebek, keunggulannya ialah untuk pembudidayaan bebek petelur yang mau ditetaskan maka system ini cukup bagus, karena dengan system bahasahan ini intensitas kawin akan lebih tinggi.

System kering:

Untuk system ini tentunya tidak ada kolam di dalam kandang, walaupun ada air namun untuk keperluan air minim saja, kelebihan system kering ini adalah bebek dapat berproduksi secara optimal, karena energy yang diperoleh dari makanan sepenuhnya untuk memproduksi telur, selain itu bau yang disebabkan oleh kotoran dapat berkurang dan lahan untuk kandang tidak terlalu luas.

Pemilihan Bibit

Untuk melakukan pemilihan bibit biasanya dilakukan tiga cara:
  • Membeli telur tetas dari induk bebek yang dijamin keunggulannya.
  • Memelihara induk bebek yaitu pejantan dan betina bebek unggul  untuk memdapatkan telur tetas, kemudian meletakkannya pada sarang mentok atau menggunakan mesin tetas.
  • Membeli DOD (Day Old Duck) yang memiliki kualitas dan jaminan dari pihak penjual.

Pemberian pakan.

Pemberian pakan bebek tersebut dalam 3 fase, yaitu fase stater (umur 0-8 minggu), fase grower (umur 8-18 minggu) dan fase layar ( umur 18-27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara member pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
  • Umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder).
  • Umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran di lantai
  • Umur 21 hari sampai 18 minggu disebar di lantai
  • Umur 18-72 minggu, ada 2 cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberin pakan bebek secara ad libitum (terus menerus).

Pemberian minuman bebek, berdasarkan pada umur bebek juga yaitu:

  • Umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar mimun ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
  • Umur 7-28 hari, tempat minum di pinggir kandang dan air minum di pinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
  • Umur 28 hari-afkir,tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10  cm untuk 200 – 300 ekor. Tiaphari dibersihkan.

Hama dan Penyakit

  • Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret,lumpuh, tinja kuning kehijauan
Pengendalian: sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilan pada urat daging dada dengan dosis sesuai label ubat.
  • Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatab dengan furazolidone melalui pakan dengan pakan konsentrasi 0,04 % atau dengan  sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.
  • Salmonellosis (Pullorum + berak kapur)
Penyebabnya bakteri salmonella pullorum, bila menyerang bebek umur 3-15 hari berakibat kematian tinggi.
Tanda penyakit yang Nampak adalah adanya kotoran warna putih lengket seperti pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk kedinginan, cepat terengah-engah,bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi kelumpuhan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta makanan dan  minum. Isolasi bebek yang sakit. Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan antibiotic.
  • Penyakit Botulismus
Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman clostridium botilinum, yang sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Bebek yang digembalakan sering memakannya. Tanda penyakit adalah bebek lesu, lemah, lumpuh,pada leher kaki dan sayap, kadang- kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontok.
Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar.
  • Penyakit Cacing
Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada bebek yang dilepas.
Tanda penyakit adalah nafsu makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun. Pencegahan harus dijaga kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan makan, minum.
Pengobatan dengan memberikan obat cacing minimal 3 bulan sekali.

Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur

Bebek peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikategorikan sebagai bebek layer karena pada saat ini kondisi bebek sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. 

Bebek-bebek tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang bebek dewasa, kandang bebek ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi bebek dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1: 4 (1 jantan disbanding 4 betina). 

Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yabg siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan bebek peking. Kapasitas di kandang dewasa sekitar 3-5 ekor/m persegi.

Pemeliharaan Penggemukan

Apabila kita beternak bebek peking dengan tujuan penggemukan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu  dari bebek berumur 1 (satu ) hari sampai bebek peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik, berat badab bebek peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55-60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya bebek-bebek yang dipelihara untuk tujuan ini adalah bebek peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.

Sebagai gambaran perbedaan daging bebek dengan ayam ras dengan waktu pemeliharaan sekitar 53-55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2-1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging bebek peking melebihi berat dari pada daging ayam ras pedaging.

Syarat pakan yang baik

Syarat pakan yang baik untuk ternak bebek adalah sebagai berikut:
  • Ransum disusun dari bahan-bahan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti protein, lemak, serat kasar, vitamin dan mineral. Susunlah dari beberapa jenis bahan makanan, semakin banyak ragamnya semakin baik, terutama dari sumber protein hewani.
  • Setiap bahan makanan digiling halus, kemudian dipadatkan dalam bentuk pil tau butiran, agar jangan banyak tercecer waktu bebek memakannya. Bahan yang biasa digunakan untuk pakan bebek adalah; dedak, jagung, bungkil kedele, bungkil kelapa, lamtoro, ikan, bekicot, remis, sisa dapur, tepung tulang, kepala/kulit udang dan lain-lain.
  • Jumlah pemberian dan kadar protein disesuaikan dengan umur pertumbuhan dan produksi telur.
  • Tempat makanan harus dicegah jangan sampai tercenar jamur ataupun bakteri. Jadi harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.
  • Sesuaikan jumlah tempat makanan dan minuman dengan jumlah bebek, agar jangan saling berebutan pada waktu makan. 
Artikel sebelumnya yang adapat anda baca (klik untuk membacanya) :
Cara Beternak Ayam Petelur
Cara Ternak Ayam Bersama Ikan
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

(Sumber Buku: Beternak BEBEK PEKING Jurus Ampuh Meraih Untung dalam 2 Bulan, Penulis: Iwan Putranto, S.Pt.)


Tonie - 12:01 AM

Wednesday, August 7, 2013

Budidaya Ikan Bawal dan Ternak Bawal di Kolam Terpal

Wednesday, August 7, 2013

Budidaya ikan bawal dan ternak bawal di kolam terpal banyak dilakukan oleh para peternak ikan bawal air tawar di Indonesia, hal itu dikarenakan bahan dan tempat untuk budidaya sangat mudah dijangkau atau didapat tanpa harus membutuuhkan bahan dan lahan yang luas.


Budidaya, ikan, bawal, ternak, bawal, kolam, terpal
Ikan bawal air tawar sangat tinggi peminatnya, karena ikan bawal air tawar tidak jauh berbeda dengan ikan bawal air asin yang memiliki kualitas gizi dan tektur dagingnya yang cukup tebal. Maka tidak heran banyak peternak ikan yang melirik budidaya ikan bawal ini.

dibawah ini ada tahapan atau langkah-langkah singkat untuk memulai beternak bawal atau budidaya ikan bawal

PEMBUATAN KOLAM TERPAL

Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu
Kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu adalah kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Umum¬nya kolam yang dibuat disesuaikan dengan ukuran terpal, misalnya ukuran kolam 2 x 3 x 1 m, 4 x 5 x 1 m, 6 x 4 x 1 m, atau 4 x 8 x 1 m.

Langkah-langkah pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu sebagai berikut. 

  • Persiapkan la¬han untuk kolam terpal. Bersihkan dari benda-benda yang mengganggu, seperti rumput, pepohonan yang rimbun, dan ratakan tanah. 
  • Jika tanah tidak rata karena miring, maka tanah diratakan dengan menggunakan pelepah pisang atau sekam padi. Kedua bahan ini selain berfungsi meratakan ta-nah, juga dapat menstabilisasi suhu. Karena berfungsi sebagai stabilisator suhu, maka pelepah pisang atau sekam padi tetap digunakan, sekalipun tanahnya rata. Ketebalan pelepah pi-sang atau sekam padi sekitar 10 cm.
  • Siapkan tonggak atau tiang bambu atau kayu. Kemudian tancapkan tiang utama di setiap sudut kolam. Jika kolam terpal yang dibangun lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi. 
  • Untuk pembuatan kerangka, bambu atau kayu yang telah di¬pilih dipotong-potong sesuai ukuran kolam terpal yang akan dibuat. Untuk menyatukan kerangka ke tiang digunakan paku ukuran 7 cm atau 9 cm. Bisa juga mengikat dengan menggunakan tali atau kawat. 
  • Untuk membuat dinding bisa menggunakan bambu, kayu, atau papan. Bahan dibersih¬kan dan dipotong sesuai ukuran, kemudian dipakukan pada kerangka. Jika menggunakan bambu, maka pada saat me¬maku harus dilakukan secara hati-hati agar tidak pecah. 
  • Jika kerangka sudah terbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m, maka perlu diatur kemiringan ke salah satu sisi un¬tuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenan ikan. 
  • Setelah kerangka kolam terpal selesai dibuat, selanjutnya memasang plastik terpal. Siapkan terpal sesuai ukuran ko-lam. Untuk kolam ukuran 6 x 4x 1 m digunakan terpal 8 x 6 m, sedangkan untuk kolam ukuran 4x 5x 1 m digunakan terpal ukuran 6 x 7 m. Terpal dipasang dengan baik hingga merapat ke tepi. Bagian sudut dapat dilipat. Agar plastik ter¬lihat rapi dan tidak mengerut, di bagian dinding kolam paling atas dijepit dengan bilah bambu. 
  • Di salah satu sudut yang telah diatur kemiringannya dipasang paralon sebagai saluran pembuangan air. Terpal disobek sedikit dengan cara menggun¬tingnya berbentuk bintang agar bisa dipasang bengkokan pipa (knee). 
  • Selanjutnya, kolam terpal dusi dengan air hingga mencapai kedalaman sesuai dengan kebutuhan pemelihara¬an ikan. Kolam terpal diperiksa untuk memastikan bahwa kolam telah kokoh dan tidak ada kebocoran pada terpal. Bila ada kebocoran, segera lakukan penambalan.

Kolam Terpal dengan Dinding Tanah

Kolam terpal dengan dinding tanah adalah kolam ter-pal di bawah permukaan tanah. Biasanya kolam terpal ini dibangun pada tanah yang porous. Kelebihan kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah suhu air lebih stabil diban¬ding kolam terpal yang dibangun di atas permukaan tanah. Membangun kolam terpal dengan dinding tanah pun cukup mudah.


Urutan-urutan pembuatan kolam terpal dengan dinding tanah sebagai berikut. 
  • Persiapkan lahan untuk kolam ter-pal. Bersihkan dari benda-benda yang mengganggu, seperti rumput dan pepohonan yang rimbun. 
  • Jika ingin membuat kolam terpal 6 x 4 m, maka dilakukan penggalian tanah seda¬lam 50-60 cm. Rapikan galian dan bentuk pematang. 
  • Jika kolam sudah terbentuk, maka plastik terpal ukuran 8 x 6 m siap dipasang. Pasang terpal hingga merapat ke tepi. Bagian atas terpal dapat dijepit atau ditimbun dengan tanah agar tidak terkulai. 
  • Selanjutnya pasang pipa paralon atau pipa PVC dan siap diisi air. 
  • Untuk mencegah kolam dari banjir ketika terjadi hujan deras, dibuat tanggul penahan yang tinggi.

PEMELIHARAAN BAWAL AIR TAWAR

Kolam terpal dapat digunakan untuk pemeliharaan bawal air tawar, baik untuk memproduksi benih, ikan bias, ikan konsumsi maupun untuk ikan yang ditujukan pada kolam pemancingan Produksi benih yang dimaksud di sini adalah kegiatan pendederar untuk menghasilkan benih yang berukuran lebih besar. Sedangkar produksi ikan konsumsi disebut pembesaran, yakni kegiatan peme liharaan benih untuk menghasilkan ikan dengan tujuan konsumsi

Sebelum digunakan, kolam terpal harus disiapkan, terutama membentuk kestabilan air di kolam. Setelah kolam selesai dibuat, bilas terlebih dahulu untuk menghilangkan segala kotoran yang melekat pada terpal. Masukkan air ke dalam kolam hingga sesuai kebutuhan. 

Kemudian kolam ditutup dan dibiarkan selama 2-3 hari. Untuk menjaga sterilitas, kolam terpal dapat diberi per¬lakuan tradisional berupa memberi tumpukan daun pepaya atau daun ketepeng (Cassia alata) yang dibiarkan selama 5-7 hari. Daun pepaya berfungsi sebagai antiseptik. Selanjutnya benih bawal siap ditebar.

Benih yang digunakan untuk kegiatan pembesaran di kolam terpal, harus dipilih benih yang telah mencapai ukuran panjang 5-8 cm atau berat 20-30 g/ekor. Padat penebaran di kolam terpal antara 50-70 ekor/m2.

Selama pemeliharaan, bawal diberikan pakan berupa pelet sebanyak 3-4% bobot ikan per hari. Pakan yang diberikan me¬ngandung protein antara 25-27%. Pakan diberikan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Bawal juga dapat diberi pakan tam¬bahan berupa nasi sisa, roti kering sisa, dan lain-lain.

Agar membuat ikan kebal terhadap serangan penyakit dapat digunakan vitamin C dosis 250-500 mg/kg berat tubuh selama be¬berapa hari. Atau menggunakan probiotik sebagai imunostimulan, misalnya lipopolisakarida 10 mg/1 untuk mempertahankan stami¬na ikan. Penggunaan vitamin dan probiotik telah umum digunakan untuk budi daya ikan dan udang untuk meningkatkan kekebalan.

Selama kegiatan pemeliharaan ikan, kolam harus dijaga ke-bersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam terpal secara rutin dibersihkan dengan melakukan penyiponan tiap 15-20 hari sekali. Dengan melakukan penyiponan secara rutin, dasar kolam tidak mengan¬dung bahan-bahan berbahaya bagi ikan budi daya.

Untuk menghasilkan bawal ukuran 300-400 g/ekor, dibut kan waktu pemeliharaan 3-4 bulan, dengan menebar benih an 5-8 cm. Sedangkan untuk menghasilkan ikan ukuran 900- g/ekor dibutuhkan waktu pemeliharaan 4-5 bulan.

Anda dapat memebaca artikel tentang belut dan gabus (klik untuk membacanya) :
Cara Budidaya Belut
Cara Budidaya Ikan Gabus

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

(Sumber buku : BUDIDAYA BAWAL AIR TAWAR, Penulis ; M. Ghufran H. Kordi K.)

Tonie - 7:44 AM

Cara Ternak Ayam atau Memelihara Ayam Bersama Ikan

Cara ternak ayam atau memelihara ayam bersama ikan sebetulnya sudah banyak yang mencoba memperaktekkannya  oleh para peternak di Indonesia, namun banyak kendala yang menghambat keberhasilan dari sistem beternak seperti itu. 


cara, ternak, ayam, memelihara ayam, bersama. ikanUntuk menangani kendala yang bersifat teknis maka tidak ada salahnya apabila kita melihat catatan singkat dibawah ini, walaupun catatan ini tidak lengkap sepenuhnya, namun catatan ini bisa kita ambil untuk bahan referensi kita sebelun memulai ternak ayam atau memelihara ayam bersama ikan ini. 


SISTEM PEMELIHARAAN AYAM

Kandang Ayam
Kandapg ayam biasanya dibangun seluruhnya di atas salah satu pematang kolam atau menjulur sebagian di atas permukaan air kolam. Bangunan kandang ayam memung¬kinkan sisa makanan dan kotoran ayam jatuh langsung ke kolam.

Bentuk kandang yang digunakan yaitu kandang sistem baterai. Dibuat memanjang dan diletakkan pada bagian sudut kolam dan pada bagian kolam yang airnya tidak ter¬lampau dalam.
Pondasi (dasar) kandang harus kuat, sebab berada di dalam air. Umumnya pondasi kandang dibuat dari tembok, seperti membuat pondasi rumah panggung.

Jarak antara dasar kandang ayam dengan permukaan air kolam berkisar antara 50-100 cm.
Kandang baterai, baik kerangka maupun sangkarnya bisa dibuat dari bambu, kayu, atau bahan lain. Untuk mem¬buat sangkar bisa digunakan bahan dari kawat. Ukuran kan¬dang baterai yang umum adalah 40 x 20 x 40 cm. Bagi ayam-ayam petelur lebar kandang bervariasi antara 20-30 cm.

Lebar     20 cm     :     dapat diisi 1 ekor ayam petelur putih
             20,5 cm   :     dapat diisi 1 ekor petelur medium (pe¬telur kulit coklat)
             25 cm      :     dapat diisi 2 ekor petelur putih
             30 cm      :     dapat diisi 2 ekor petelur medium.

Peralatan Kandang

Kandang dilengkapi dengan,

a.    Tempat makan, bisa dibuat dari plastik, kayu, bambu, logam. Tempat makanan yang baik harus memenuhi per¬syaratan :
-    mudah dibersihkan,
-    mudah diisi,
-    makanan tidak mudah tumpah, dan
-    ayam mudah makan dari tempat makanan tersebut.

b.     Tempat minum
Tempat minum yang baik haruslah :
-    mudah dibersihkan,
-    mudah diisi,
-    ayam mudah minum dan
-    air tidak mudah tumpah

c.     Lampu penerangan
    Dibutuhkan untuk :
a.    ayam petelur, pada waktu cuaca gelap dan malam hari
b.    ayam pedaging, pada cuaca gelap dan sepanjang malam.

Teknik Pemeliharaan Ayam

Ayam yang dipelihara
Ayam yang dipelihara yaitu ayam petelur yang sudah siap berproduksi (layer) dan ayam pedaging. Umumnya ayam petelur yang berumur 20-22 minggu (4-5 bulan). Pada umur 4,5 bulan kadangkala sudah ada yang mulai ber¬telur, tetapi umumnya yang terlalu cepat berproduksi telur¬nya akan kecil-kecil dan masa produksinya pendek, sebab pada masa pertumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik (terutama perkembangan alat-alat produksinya). 

Dalam hal ini "vitamin pertumbuhan ayam dara" memegang peranan dalam masa layer. Hanya ayam-ayam yang dalam masa bibit (starter) dan remaja/dara (grower) terpelihara dengan baik dan terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya akan menjadi ayam petelur yang sanggup berproduksi baik pula (jumlah dan masa produksi). Bila sampai 7 bulan ayam belum bertelur (walaupun terlihat tanpa cacat), sebaiknya ayam tersebut diafkir, kemungkinan ada kelainan dalam alat reproduksi¬nya.

Pemeliharaan ayam pedaging pada dasarnya tidak ber¬beda dengan pemeliharaan ayam petelur. Untuk memper¬mudah pemeliharaan ayam pedaging secara baik perlu di¬lakukan program pemeliharaan sesuai dengan fase hidup mereka.

Fase hidup ayam pedaging (broiler) dikelompokkan menjadi 2 fase, yaitu :
1.    fase starter, umur 0-4 minggu
2.    fase finisher, umur 5 minggu sampai dengan dipasarkan.
Beberapa kegagalan pada masa pemeliharaan fase starter adalah akibat : kedinginan, kesalahan dalam pemberian ma¬kanan, kapasitas yang berkelebihan. Kesemuanya ini akan menimbulkan efek negatif, seperti kepekaan terhadap gangguan penyakit yang sulit untuk diatasi, kelambatan dalam pertumbuhan dan lain sebagainya.   

Dalam sistem pemeliharaan ikan bersama ayam, untuk setiap 0,1 hektar (70 tumbak, 1000 m2) luas kolam dapat ditempatkan sebanyak 200 ekor ayam petelur, dengan kan-j dang sistem baterai (petelur 1 ekor per 5 m2 luas kolam) dan ayam pedaging 1 ekor per 1 m2 luas kolam. Bagi ayam pedaging, anak ayam sudah mulai dipelihara di atas kolam setelah dipelihara di kandang bawah (kandang khusus untuk memelihara anak ayam) selama 2 minggu lamanya. Lamanya pemeliharaan bagi ayam pedaging di atas kolam antara 20-25 hari.

Tinggi rendahnya kualitas ransum, cukup tidaknya ransum yang diberikan pada ayam harus di¬perhitungkan secara cermat, sehingga biaya yang dikeluar¬kan cukup efisien, ekonomis. Bibit ayam yang bagus, per¬kandangan yang baik, dan hal-hal lain yang dilaksanakan secara baik pula, akan hancur karena pemakaian dan pem¬berian ransum yang tidak tepat. Kejelekan dan kekurangan ransum dapat pula berakibat timbulnya penyakit pada ayam (defisiensi makanan/vitamin, kanibal, dan seterusnya).

Ransum yang diberikan pada ayam akan berfungsi 
a.    memenuhi kebutuhan hidup, antara lain pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel, menggantikan bagian yang rusak (bulu, kulit)

b.    untuk keperluan memproduksi telur.
Ransum yang siap diberikan pada ayam disebut ransum jadi yang dalam pemakaiannya terbagi :
Ransum starter      :    untuk anak ayam umur 1 hari s/d 2 bulan
Ransum grower     :    untuk ayam dara umur 2 bulan s/d 4 bulan
Ransum layer        :    untuk petelur dewasa 4 bulan ke atas.

Pemberian makanan bagi anak ayam, selama 3 hari yang pertama, makanan yang diberikan cukup ditebarkan di atas koran, di dekat sumber pemanas. Setelah 3 hari pertama berlangsung, barulah makanan tadi ditaruh di dalam nam¬pan kecil yang berbentuk segi empat atau bulat. Tentu saja besar kecilnya nampan harus selalu disesuaikan dengan pertumbuhan atau umur ayam yang bersangkutan.

Untuk menghindarkan makanan menjadi kotor atau tumpah, maka pengisian penampan tadi diusahakan sedikit demi sedikit, atau paling banyak separo dari permukaan pe¬nampan yang dipakai.

 Sesudah anak ayam mencapai umur 10 hari-2 minggu, tempat makanan yang berupa penampan harus diganti dengan tempat makan berbentuk tabung bulat atau memanjang, ataupun tempat makan gantung (otomat). Letak ketinggian tempat makan diusahakan setinggi dada atau punggung. Ransum makanan yang diberikan pada anak ayam dengan kadar protein 23% dan metabolisme energi (ME) = 2800-3000 kkal.

SISTEM PEMELIHARAAN IKAN

Kolam Ikan
Untuk budidaya ikan air tawar, kolam mempunyai peranan yang sangat penting. Karena selain sebagai media hidup ikan, kolam harus pula berfungsi sebagai sumber makanan alami ikan. Untuk mendapatkan kolam yang su¬bur, bukan saja dasar kolam harus sedikit berlumpur oleh lapisan humus namun juga air yang masuk ke dalam kolam harus mengandung cukup bahan organik dan tidak beracun.

Air dan Tanah
Jenis tanah yang paling baik untuk kolam adalah tanah liat atau lempung sedikit berpasir. Tanah terapan atau be¬ranjangan masih bisa juga digunakan. Sedang tanah yang kandungan pasirnya sangat tinggi tidak bisa digunakan untuk kolam.

Air merupakan faktor utama dalam usaha budidaya ikan. Tanpa adanya air yang cukup dengan kualitas yang baik, maka usaha budidaya ikan akan mengalami berbagai hambatan. Oleh karena itu hal-hal yang mutlak diperhatikan dalam kaitannya dengan masalah kondisi air adalah :

Sumber Air
Air untuk kolam dapat bersumber dari sungai, air irigasi maupun dari mata air. Sungai sebagai sumber air untuk budidaya ikan adalah baik sekali sebab air sungai biasanya banyak mengandung unsur-unsur hara, yang berguna bagi penumbuhan makanan alami ikan. Lebih-lebih apabila su¬ngainya panjang sehingga unsur-unsur haranya cukup karena biasanya melalui pemukiman rumah penduduk.

Namun perlu diingat biasanya air sungai banyak mengan¬dung waled, sehingga memerlukan bak pengendapan dan bak filter sebelum dipergunakan di kolam. Hal ini untuk mencegah pendangkalan kolam yang terlalu. singkat.

Air tanah yang baik untuk sumber air budidaya ikan biasanya yang telah keluar di permukaan tanah. Dalam arti kata antara sumber air tanah dengan letak unit perkolaman terpisah, jadi harus dialirkan melalui saluran terlebih dahulu. Ini untuk memperbaiki kualitas air tanah tersebut karena biasanya air yang baru keluar dari tanah miskin unsur hara dan pH-nya rendah.

Kualitas Air
Dengan memperhatikan makhluk hidup yang ada di per¬airan tersebut secara tidak langsung kita dapat menilai ke¬suburan air. Makin beraneka ragam makhluk hidup yang kita temukan, maka makin suburlah perairan itu. Air yang akan kita pakai untuk kolam sudah tentu harus yang baik mutunya, walaupun tidak selalu harus subur. Kesuburan¬nya dapat kita tingkatkan kelak, dengan pemupukan ko¬lam dan pengelolaan yang betul. Air yang baik mutunya harus bersuhu sedang, yang antara siang dan malam tidak begitu besar perbedaannya (tidak lebih dari 5°C; misalnya antara 25°C dan 30°C.

Selain itu, kekeruhan air juga merupakan faktor yang turut menentukan baik buruknya mutu. Sebaiknya air itu jangan terlampau jernih (karena air demikian biasanya ku¬rang subur) melainkan yang agak keruh. Tetapi keruhnya tidak boleh karena lumpur yang mati, melainkan harus di¬sebabkan oleh kandungan sejumlah kapur dan jasad renik plankton yang hidup.

Debit air yang baik tidak kurang dari 10-15 1/dt/Ha. Dalam kenyataannya apabila sumber airnya dari sungai, debitnya tidak tetap tergantung pada musim. Apabila debit air pada musim hujan sangat besar, maka harus dibuatkan saluran pengendali banjir sehingga debit air yang besar tidak masuk ke dalam kolam. Apabila debit air kurang dari Standar tersebut di atas, maka harus diusahakan pengaturan air, yang seefisien mungkin.

Bentuk dan Konstruksi Kolam (longyam)

Kolam yang digunakan umumnya sama dengan kolam ikan sistem biasa. Bentuknya beraneka ragam, disesuaikan dengan bentuk pemilikan lahan. Pada umumnya kolam ikan berbentuk empat persegi panjang dengan arah memanjang dari pintu pemasukan ke pintu pembuangan air.

Kolam berbentuk empat persegi panjang ini memang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kolam yang berbentuk bujur sangkar. Kelebihannya terdapat dalam sir¬kulasi air dan penyediaan makanan alami ikan, karena ko¬lam berbentuk persegi panjang mempunyai sisi/pinggiran yang lebih panjang dibandingkan kolam berbentuk bujur sangkar. Makanan alami ikan (moina, daphnia) lebih banyak tumbuh di pinggiran kolam yang dangkal dibandingkan di tengah kolam yang lebih dalam.

Teknik Pemeliharaan Ikan

Persiapan Kolam
Sebelum penebaran ikan, seperti biasanya kolam di¬keringkan dan dijemur untuk mencegah adanya hama dan penyakit. Hal ini dilakukan sambil mempersiapkan kandang ayam. Bila masih terdapat genangan-genangan air yang sulit dikeringkan, perlu diberi kapur secukupnya. Juga untuk memperbaiki keasaman tanah, dilakukan pengapuran de¬ngan dosis 5 kg per 100 rri2 . 

Pematang kolam perlu diper¬baiki sehingga tidak terdapat tempat-tempat yang bocor dan lumpur di dasar kolam sebagian diangkat ke atas pema¬tang. Sebelum kolam siap untuk diisi air, ayam hendaknya sudah mulai dipelihara. Sehingga sebagian kotoran ayam yang jatuh ke kolam merupakan pupuk organik bagi kolam. Kolam .selanjutnya ditabur pupuk urea dengan dosis, 5 kg per 100 .m2 disesuaikan dengan kebutuhan. Sekitar satu minggu kemudian setelah kolam diisi air, ikan mulai ditebar.

Jenis Ikan yang Dipelihara
Berbagai jenis ikan dapat dipelihara dengan baik melalui sistem longyam ini. Baik secara terpisah ataupun secara ber¬sama-sama. Pada umumnya para petani yang berusaha tani dengan sistem longyam, selalu berorientasi pasar. Artinya selalu memelihara jenis ikan yang mempunyai pasaran yang baik (mempunyai harga yang mahal). Jenis-jenis ikan yang dipelihara dengan sistem longyam ini antara lain :
-    ikan mas
-    ikan taw es
-    ikan nila
-    ikan tambakan
-    ikan mujair
-    ikan gurami dan udang galah.

Umumnya ikan mas tidak dibudidayakan secara mono kultur, tetapi secara polikultur, yaitu dicampur dengan ikan lain seperti ikan tawes, ikan mujahir, ikan nila, ikan nilern dan lain sebagainya. Sebagai contoh, misalnya polikultur ikan mas dan ikan nila. Kegiatan budidaya terpadu ini me¬rupakan kegiatan pendederan ikan mas untuk menghasilkan benih bagi sistem budidaya ikan kolam air deras dan dapat pula sebagai kegiatan pembesaran ikan nila untuk menghasil¬kan ikan konsumsi.

Perbandingan jumlah ikan-ikan tersebut di dalam kolam beraneka ragam. Pada umumnya, dalam sistem longyam ini ; ikan-ikan dipelihara dengan perincian, sebagai berikut :
  • ikan mas    36%
  • ikan nilem    38%
  • ikan tambakan    16%
  • ikan mujair + tawes    10%

Makanan Ikan
Makanan ikan yang dipelihara adalah makanan alami yang tumbuh di dalam kolam. Kotoran ayam dan makanan¬nya yang tercecer dari wadahnya dapat merupakan pupuk organik dan dapat pula sebagai makanan ikan. Dengan ada¬nya kotoran ayam sebagai pupuk organik diharapkan ma¬: kanan alami yang ada di dalam kolam dapat tumbuh dengan subur.

Makanan tambahan berupa pelet, diberikan sewaktu¬waktu apabila kandang ayam dikosongkan setelah ayamnya dipanen (dijual). Bila yang dipelihara adalah ayam petelur, bukan ayam pedaging, sebagai makanan ikan cukup dari kotoran dan makanan ayam yang terbuang.

Makanan tambahan, umumnya berbentuk tepung yang agak kasar. Dedak halus (bekatul) cocok untuk makanan tambahan. Dedak, selain dapat diberikan secara langsung, juga digunakan sebagai baban campuran untuk membuat ,makanan ikan.

Artikel lain yang dapat anda baca di blog ini (klik untuk membacanya) :
Cara Beternak Ayam Petelur
Cara Budidaya Itik

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

(Sumber Buku  : Memelihara Ikan Bersama Ayam Penulis : Ir. KUSNO S.)

Tonie - 2:07 AM

Cara Beternak ayam Petelur di kandang Baterai

Di catatan blog kali ini akan membahas cara beternak ayam petelur di kandang baterai, informasi singkat ini mungkin bisa membantu bagi anda yang sedang melakukan kegiatan beternak ayam, banyak para peternak ayam yang sengaja mengambil pilihan untuk memilih salah satu jenis bisnis ternaknya, ayam petelur atau ayam pedaging atau potong.


cara, beternak,  ayam, petelur, potongkhusus  bagi peternak ayam petelur mereka hanya memproduksi telurnya dibandingkan ayamnya sendiri, karena pola atau aturan yang di  terapkan akan sedikit berbeda dengan peternak ayam pedaging, adapun langkah-langkah untuk beternak ayam petelur seperti di bawah ini:

Ciri-ciri fisik bagi ayam bibit unggul adalah sebagai berikut.

Bibit Pejantan.
  • Ayam harus sehat dan Iincah.
  • Tubuh tegap,gagah,dan tinggi besar.
  • Bulu utuh bersih dan mengkilat.
  • Mata bulat dan jernih.
  • Jengger dan pial berwarna kemerah-merahan.
  • Kaki kuat dan besar.
  • Suara kokoknya keras dan panjang.
  • Umur antara 1 sampai 3 tahun.

Induk Betina
  • Ayam harus sehat dan Iincah.
  • Tubuh tegap,gagah dan besar.
  • Bulu bersih,utuh dan mengkilat.
  • Jengger dan pial berwarna kemerah-merahan dan jengger roboh ke samping.
  • Kaki kuat dan tidak terlalu tinggi (tinggi sedang).
  • Muka segar,jernih dan halus.
  • Tulang pinggul besar,lebar dan tampak basah (berminyak)
  • Jarak antar tulang pinggul minimal tiga sampai empat jari.
  • Senantiasa berkotek dan aktif mencari makan.
  • Umur antara 6 sampai 7 bulan (sudah slap betelur).

Perbandingan Jumlah Pejantan dan Induk.

Untuk mengatasi kejenuhan dari setiap pejantan di dalam mengawini induk yang jumlahnya mungkin terlalu banyak, maka sebaiknya ditempuh cara-cara atau ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Satu pejantan paling banyak mengawini 10 induk. Paling ideal adalah satu penjantan mengawini 8 induk. Ayam-ayam betina harus dijaga agar tetap berkumpul satu kandang dengan pejantan setiap dua atau tiga hari sekali. Begitu salah satu induk sudah dikawini,maka segera diambil dan masukkan ke dalam kandang petaknya.

Karena tujuan beternak ayam adalah untuk diambil hasil telurnya,maka perlu regenerasi melalui penetasan alamiah atau dengan mesin penetas.Jika upaya tersebut tidak memungkinkan,maka dengan jalan pintas membeli calon indukan. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah dengan mengambil ayam.

Ayam yang produksi telurnya banyak dan berkualitas, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Jengger dan pial           :    lebar,kemerah merahan, hangat, tampak bercahaya, basah berminyak, seperti terdapat lapisan lilin dan roboh ke samping.
  2. Kepala atau muka            :     lebar, bersih dan halus seperti berminyak.
  3. Mata                                :     bulat, jernih dan cerah bercahaya.
  4. Dubur                             :     lebar, basah, tampak elastis, berwarna merah mudah, atau agak keputih-putihan.
  5. Perut dan dada                 :     lebar, halus berisi,elastis dan lunak.
  6. Kulit                                 :    halus, tampak berminyak, dan longgar
  7. Bulu                                 :    padat,fengkap atau utuh,tidak lusuh atau kusam, dan meng¬kilat.
  8. Kaki                         :    kuning keputih-putihan atau putih kekuning-kuningan, ketinggian sedang (tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi).
  9. Sifat-sifat yang tampak:
  • tingkah Iakunya lincah,ringan,suka berkot dan aktif mencari makan,
  • lekas dewasa, badan tampak berisi dan cer bertelur,
  • masa bertelurnya lama (dalam 1 bulan ante 25 sampai 28 butir),
  • bentuk badan agak panjang,punggung hit tubuh penuh berisi, dada lebar dan dalam
  • keadaan perut lunak,halus dan penuh,
  • kaki dn paruh berewarna kuning keput pituhan atau putih kekuning-kuningan d terkadang terdapat goresan hitam, dan
  • jika hendak menetaskan sendiri, usaha diarr telur yang keluar antara hari ke-21 sampai 28 setiap satu periode bertelur.

Syarat-syarat kandang yang balk dan sehat adalah sebagai berikut.
1.    Tempat atau lahan pembangunan kandang.
2.    Bentuk bangunan kandang.
3.    Konstruksi kandang.
4.    Alat-alat dalam kandang.
5.    Peralatan pembuatan kandang.
6.    Bahan baku pembuatan kandang.
7.    Bentuk-bentuk kandang model baterai.

1)    Tempat atau Lahan Bangunan Kandang.
Untuk mendirikan atau membangun kandang ayam haruslah dipilih suatu tempat yang paling tinggi diantara kompleks atau lingkungan itu. Hal ini dimaksudkan agar tempat atau bangunan kandang tersebut selalu dalam keadaan kering dan tidak tergenang air jika musim hujan. Jika harus terkena genangan air ,maka diharapkan airnya cepat surut dan mengering.

Tempat bangunan harus jauh dari gudang makanan atau lumbung penyimpan hasil pertanian, karena tempat semacam itu sering didatangi tikus atau hama yang lain bangunan kandang juga harus jauh dari bangunan yang mengganggu ketenangan ayam.

Usahakan disekitar bangunan kandang tidak terdapat pohon besar dan terlalu rindang, selai ranting-rantingnya menghalangi pencahayaan sinar matahari, kadang-kadang pohon-pohon tersebut ditempati ular atau hama pengganggu yang lain,sehingga dapat membuat ayam tidak nyaman.

Lahan yang hendak didirikan bangunan kandang sebaiknya agak luas. Hal ini dimaksudkan jika sewaktu¬waktu, hendak memperbanyak jumlah ternak,maka kandang dapat diperluas. Kemudian disekitar bangunan kandang dibuat pagar keliling. Selain Untuk pengamanan juga akan tampak asri dan indah.

2)     Bentuk Bangunan Kandang.
Kandang ayam sebaiknya dibuat dalam bentuk bangunan panggung dengan alas terbuat dari bilah¬bilah bambu atau kayu berbentuk kisi-kisi dengan
Teknik Pembuatan Kandang Bentuk Batumi jarak antara 1 sampai 2 cm. Supaya kotoran ayam bisa jatuh ke Iantai.

Kandang ayam sebaiknya sebagian bangunannya terbuka supaya udara dalam kandang tidak pengap, tidak lembab dan pertukaran udara berjalan lancar. Selain itu proses penguapan air dalam kandang dapat berlangsung lancar.

Bangunan kandang sebaiknya menghadap ke arah timur,supaya sinar matahari pagar dapat dengan leluasa masuk ke dalam kandang dan menyorotkan sinarnya ke ayam. Hal ini untuk menjaga kebugaran ayam dan membantu ayam memproduksi vitamin D dalam tubuhnya pada musim kemarau yang panas dan kering,apalagi dengan tiupan angin kering yang kencang, atau pada musim penghujan yang lebat dengan angin basah yang menerjang menerobos segala bangunan dan sela-sela pohon,

 maka sebaiknya sekeliling kandang atau dinding kandang diberi tiral. Penutup yan? terbuat dari wrung plastik,karung g atau terpal !Intl* menjaga 1,nyamanan ayam pa musim-musim tersebut.
Atap    sebaikr1:- terbuat dari ciente tanah atau    tes,agar pery:naran cahaya math tidak menembus mengenai ayam-ayam. Sehingga ti mengangganggu kenyamanan ayam.

3.     Konstruksi Bangunan Kandang.
Konstruksi kandang yang ideal,serasi dan bernilai sehat adalah harus memiliki hal-hal sebagai berikut.
  • Alat, balk yang ada didalam kandang maupun yang ada diluardapat dengan mudah dibersih¬kan.Cepat dikerjakan dan tidak mengganggu tata laksana.
  • Ventilasi, harus cukup. Adanya peredaran udara segar dari luar ke dalam kandang akan menghindar udara lembab yang di sebabkan oleh penguapan air yang berasal dari kotoran dan pernapasan ayam serta mengeluarkan gas yang timbul di dalam kandang.
  • Dinding bagian harus terbuka, dibuat dari kawat kotak atau bilah-bilah bambu. Pada sisi depan bagian bawah harus dibuatkan kesi-kesi dari kayu atau bilah-bilah bambu yang tingginya 30 cm lebar 5 cm supaya kepala atau leher ayam dapat
  • keluar atau mematuk makanan yang ada di luar.
  • Cahaya matahari dapat masuk ke dalam kandang sebanyak mungkin pada waktu pagi hari maka kandang harus menghadap ke timur.
  • Ukuran luar kandang memadai dan mencukupi kebutuhan gerak ayam.
  • Alas kandang terbuat dari tanah atau semen yang tertutup dengan campuran pasir kering sekam dan kapur. Dengan perbandingan 3:2:1 dan ketebalan sekitar 20 cm.

Alat-Alat Dalam Kandang.
Peralatan kandang yang diperlukan diantaranya adalah sebagai berikut.

1.     Tempat makanan ayam.
  • Ternpat makanan ayam dapat membeli dari toko alat peternakan.
  • Membuat sendiri dengan bahan dari kayu,plastik,bambu atau logam.
  • Tempat-tempat tersebut dalam kondisi baik dan harus memenuhi syarat mudah dibersihkan, mudah diisi ulang makanan dijamin tidak mudah tumpah ayam dapat dengan mudah mengambil makanan dari tempat itu.
  • Tempat makanan ditaruh di luar supaya tidak mengotori Iantai dan mudah dirawat.
  • Semua pelayanan dapat dilakukan dari luar kandang dengan baik dan tidak mengganggu kenyamanan ayam.

2.    Tempat Minum Ayam.
Tempat minum ayam bisa Iangsung memakai alat yang sudah jadi dengan membeli di toko-toko alat peternakan,atau membuat sendiri dari bahan-bahan seperti: tempurung kelapa,kaleng plastik,Iogam kaleng atau bambu. Semua alat tersebut harus memenuhi syarat sehat dan mudah dibersihkan.

•    mudah diisi ulang,
•    ayam mudah mengambil minum,
•    dijamin air tidak akan tumpah,
•    semua pelayanan dapat dilakukan dari luar kandang,
•    dan dan tidak mengganggu kenyanianan ayam.

3)     Sarang Tempat Bertelur.
Sarang tempat bertelur sebaiknya terbuat dari kotak kayu yang di alasnya terbuat dari bantalan bahan campuran sekam,pasir dan kapur. Sarang dibuat menjadi satu dengan lantai kandang tempat ayam berpijak dengan posisi miring keluar. Hal ini dmaksudkan agar jika ayam bertelur telur langsung menggelinding keluar dan memudahkan dalam pengambilan.

4)    Lampu Penerang.
Lampu penerang sangat dibutuhkan, selain untuk dalam keseharian di waktu malam juga jika terjadi cuaca gelap atau mendung. Fungsi yang tidak kalah penting adalah untuk menghalau hewan pemangsa di malam hari.

5)    Tempat Bertengger.
Tempat bertengger dapat dibuat dari sebatang tongkat kayu atau bambu bulat yang bergaris tengah sekitar 5 cm, atau papan selebar 5 cm,dengan ketebalan 5 cm dan jarak satu dengan yang lain antara 30 sampai 35 cm, dan tingginya sekitar 80 cm.

6)    Alat-alat Pembersih Kandang.
Alat-alat pembersih kandang seperti sapu, sikat, sekop, alat pembuang kotoran serta kain lap untuk membersihkan tempat minum.

7)     Selimut Kandang.
Selimut kandang diperlukan untuk menjaga supaya kondisi kandang tetap hangat dan ayam dapat tidur dan bertelur dengan nyaman. Selimut kandang ini berfungsi untuk menangkal udara panas maupun udara dingin. Juga untuk menahan sengatan sinar matahari pada waktu slang maupun untuk menahan dari cipratan air hujan di musim penghujan.

Selimut dapat dibuat dari lembaran sak plastik, lembaran plastik, karung goni atau terpal. Selimut diusahakan dapat menutup 2/3 bagian atas dari bawah ke atas dan menyeluruh melingkari kandang.

Teknik Kebersihan Kandang.

Teknik kebersihan kandang ini lebih dititikberatkan kepada upaya menjaga kandang yang senantiasa bersih dari kotoran ayam. Untuk itu seyogyanya pembersihan kotoran ayam dari dalam kandang ini dilakukan sehari paling tidak 2 kali, yaitu pada waktu pagi dan sore.Kotoran-kotoran itu ditampung dalam lubangan yang sudah dipersiapkan dan dicampur dengan sampah-sampah daun dan sekali waktu disiram dengan air, terutama pada musim kemarau.

Selain pembersihan kandang dari unsur kotoran, maka setiap seminggu sekali kandang hendaknya disemprot dengan larutan antiseptik atau air kapur yang jernih. Hal ini untuk mengantisipasi berkembang¬nya hama-hama kutu, dan protozoa, dan nyamuk¬nyamuk. Dengan teknik ini ayam juga bisa bergerak leluasa melepas kejenuhan di petak-petak, perlu dikeluarkan dan ditampung di kandang pelepasan yang dibuat khusus untuk melepas ayam-ayam agar tidak berlarian meninggalkan lingkungan kandang.

Teknik Pemberian Makan.

Agar ayam cepat pertumbuhnnya dan cepat bertelur serta produktifitasnya tinggi, maka teknik pemberian makan sangat perlu diperhatikan. Selain keberlangsungan dan keajegan pemberian menu makanan, juga perlu diperhatikan komposisi makanan sesuai dengan kandungan gizi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam.

Teknik Pencegahan dan Pemberantasan Hama dan Penyakit.

Teknik pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit, dititik beratkan kepada teknik vaksinasi, pemberian obat-obatan, mengenal jenis-jenis dan nama obat-obatan serta pemberantasan hama dan penyakit secara sederhana dan tradisional. Pembahasan mengenai teknik pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit ini jugs akan dibahas dalam bab tersendiri.

Zat Energi.

Makanan yang mengandung energi adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Makanan jenis ini yang menimbulkan tenaga yang dibutuhkan oleh ayam.
Macam-macam makanan- yang banyak me¬ngandung karbohidrat adalah: jagung, beras, gandrung (canto!) ketela pohon, kacang tanah, kacang panjang, kacang hijau, kedelai dan lain-lain .Makanan ini sekaligus mengandung protein dan lemak. Makanan yang mengandung lemak adalah kacang tanah, kedelai, dedak halus (pabrik) bungkil, tepung ikan, dan tepung daging.

Makanan pembarigtfriadatah makanan yang banyak mengandung zat putih telur (protein) dan mineral. Makanan pembangun dibutuhkan ayam untuk pertumbuhan atau perkembangan tubuh, memperbesar tulang, urat-urat, daging dan kulit serta untuk berproduksi. Mengganti urat urat daging yang rusak atau jaringanjaringan tubuh yang lain. protein sangat diperlukan oleh setiap sel yang hidup , apabila pemberian protein dihentikan, sel yang bersangkutan akan berhenti pertumbuhannya. Akhirnya ayam berhenti berproduksi atau tak bertelur. Ada dua jenis protein yaitu sebagai berikut.
  • Protein hewani yaitu protein yang berasal dari hewan. Protein ini lebih bermutu karena susunannya lebih Iengkap dari pada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Yang merupakan sumber protein hewani adalah tepung daging tepung darah tepung ikan (teri, udang) susu, daging, bekicot, siput, kerang, dan racing. lni merupakan protein hewani yang murah harganya, dan kulitnya dapat digiling, sebagai grit.
  • Protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
  • Protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati. Tumbuh-tumbuhan yang mengandung protein nabati misalnya: kacang tanah, buncis, kacang hijau, dan kacang panjang.

Ayam petelur lebilfbanyak membutuhkan protein hewani dari pada protein nabati.Karena susunan pro¬tein hewani lebih sempurna. Walaupun demikian kebutuhan protein setiap ayam tidaklah sama, tergantung dari umur ayam serta tujuan beternaknya.

Pembuatan Ransum Ayam.

Ransum ayam terdiri dari racikan berbagai bahan I makanan yang masing-masing terdapat unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. i Jika setiap peternak mengharapkan hasil yang maksimal dengan mutu yang bagus, maka didalam pembuatan ransum dan pemberian makan ayam harus , benar-benar sesauai dengan aturan.


(Sumber Buku : Ternak Ayam Petelurdi Kandang Baterai, Penulis : Suparman Pedro)

DI CATATAN BERIKUTNYA KITA AKAN MEMBAHAS Cara Ternak Lele

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 1:30 AM