;

Saturday, May 4, 2013

Cara Budidaya Itik dan Beternak Itik

Saturday, May 4, 2013

Cara Budidaya Itik yang baik tentunya akan  berdampak besar pada hasil budidaya tersebut, maka tidak heran para peternak itik di Indonesia banyak yang berani mengeluarkan modal uang yang tidak sedikit demi untuk memenuhi persyaratan beternak yang baik. Tapi tidak semua para peternak di Indonesia yang berternak dengan modal yang besar karena masih banyak para peternak yang bersifat tradisional dan hasilnyapun tidak kalah baik.

Budidaya itik, Beternak Itik, beternak bebekCara budidaya itik atau beternak itik yang baik tentunya kita harus mengikuti aturan atau ilmu-ilmu yang dapat meningkatkan hasil dari budidaya tersebut, dibawah ini akan dijelaskan langkah-langkah untuk menjalankan budidaya itik atau beternak ititk.

A.    Pemeliharaan Secara Tradisional
Beternak itik secara tradisional memang menguntungkan karena peternak tidak perlu mengeluarkan biaya pakan. Pengembalaan itik dilakukan dengan cara berpindah-pindah dari sawah satu ke sawah yang lain. Namun saying, dengan semakin sempitnya areal pengembalaan dan banyaknya kasus kematian ternak akibat keracunan pestisida, pemeliharaan cara ini makin terancam kelestariannya.


B.    Pemeliharaan Secara Intensif
Tahukah kamu apa yang dimaksud pemeliharaan itik system intensif? Pemeliharaan dengan system insentif dilakukan dengan cara mengandangkan itik.

Keuntungan pemeliharaan itik secara intensif adalah produktifitas telur lebih tinggi, kesehatan dan keselamatan itik akan lebih terjamin, serta biaya pemeliharaan lebih efisien. Produksi telur itik yang dipelihara dengan cara digembalakan rata-rata 124 butir/ekor/tahun, sedangkan dengan system pemeliharaan intensif telurnya dapat mencapai lebih dari 200 butir/ekor/tahun. Cukup jauh ya, bedanya?

Dengan kata lain, itik yang dikandangkan mampui menghasilkan telur yang lebih banyak dibanding itik yang digembalakan. Selain itu, hasil telur itik kandang lebih stabil dan lebih baik mutunya dari pada yang digembalakan.

    Hal – Hal yang perlu diperhatikan dalam beternak itik

A.    Persiapan Beternak
Sebelum memulai beternak, ada beberapa hal yang penting untuk diketahui, yaitu karakter itik, perkandangan, lokasi kandang, bibit unggul, pakan ternak,tata laksana, dan pemasaran hasil ternak. Berikut ini uraiannya lebih lanjut.

B.    Lokasi Peternakan
Lokasi yang tepat untuk beternak itik ialah jauh dari keramaian atau pemukiman penduduk. Mengapa? Karena di lokasi yang jauh dari keramaian itik tidak terganggu. Selain itu, kondisi linhkungan kandang mempunyai iklim yang sesuai bagi produksi ataupun produktivitas ternak itu.

C.    Kandang

Dalam beternak itik, kandang merupakan salah satu sarana yang sangat penting. Selain digunakan untuk tempat berteduh, kandang juga menentukan produktivitas itik.

D.    Kandang dan Karakter Itik

Itik adalah hewah air, tetapi itik tidak mau tidur dan bertelur di tempat yang basah.
Jadi, kebutuhan itik akan air harus dipenuhi. Akan tetapi, tempat yang benar-benar kring untuk tidur dan bertelur harus tersedia. Pemahaman akan kebutuhan ini tentunya berpengaruh terhadap desain kandang.

E.    Temperatur dan Kelembapan Kandang
Dalam pembuatan kandang itik, diusahakan temperature kandang ± 39 derajat C dan kelembaban kandang antara 60-65%.keadaan kandang juga harus tenang karena itik termasuk unggas yang mudah stress.

F.    Jenis-jenis Kandang Itik

Tahukah kamu ada beberapa jenis kandang dalam beternak itik, yaitu

a.    Kandang untuk anak itik atau masa starter
Kandang pada masa starter disebut juga kandang box. Ukurannya 1 m² dan mampu menampung 50 ekor.

b.    Kandang Brower (untuk itik remaja)
Kandang pada masa brower disebut model kandang Ren/kandang kelompok. Ukurannya 16-100 ekor per kelompok.

c.    Kandang layar (untuk itik masa bertelur). Model kandang layar dapat berupa kandang baterai (satu ataudua ekor dalam satu kotak), bisa juga berupa kandang lokasi (kelompok). Ukuran setia meter persegi sebanyak 4-5 ekor itik dewasa (masa bertelur) tiga puluh ekor itik dewasa memerlukan ukuran kandang 3 X 2 meter.

G.    Kondisi kandang dan Perlengkapan

Kandang tidak harus dari bahan yabg mahal, tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Kandang yang baik ialah kandang yang ada ventilasinya. Ventilasi berfungsi mengatur aliran udara. Dinding kandang itik cukup berupa tembok, dinding kayu, atau bilah bamboo setinggi 50-60 cm. Kandanh juga harus terlindung dari ancaman hujan dan angin.

Perlengkapan  kandang biasanya berupa tempat makan dan tempat minum. Minuman bagi itik cukup ditempatkan di dalam ember plastic. Di kandang dapat juga disediakan kolam. Kolam ini tidak berfungsi sebagai tempat berenang itik. Kolam hanya disediakan hanya untuk memproduksi telur yang hendak ditetaskan. Kita bisa juga memberikan kolam mini untuk tempat mandi itik. Kolam mini terutama diberikan pada itik yang diberi ikan segar giling. Itik yang diberi makan ikan giling harus dijaga jika kotoran lengket di tubuhnya, itik  akan mematuki  tubuh dirinya sendiri atau temannya.
            
Bibit dan Calon Induk

C.    Ciri- Ciri Induk itik yang Baik
Ciri- ciri induk itik yang baik ialah sebagai berikut:
1.    Bentuk badan langsing menyerupai botol,
2.    Kepala kecil, lehernya panjang dan langsing,
3.    Memiliki mata yang bersinar seperti mata tupai,
4.    Sayap dan bulu tebal,
5.    Bulu tampak cerah, dan
6.    Lincah dan tampak sehat.

D.    Perawatan bibit
Bibit yang baru harus ditangani secara tekhnis dengan benar. Bibit yang baru itu ditempatkan di kandang indukan yang telah disiapkan. Temperature dalam kandang indukan adalah diusahakan tersebar secara merata. Kapasitas kandang indukan adalah diusahakan tersebar secara merata. Kapasitas kandang indukan untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor. Tempat pakan dan minum disesuaikan dengan ketentuan. Misalnya, untuk itik fase awal, jenis pakan dan minumannya perlu ditambah vitamin atau mineral.

2.  Perawatan calon induk
    Calon induk itik ada 2 macam, yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja. Perbedaannya ialah pada induk untuk produksi telut tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5-6 ekor betina.

Pemberian Pakan

A.    Pakan yang Baik

Pada pemeliharaan itik intensif, semua kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan atau bertelur harus diberikan oleh peternak. Oleh karena itu, biaya yang dibutuhkan untuk pembelian pakan cukup tinggi. Jadi, harus diusahakan pemberian pakan yang murah, namun memenuhi kebutuhan zat gizi. Hal ini sangat perlu untuk menunjang keberhasilan usaha peternakan itik. Jika pakan kurang, produksi menurun. Namun jika pakan mahal, biaya produksi akan terlalu tinggi.

Penyusunan Pakan Itik
Setelah diketahui kebutuhan gizi serta kandungan gizi bahan pakan yang dibutuhkan,  kita dapat menyusun pakan yang tepat. Campuran pakan harus  dapat memenuhi kebutuhan itik untuk berproduksi dengan baik.

Contoh susunan pakan itik petelur ialah sebagai berikut;
1.    Dedak                               = 54,64%
2.    Menir                                = 13,66%
3.    Cangkang udang segar     = 19,58%
4.    Ikan rucah segar               = 9,115%
5.    Seng (ZnSo4)                   = 0.05%
6.    Kapur                               = 2,73%
7.    Top mix                           = 0,23%

E.    Tahapan Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik dibagi dalam 3 tahap, yaitu:
1.    Tahap satater (umur 0-8 minggu), pakan berupa konsentrat atau campuran bekatul dan ikan pirik cacah yang dikukus.
2.    Tahap grower ( umur 8-18 minggu ), itik mencari makan sendiri dengan digembalakakan.
3.    Tahap layar (umur 18 – 27 minggu), pakan berupa bekatul, nasi kering, ikan pirik atau kepala ikan, dan ece atau kerang.

F.    Cara Pemberian Pakan

Cara member pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
1.    Umur 0 – 16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder).
2.    Umur 6 – 21 hari diberikan dengan tray feeder dab sebaran di lantai.
3.    Umur 21 hari sampai 18 minggu desebar dilantai.
4.    Umur 18 minggu sampai 72 minggu, ada dua cara, yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi mencapai 5%. Setelah itu, pemberian pakan itik secara terus-menerus.

Artikel Lain yang dapat anda baca (klik untuk membacanya) :
Cara Ternak Ayam Petelur
Cara Ternak Dan Budidaya Lele

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 7:37 AM