;

Wednesday, November 13, 2013

Belut Sawah atau Sugili (Monopterus albus Zeuiew)

Wednesday, November 13, 2013

Nama belut di beberapa daerah memiliki sebutan yang berbeda, seperi welut, belut sawah, atau lindung (jawa dan sunda) dan sugile atau sugili (Manado).

belut sawah, sugili, ternak belut sawah, budidaya belut


Berdasarkan habitat aslinya, dikenal 3 jenis belut, yaitu belut rawa (synbranchus bengalensis Mc clell, belut kali atau laut (macrotema caligans Cant), dan belut sawah (monopterus albus).

Habitat asli belut menyebar di perairan tropis meliputi daerah perairan Asia, yakni dari India, Cina, jepang, Malaysia, hingga ke Indonesia. Pola makan belut bersifat predator nocturnal, yaitu pemangsa yang aktif pada malam hari.Di habitat aslinya, hewan ini memakan anak ikan, cacing, crustacean, dan hewan akuatik lain yang berukuran tidak terlalu besar.

Pada dasarnya, belut termasuk jenis ikan. Hal yang membedakan hanya pada habitatnya. Pasalnya, belut ini tidak hanya membutuhkan air sebagai media hidupnya, tetapi juga lumpur. Fungsinya untuk melindungi dari panas matahari, sekaligus memudahkannya untuk mencari mangsa.


Namun, sebenarnya belut memiliki sifat “pemalu” atau menghindar jika melihat kehadiran manusia. Terbukti, belut akan segera masuk ke dalam  sarang jika melihat sesuatu yang mencurigakan. Selain itu, belut juga peka terhadap cahaya dan getaran. Akibatnya, hewan ini lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam lubang atau sarang.

Lendir pada belut-yang membuat tubuhnya licin-berguna untuk menjaga kestabilan tubuhnya dari perubahan cuaca. Namun, perlu diingat, belut bukan termasuk hewan yang rakus dalam mengkonsumsi makanan, sehingga pertumbuhannya agak lambat. Hal ini disebabkan oleh bentuk pencernaannya yang tunggal memanjang, sehingga tidak bisa mencerna makanan dengan cepat.

Suhu yang sesuai bagi kehidupan belut berkisar 25-31°C. Pada musim kemarau-ketika habitat aslinya sulit air-belut akan menuju bagian tanah yang masih mengandung air. Tidak aneh jika musim kemarau tiba, belut dari hasil tangkapan alam akan sulit diperoleh. Karena itu, dengan membudidayakan belut dan menghasilkan bibit, diharapkan ketersediaan belut akan selalu ada tanpa mengenal musim.

Artikel lainnya (silahkan Klik):
Cara Budidaya Belut
Budidaya Ikan Bawal Pada Kolam Terpal
Budidaya Udang Galah


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Tonie - 4:42 AM

Friday, November 8, 2013

Morfologi Ikan Nila

Friday, November 8, 2013

Ciri Morfologis dan Sistematika
Ikan Nila salah satu jenis ikan yang mudah untuk berkembang biak hampir disemua perairan. Ikan nila mengalami proses pemijahan hampir terjadi sepanjang tahun.

Morfologi Ikan Nila, Budidaya Ikan Nila, Ternak Ikan Nila, ikan nila


Maka tidak heran hampir di berbagai daerah di Indonesia banyak petani yang melakukan budidaya ikan nila, karena cukup mudah dari segi perawatannya.

Salah satu sistem yang sering dpakai para petani ikan nila ini yaitu sistem tambak, ini merupakan cara beternak ikan di tepi kali atau teluk yang diberi pagar, dan mrupakan bagian dari danau atau tampungan air. Pagar yang digunakan umumnya adalah pagar bambu.


Sistematika Ikan Nila
Kelas Pisces
Subkelas         Teleostei
Ordo Perchomorphi
Subordo         Percoidea
Famili Cichlidae
Genus Oreochromis
Spesies Oreochromis niloticus
Nama Sinonim Tilapia nilotica, dan Sarotherodon nilotinus
Nama Indonesia Nila
Jenis ikan nila biasa, nila merah (nirah), dan nila albino

Morfologis Ikan Nila
Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah bagian ventral atau perut. 

Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau. 

Letak mulut terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk (Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip dada. 

Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Tipe sisik adalah ctenoid atau sisik sisir. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. Rumus jari-jari sirip sebagai berikut: D XV-XVII 13;V.I.S.;P.15;A.III.10  dan C.18.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.



Sumber:
Buku: BUDIDAYA MUJAIR & NILA  Penerbit AZKA PRESS

Tonie - 11:26 PM

Klasifikasi Kelinci

Klasifikasi kelinci atau pengelompokkan makhluk hidup, khususnya pada dunia hewan pada prinsipnya memiliki tujuan Agar kita lebih mudah mempelajarinya, sebab dengan mengetahui kelompoknya kita dapat mengenal cirri-cirinya.

Kemudian tujuan lain dari klasifikasi ini supaya kita lebih mudah mengenal  salah satu jenis hewan atau beberapa hewan yang lain.

Untuk memudahkan pengklasifikasian, maka ada dasar pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup, apa saja, nah di bawah ini ada dasar utama pengklasifikasian.
  • Adanya persamaan yang dimiliki hewan antara hewan yang satu dengan yang lain, misalnya mereka memiliki persamaan, maka mereka akan dijadikan satu kelompok.
  • Adanya perbedaan yang dimiliki hewan yang menyebabkan mereka masuk pada kelompok yang berbeda.

Namun dalam tingkat pengelompokkan antar dunia hewan dan dunia tumbuhan ada sedikit perbedaan, yang terletak pada nama tingkat pengelompokkan yang tertinggi, yaitu:
  • Untuk dunia hewan tingkat pengelompokkan yang tertinggi adalah filum
  • Untuk dunia tumbuhan tingkat pengelompokan yang tertinggi adalah divsio.
Klasifikasi Kelinci, Klasifikasi Hewan Kelinci, Klasifikasi Ilmiah Kelinci

Sedangkan persamaannya adalah terletak pada nama tingkat pengelompokan yang lain.
Urutan tingkat pengelompokan pada dunia tumbuhan dan hewan adalah sebagai berikut:

Dunia hewan Dunia Tumbuhan
Phylum Divisio
Class Class
Ordo/bangsa Ordo/bangsa
Famili/suku Famili/suku
Genus/marga genus/marga
Spesies/jenis Spesies/jenis

Pada kesempatan ini akan kia bahas klasifikasi atau pengelompokkan untuk dunia hewan, sesuai dengan judul postingan di blog ini yaitu klasifikasi kelinci.

Dunia hewan terdiri dari dua kelompok besar yang didasarkan pada atau tidaknya tulang belakang atau vertebrae yaitu:

Hewan tidak bertulng belakang/ Avertebrata
Kelompok hewan yang tidak bertulang belakang terdiri dari 7 phylum, yaitu:
  • Protozoa/hewan bersel satu, contohnya bakteri dan amoeba.
  • Porifera /hewan berpori, contohnya spons.
  • Coelentarata/hewan berongga, contohnya hydra, ubur-ubur.
  • Molusca /hewan lunak, contohnya kerang, siput.
  • Echinodermata/hewan berkulit duri, contohnya bintang laut, landak laut
  • Vermes /hewan cacing, contohnya cacing pita, lintah, pacet.
  • Arthropoda /hewan berbuku-buku/ beruas, contohnya serangga, labah-kabah, udang-udanganndan lipan.

Hewan bertulng belakang/vertebrata
Kelompok hewan yang termasuk dalam vertebrata adalah sebagai berikut:
  • Pisces/ikan
  • Amphibia/katak
  • Reptilia/melata
  • Aves/burung
  • Mamalia/menyusui

Untuk klasifikasi/pengelompokkan kelinci jawa adalah sebagai berikut:
  • Phylum Vertebrata
  • Kelas Mamalia
  • Ordo/bangsa Lagomorpha
  • Familia/suku Leporidae
  • Genus/marga Lepus
  • Spesies/jenis lepus negricollis

Untuk familia atau bangsa kelinci atau suku dari kelinci tersebut masih memiliki beberapa genus/marga, antara lain:

Familia/suku leporidae memiliki 2 genus/marga yaitu:
  • Genus/marga Lepus
  • Genus/marga nesolagus

Familia/suku bekatonidae memiliki 1 marga/genus: 
  • oryctolopus

Sedangkan untuk spesies/jenis kelinci masih meiliki beberapa variasi yang merupakan hasil persilangan antara beberapa genus.

Untuk mengetahui apakah kelinci itu satu spesies satu jenis, kita dapat melakukan pengamatan jika 2 macam kelinci kita kawinkan dan menghasilkan keturunan yang fertile/yang subur, maka berarti kedua kelinci tersebut masih dalam 1 species/1 jenis.

Namun, jika ternyata keturunan yang dihasilkan steril/mandul, berarti kedua kelinci tadi bukan 1 species/1 jenis.

Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya kelici klik disini.

Artikel Sebelumnnya:

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku: "Beternak Kelinci dan MAnfaatnya"  Penerbit JP Books
http://www.nakisfeeds.com/products/rabbitfeeds.php

Tonie - 4:27 PM

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Secara sistematika, ikan patin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Ordo : Ostariophysi
Sub-Ordo  : Siluroidea
Famili : Pangasidae
Genus : pangasius
Spesies : Pabgasius pangasius Ham, Buch
Nama inggris : Catfish
Nama local : Ikan patin

Ciri Morfologis
  • Memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan.
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 120 cm atau lebih
  • Kepala patin relatf kecil dengan mulut terletak diujung kepal agak disebelah bawah.
  • Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sbg peraba.
  • Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang bergigi.
  • Ikan patin tidak memiliki sisik
  • Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak.
  • Sirip perutnya memiliki enam jari-jari lunak.
  • Sirip dada memiliki 12-13 jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagai patil.

Secara alamiah, perkembangbiakkan ikan patin berlangsung mulai dari telur, menetas menjadi nurayak (ukuran dibawah 1 cm), lalu menjadi kebul ( ukuran 1-3 cm) dan putihan (3-5 cm). 

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Ikan Patin melewati enam fae kehidupan, yaitu telur ( jangka waktu 28 jam), larva ( 1-2 hari), benih, konsumsi, calon induk, dan induk. 

Kematangan gonad pertama kali terjadi pada saat ikan betina berumur 3 tahun dan jantannya berumur 1-2 tahun. Sifatnya yang bergerombol, tampaknya berpengaruh terhadap kematangan gonad. Proses perkawinan ikan, lazim disebut sebagai pemijahan. 

Istilah ini, sebenarnya merupakan frase khusus pada sub sector perikanan. Sebab proses meyatunya sperma dan sel telur pada ikan, terjadi di luar tubuh. Artinya , induk betina yang sudah matang telur  akan mengeluarkan telur-telur tersebut, bersamaan dengan itu induk jantan akan  mengeluarkan spermanya. 

Seekor ikan betina dewasa dapat menghasilkan rata-rata 4500-12500 butir telur/kilogram berat badannya. Pertemuan antara sel telur dengan sperma itu terjadi di air. Pola perkawinan yang sangat khusus ini telah memungkinkan adanya pemijahan buatan. 

Induk-induk betina yang telah matang telur diurut hingga  seluruh telur keluar, lalu di dalam wadah telur tersebut dicampur dengan sperma dan selanjutnya dimasukkan ke dalam akuarium untuk ditetaskan.

Kandunagn Gizi Pada Ikan Patin
Ikan patin kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh, ternyata juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. 

Selain rasanya yang enak, nilai protein daging patin juga tergolong tinggi, mencapai 68,6 %. Kandungan gizi lainnya adalah lemak 5,8%, abu, 5%, dan air 59,3 %. 

Berat ikan setelah disiangi sebesar 79,7% dari berat awalnya, sedangkan fillet yang diperoleh dari bobot ikan seberat 1-2 kg mencapai 61,7 %.

Kandungan zat gizi yang terdapat pada ikan patin segar dan manfaatnya antara lain:
  • Omega 3, untuk proses perkembangan otak pada janin dan penting untuk perkembangan fungsi syarat dan penglihatan bayi.
  • Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah dicerna
  • Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita.
  • Vitamin A dalam minyak hati untuk ikan untuk mencegah kebutaan pada anak.
  • Vitamin D dalam daging dan minyak hati ikan untuk pertumbuhan dan kekutan tulang.
  • Vitamin B6, membantu metabolisme  asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf.
  • Vitamin B12, untuk pembentukkan sel darah merah, membantu metabolism lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.
  • Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh.
  • Yodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok, hambatan pertumbuhan anak.
  • Selenium untuk membantu metabolism tubuh dan sebagian antimoksidan yang melindungi tubuh dan radikal bebas.
  • Seng yang membantu kerja enzim dan hormone
  • Fluor yang berperan dalam menguatkan dan meyehatkan gigi anak.
Kandungan ikan patin akan lebih optimal jika dalam bentuk daging ikan segar sehingga kandungan gizi dalam ikan tetap untuk mendapatkan kandungan ikan yang kaya akan manfaat.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber:
Buku: Jurus Tepat Budi Daya IKAN PATIN  Penerbita: Pustak Baru Press

Tonie - 7:17 AM