;

Wednesday, August 7, 2013

Cara Beternak ayam Petelur di kandang Baterai

Wednesday, August 7, 2013

Di catatan blog kali ini akan membahas cara beternak ayam petelur di kandang baterai, informasi singkat ini mungkin bisa membantu bagi anda yang sedang melakukan kegiatan beternak ayam, banyak para peternak ayam yang sengaja mengambil pilihan untuk memilih salah satu jenis bisnis ternaknya, ayam petelur atau ayam pedaging atau potong.


cara, beternak,  ayam, petelur, potongkhusus  bagi peternak ayam petelur mereka hanya memproduksi telurnya dibandingkan ayamnya sendiri, karena pola atau aturan yang di  terapkan akan sedikit berbeda dengan peternak ayam pedaging, adapun langkah-langkah untuk beternak ayam petelur seperti di bawah ini:

Ciri-ciri fisik bagi ayam bibit unggul adalah sebagai berikut.

Bibit Pejantan.
  • Ayam harus sehat dan Iincah.
  • Tubuh tegap,gagah,dan tinggi besar.
  • Bulu utuh bersih dan mengkilat.
  • Mata bulat dan jernih.
  • Jengger dan pial berwarna kemerah-merahan.
  • Kaki kuat dan besar.
  • Suara kokoknya keras dan panjang.
  • Umur antara 1 sampai 3 tahun.

Induk Betina
  • Ayam harus sehat dan Iincah.
  • Tubuh tegap,gagah dan besar.
  • Bulu bersih,utuh dan mengkilat.
  • Jengger dan pial berwarna kemerah-merahan dan jengger roboh ke samping.
  • Kaki kuat dan tidak terlalu tinggi (tinggi sedang).
  • Muka segar,jernih dan halus.
  • Tulang pinggul besar,lebar dan tampak basah (berminyak)
  • Jarak antar tulang pinggul minimal tiga sampai empat jari.
  • Senantiasa berkotek dan aktif mencari makan.
  • Umur antara 6 sampai 7 bulan (sudah slap betelur).

Perbandingan Jumlah Pejantan dan Induk.

Untuk mengatasi kejenuhan dari setiap pejantan di dalam mengawini induk yang jumlahnya mungkin terlalu banyak, maka sebaiknya ditempuh cara-cara atau ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Satu pejantan paling banyak mengawini 10 induk. Paling ideal adalah satu penjantan mengawini 8 induk. Ayam-ayam betina harus dijaga agar tetap berkumpul satu kandang dengan pejantan setiap dua atau tiga hari sekali. Begitu salah satu induk sudah dikawini,maka segera diambil dan masukkan ke dalam kandang petaknya.

Karena tujuan beternak ayam adalah untuk diambil hasil telurnya,maka perlu regenerasi melalui penetasan alamiah atau dengan mesin penetas.Jika upaya tersebut tidak memungkinkan,maka dengan jalan pintas membeli calon indukan. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah dengan mengambil ayam.

Ayam yang produksi telurnya banyak dan berkualitas, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Jengger dan pial           :    lebar,kemerah merahan, hangat, tampak bercahaya, basah berminyak, seperti terdapat lapisan lilin dan roboh ke samping.
  2. Kepala atau muka            :     lebar, bersih dan halus seperti berminyak.
  3. Mata                                :     bulat, jernih dan cerah bercahaya.
  4. Dubur                             :     lebar, basah, tampak elastis, berwarna merah mudah, atau agak keputih-putihan.
  5. Perut dan dada                 :     lebar, halus berisi,elastis dan lunak.
  6. Kulit                                 :    halus, tampak berminyak, dan longgar
  7. Bulu                                 :    padat,fengkap atau utuh,tidak lusuh atau kusam, dan meng¬kilat.
  8. Kaki                         :    kuning keputih-putihan atau putih kekuning-kuningan, ketinggian sedang (tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi).
  9. Sifat-sifat yang tampak:
  • tingkah Iakunya lincah,ringan,suka berkot dan aktif mencari makan,
  • lekas dewasa, badan tampak berisi dan cer bertelur,
  • masa bertelurnya lama (dalam 1 bulan ante 25 sampai 28 butir),
  • bentuk badan agak panjang,punggung hit tubuh penuh berisi, dada lebar dan dalam
  • keadaan perut lunak,halus dan penuh,
  • kaki dn paruh berewarna kuning keput pituhan atau putih kekuning-kuningan d terkadang terdapat goresan hitam, dan
  • jika hendak menetaskan sendiri, usaha diarr telur yang keluar antara hari ke-21 sampai 28 setiap satu periode bertelur.

Syarat-syarat kandang yang balk dan sehat adalah sebagai berikut.
1.    Tempat atau lahan pembangunan kandang.
2.    Bentuk bangunan kandang.
3.    Konstruksi kandang.
4.    Alat-alat dalam kandang.
5.    Peralatan pembuatan kandang.
6.    Bahan baku pembuatan kandang.
7.    Bentuk-bentuk kandang model baterai.

1)    Tempat atau Lahan Bangunan Kandang.
Untuk mendirikan atau membangun kandang ayam haruslah dipilih suatu tempat yang paling tinggi diantara kompleks atau lingkungan itu. Hal ini dimaksudkan agar tempat atau bangunan kandang tersebut selalu dalam keadaan kering dan tidak tergenang air jika musim hujan. Jika harus terkena genangan air ,maka diharapkan airnya cepat surut dan mengering.

Tempat bangunan harus jauh dari gudang makanan atau lumbung penyimpan hasil pertanian, karena tempat semacam itu sering didatangi tikus atau hama yang lain bangunan kandang juga harus jauh dari bangunan yang mengganggu ketenangan ayam.

Usahakan disekitar bangunan kandang tidak terdapat pohon besar dan terlalu rindang, selai ranting-rantingnya menghalangi pencahayaan sinar matahari, kadang-kadang pohon-pohon tersebut ditempati ular atau hama pengganggu yang lain,sehingga dapat membuat ayam tidak nyaman.

Lahan yang hendak didirikan bangunan kandang sebaiknya agak luas. Hal ini dimaksudkan jika sewaktu¬waktu, hendak memperbanyak jumlah ternak,maka kandang dapat diperluas. Kemudian disekitar bangunan kandang dibuat pagar keliling. Selain Untuk pengamanan juga akan tampak asri dan indah.

2)     Bentuk Bangunan Kandang.
Kandang ayam sebaiknya dibuat dalam bentuk bangunan panggung dengan alas terbuat dari bilah¬bilah bambu atau kayu berbentuk kisi-kisi dengan
Teknik Pembuatan Kandang Bentuk Batumi jarak antara 1 sampai 2 cm. Supaya kotoran ayam bisa jatuh ke Iantai.

Kandang ayam sebaiknya sebagian bangunannya terbuka supaya udara dalam kandang tidak pengap, tidak lembab dan pertukaran udara berjalan lancar. Selain itu proses penguapan air dalam kandang dapat berlangsung lancar.

Bangunan kandang sebaiknya menghadap ke arah timur,supaya sinar matahari pagar dapat dengan leluasa masuk ke dalam kandang dan menyorotkan sinarnya ke ayam. Hal ini untuk menjaga kebugaran ayam dan membantu ayam memproduksi vitamin D dalam tubuhnya pada musim kemarau yang panas dan kering,apalagi dengan tiupan angin kering yang kencang, atau pada musim penghujan yang lebat dengan angin basah yang menerjang menerobos segala bangunan dan sela-sela pohon,

 maka sebaiknya sekeliling kandang atau dinding kandang diberi tiral. Penutup yan? terbuat dari wrung plastik,karung g atau terpal !Intl* menjaga 1,nyamanan ayam pa musim-musim tersebut.
Atap    sebaikr1:- terbuat dari ciente tanah atau    tes,agar pery:naran cahaya math tidak menembus mengenai ayam-ayam. Sehingga ti mengangganggu kenyamanan ayam.

3.     Konstruksi Bangunan Kandang.
Konstruksi kandang yang ideal,serasi dan bernilai sehat adalah harus memiliki hal-hal sebagai berikut.
  • Alat, balk yang ada didalam kandang maupun yang ada diluardapat dengan mudah dibersih¬kan.Cepat dikerjakan dan tidak mengganggu tata laksana.
  • Ventilasi, harus cukup. Adanya peredaran udara segar dari luar ke dalam kandang akan menghindar udara lembab yang di sebabkan oleh penguapan air yang berasal dari kotoran dan pernapasan ayam serta mengeluarkan gas yang timbul di dalam kandang.
  • Dinding bagian harus terbuka, dibuat dari kawat kotak atau bilah-bilah bambu. Pada sisi depan bagian bawah harus dibuatkan kesi-kesi dari kayu atau bilah-bilah bambu yang tingginya 30 cm lebar 5 cm supaya kepala atau leher ayam dapat
  • keluar atau mematuk makanan yang ada di luar.
  • Cahaya matahari dapat masuk ke dalam kandang sebanyak mungkin pada waktu pagi hari maka kandang harus menghadap ke timur.
  • Ukuran luar kandang memadai dan mencukupi kebutuhan gerak ayam.
  • Alas kandang terbuat dari tanah atau semen yang tertutup dengan campuran pasir kering sekam dan kapur. Dengan perbandingan 3:2:1 dan ketebalan sekitar 20 cm.

Alat-Alat Dalam Kandang.
Peralatan kandang yang diperlukan diantaranya adalah sebagai berikut.

1.     Tempat makanan ayam.
  • Ternpat makanan ayam dapat membeli dari toko alat peternakan.
  • Membuat sendiri dengan bahan dari kayu,plastik,bambu atau logam.
  • Tempat-tempat tersebut dalam kondisi baik dan harus memenuhi syarat mudah dibersihkan, mudah diisi ulang makanan dijamin tidak mudah tumpah ayam dapat dengan mudah mengambil makanan dari tempat itu.
  • Tempat makanan ditaruh di luar supaya tidak mengotori Iantai dan mudah dirawat.
  • Semua pelayanan dapat dilakukan dari luar kandang dengan baik dan tidak mengganggu kenyamanan ayam.

2.    Tempat Minum Ayam.
Tempat minum ayam bisa Iangsung memakai alat yang sudah jadi dengan membeli di toko-toko alat peternakan,atau membuat sendiri dari bahan-bahan seperti: tempurung kelapa,kaleng plastik,Iogam kaleng atau bambu. Semua alat tersebut harus memenuhi syarat sehat dan mudah dibersihkan.

•    mudah diisi ulang,
•    ayam mudah mengambil minum,
•    dijamin air tidak akan tumpah,
•    semua pelayanan dapat dilakukan dari luar kandang,
•    dan dan tidak mengganggu kenyanianan ayam.

3)     Sarang Tempat Bertelur.
Sarang tempat bertelur sebaiknya terbuat dari kotak kayu yang di alasnya terbuat dari bantalan bahan campuran sekam,pasir dan kapur. Sarang dibuat menjadi satu dengan lantai kandang tempat ayam berpijak dengan posisi miring keluar. Hal ini dmaksudkan agar jika ayam bertelur telur langsung menggelinding keluar dan memudahkan dalam pengambilan.

4)    Lampu Penerang.
Lampu penerang sangat dibutuhkan, selain untuk dalam keseharian di waktu malam juga jika terjadi cuaca gelap atau mendung. Fungsi yang tidak kalah penting adalah untuk menghalau hewan pemangsa di malam hari.

5)    Tempat Bertengger.
Tempat bertengger dapat dibuat dari sebatang tongkat kayu atau bambu bulat yang bergaris tengah sekitar 5 cm, atau papan selebar 5 cm,dengan ketebalan 5 cm dan jarak satu dengan yang lain antara 30 sampai 35 cm, dan tingginya sekitar 80 cm.

6)    Alat-alat Pembersih Kandang.
Alat-alat pembersih kandang seperti sapu, sikat, sekop, alat pembuang kotoran serta kain lap untuk membersihkan tempat minum.

7)     Selimut Kandang.
Selimut kandang diperlukan untuk menjaga supaya kondisi kandang tetap hangat dan ayam dapat tidur dan bertelur dengan nyaman. Selimut kandang ini berfungsi untuk menangkal udara panas maupun udara dingin. Juga untuk menahan sengatan sinar matahari pada waktu slang maupun untuk menahan dari cipratan air hujan di musim penghujan.

Selimut dapat dibuat dari lembaran sak plastik, lembaran plastik, karung goni atau terpal. Selimut diusahakan dapat menutup 2/3 bagian atas dari bawah ke atas dan menyeluruh melingkari kandang.

Teknik Kebersihan Kandang.

Teknik kebersihan kandang ini lebih dititikberatkan kepada upaya menjaga kandang yang senantiasa bersih dari kotoran ayam. Untuk itu seyogyanya pembersihan kotoran ayam dari dalam kandang ini dilakukan sehari paling tidak 2 kali, yaitu pada waktu pagi dan sore.Kotoran-kotoran itu ditampung dalam lubangan yang sudah dipersiapkan dan dicampur dengan sampah-sampah daun dan sekali waktu disiram dengan air, terutama pada musim kemarau.

Selain pembersihan kandang dari unsur kotoran, maka setiap seminggu sekali kandang hendaknya disemprot dengan larutan antiseptik atau air kapur yang jernih. Hal ini untuk mengantisipasi berkembang¬nya hama-hama kutu, dan protozoa, dan nyamuk¬nyamuk. Dengan teknik ini ayam juga bisa bergerak leluasa melepas kejenuhan di petak-petak, perlu dikeluarkan dan ditampung di kandang pelepasan yang dibuat khusus untuk melepas ayam-ayam agar tidak berlarian meninggalkan lingkungan kandang.

Teknik Pemberian Makan.

Agar ayam cepat pertumbuhnnya dan cepat bertelur serta produktifitasnya tinggi, maka teknik pemberian makan sangat perlu diperhatikan. Selain keberlangsungan dan keajegan pemberian menu makanan, juga perlu diperhatikan komposisi makanan sesuai dengan kandungan gizi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam.

Teknik Pencegahan dan Pemberantasan Hama dan Penyakit.

Teknik pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit, dititik beratkan kepada teknik vaksinasi, pemberian obat-obatan, mengenal jenis-jenis dan nama obat-obatan serta pemberantasan hama dan penyakit secara sederhana dan tradisional. Pembahasan mengenai teknik pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit ini jugs akan dibahas dalam bab tersendiri.

Zat Energi.

Makanan yang mengandung energi adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Makanan jenis ini yang menimbulkan tenaga yang dibutuhkan oleh ayam.
Macam-macam makanan- yang banyak me¬ngandung karbohidrat adalah: jagung, beras, gandrung (canto!) ketela pohon, kacang tanah, kacang panjang, kacang hijau, kedelai dan lain-lain .Makanan ini sekaligus mengandung protein dan lemak. Makanan yang mengandung lemak adalah kacang tanah, kedelai, dedak halus (pabrik) bungkil, tepung ikan, dan tepung daging.

Makanan pembarigtfriadatah makanan yang banyak mengandung zat putih telur (protein) dan mineral. Makanan pembangun dibutuhkan ayam untuk pertumbuhan atau perkembangan tubuh, memperbesar tulang, urat-urat, daging dan kulit serta untuk berproduksi. Mengganti urat urat daging yang rusak atau jaringanjaringan tubuh yang lain. protein sangat diperlukan oleh setiap sel yang hidup , apabila pemberian protein dihentikan, sel yang bersangkutan akan berhenti pertumbuhannya. Akhirnya ayam berhenti berproduksi atau tak bertelur. Ada dua jenis protein yaitu sebagai berikut.
  • Protein hewani yaitu protein yang berasal dari hewan. Protein ini lebih bermutu karena susunannya lebih Iengkap dari pada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Yang merupakan sumber protein hewani adalah tepung daging tepung darah tepung ikan (teri, udang) susu, daging, bekicot, siput, kerang, dan racing. lni merupakan protein hewani yang murah harganya, dan kulitnya dapat digiling, sebagai grit.
  • Protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
  • Protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati. Tumbuh-tumbuhan yang mengandung protein nabati misalnya: kacang tanah, buncis, kacang hijau, dan kacang panjang.

Ayam petelur lebilfbanyak membutuhkan protein hewani dari pada protein nabati.Karena susunan pro¬tein hewani lebih sempurna. Walaupun demikian kebutuhan protein setiap ayam tidaklah sama, tergantung dari umur ayam serta tujuan beternaknya.

Pembuatan Ransum Ayam.

Ransum ayam terdiri dari racikan berbagai bahan I makanan yang masing-masing terdapat unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. i Jika setiap peternak mengharapkan hasil yang maksimal dengan mutu yang bagus, maka didalam pembuatan ransum dan pemberian makan ayam harus , benar-benar sesauai dengan aturan.


(Sumber Buku : Ternak Ayam Petelurdi Kandang Baterai, Penulis : Suparman Pedro)

DI CATATAN BERIKUTNYA KITA AKAN MEMBAHAS Cara Ternak Lele

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.


SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 1:30 AM