;

Friday, February 22, 2013

Ternak Kelinci dan Budidaya Kelinci Beserta Pemeliharaannya

Friday, February 22, 2013

Pemilihan Bibit Kelinci
Pemilihan bibit yang berkualitas baik, sangat berpengaruh besar terhadap hasil ternak kelinci nantinya. Untuk menentukan bibit tersebut bagus atau tidak, kita harus mengetahui kriterianya.


ternak kelinci, cara merawat kelinci, cara beternak kelinci, budidaya kelinci, cara memelihara kelinci, kelinci hiasuntuk memulai proses ternak atau budidaya kelinci sebaiknya kita mengetahui karakter kelici, supaya dalam melakukan proses peternakan tidak terlalu banyak kegagalan. Dibawah ini kriteria bibit kelinci yang berkualitas baik:
  1. Bentuk tubuh bulat, panjang dan tidak ada cacat di badannya
  2. Kakinya tidak bengkok dan kuat
  3. Warna bulu/rambutnya halus, mengkilat dan rata. Rambut yang tidak mulus menandakan kelinci tersebut sakit
  4. Pandangan matanya jernih dan terang. Kelinci yang sakit pandangan matanya suram dan tidak bercahaya
  5. Hidungnya bersih dan kering, berarti tidak mengalami pilek
  6. Telinganya lebar dan panjang minimal 19 cm
  7. Ekor lurus dengan punggung

Kandang Kelinci

Kelinci salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari karena "kelucuannya", supaya kelinci dapat tumbuh dengan baik dan prima kita harus betul-betul memperhatikan kandangnnya.

Kandang yang baik untuk kelinci harus nyaman tidak terlalu sempit, bahan-bahan untuk kandang bisa terbuat dari bahan yang murah dan mudah didapat, seperti, kayu, seng, kawat kasa, bamboo, tempat makan, sarang/tempat untuk beranak, tempat minum, dan bata merah. Syarat-syarat kandang yang baik ialah :
  1. Terletak pada tempat yang teduh hindari terkena sinar matahari secara langsung, memakai peneduh.
  2. Sinar matahari dapat masuk kadang supaya kandang tidak lembab, dan selalu kering.
  3. Ventilasi kandang bagus, sehingga pertukaran udara lancar.
  4. Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah kelinci
  5. Dinding harus kokoh, supaya kuat dari terpaan angin.
  6. Lantai kandang dibuat sedemikian mungkin supaya kotoran tidak menumpuk di dalam kandang, dan mudah dibersihkan.

Cara Mengawinkan Kelinci

Apabilam kita sudah mendapatkan betina kelinci yang kualitas tingkat produksinya tinggi, selanjutnya masukkan betina yang sudah birahinya tinggi ke kandang jantan, ciri kelinci betina yang sudah birahi : menggaruk-garuk lantai dan dinding pertanada sudah gelisah, dan mengerati kandang dang tempat makan.

Sedangkan tanda perkawinan sudah berhasil bila pejantan sudah menaiki yang betina sampai kedua kelamin betina dan pejantan sudah mengena. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci yaitu pada sore hari, dan diusahakan perkawinannya terlihat oleh kita supaya memastikan baik atau tidaknya.

Apabila proses perkawinaan kurang maksimal, kita bisa mengulanginya kembali setelah 8 jam berselang, biarkan kedua kenci beristirahat dahulu. Selain perkawinan secara alamiah tersebut bisa juga dilakukan perkawinan buatan yaitu dengan kawin suntik.

Kawin suntik atau inseminasi dilaksanakan dengan cara menyuntikkan sperma pejantan pada tubuh kelinci betina. Cara ini lebih menguntungkan, karena jumlah keberhasilannya / kelinci yang bunting bisa meningkat sampai 90%.

Kehamilan Kelinci

Lama kehamilan kelinci antara 30-35 hari, itupun tergantung dari jumlah anak yang dikandung. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah kelinci tersebut hamil/bunting atau tidak, cara  menentukannya:
  1. Perhatikan perkembangan perutnya, jika setelah proses perkawinan berlangsung 12-14 hari, maka jika kita raba bagian perut bawah akan terasa ada butiran sebesar kelereng. Lakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati.
  2. Memperhatikan nafsu makan dan pertambahan berat badannya. Kelinci yang hamil biasanya nafsu makannya bertambah, apabila biasa-biasa saja berarti kelinci tersebut tidak hamil.
  3. Apabila kelinci yang lagi hamil ketika dimasukan lagi ke dalam kandang pejantan akan menolak perkawinan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan lasan kuat, karena kelinci betina yang belum hamil pun terkadang menolak perkawinan kelinci jantan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan setelah dilakukan perkawinan, factor yang menyebabkan gagalnya kehamilan,m yaitu:
  1. Mutu sel sperma jantan tidak baik atau tidak berkualitas.
  2. Makanan yang diberikan kurang baik, bisa jadi kurang lengkap atau bervariasi.
  3. Cara pemeliharaan yang kurang baik.
  4. Umur kelinci betina maupun jantan terlalu muda atau terlalu tua, jadi masa produksinya sudah terlewati.
  5. Factor lingkungan yang kurang mendukung, seperti terlalu ramai.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam kehamilan kelinci ada yang disebut bunting palsu, yaitu ternak kelinci betina menunjukan tanda-tanda bunting, namun ternyata tidak hamil. Lama bunting palsu ini antara 16-22 hari. Tanda-tanda bunting palsu ini sebagai berikut:
  1. Kelinci betina tidak mau dinaiki/dikawini kelinci jantan.
  2. Kelinci betina suka mencabuti rambutnya.
  3. Kelinci betina sibuk membuat sarang, seolah-olah akan melahirkan.
Hal itu bbisa disebabkan oleh kualitas sperma yang jelek atau gagalnya proses pembuahan, atau kelinci betina yang tidak  subur.

Ciri-ciri apabika kelinci akan melahirkan sebagai berikut:
  1. Kelinci tampak g elisah dengan bertingkah mondar-mandir di sekitar sarang.
  2. Nafsu makan dan porsi makan sedikit
  3. Induk sibuk mengumpulkan daun kering, dan mencabuti bulu untuk disimpan di dalam sarangnya.

Proses kelahiran anak kelinci biasanya berlangsung pada malam hari, karena suasana lebih tenang. Sebelumnya jauhkan dari kelompo-kelompok lain agar suasananya tidak gaduh yang dapat mengganggu ketentraman induknya.

Setelah anak kelinci dilahirkan segera plasenta/ari-ari nya ambil agar tidak membusuk dan menyebabkan penyakit bagi kelinci di kandang.

Untuk menjaga stamina induk yang baru melahirkan sediakan air minumnya yang banyak dan berikan makanan hijauan lunak agar air susunya banyak.

Agar induk tidak gelisah tempatkan kandang di tempat yang lingkungan tenang, karena kalau kelinci indukan sering ketakutan setelah melahirkan, kemungkinan jadi kanibal dengan memakan anaknya sendiri.

Jika ada anak kelinci mati atau sakit jaukan dengan yang lainnya. Anak kelinci yang baru dilahirkan biasanya masih lemah, gundul/belum punya rambut dan matanya masih tertutup.

Setelah 10 hari baru matanya mulai membuka dan mulai tumbuh rambut, maka penjagaan dan pengawasan harus teliti jangan sampai dimakan semut, tikus, kucing dan anjing.

Artikel lain yang dapat anda baca di blog ini ;
Cara Ternak Hamster
Cara Budidaya Udang Galah

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 7:06 AM