;

Friday, November 8, 2013

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Friday, November 8, 2013

Secara sistematika, ikan patin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Ordo : Ostariophysi
Sub-Ordo  : Siluroidea
Famili : Pangasidae
Genus : pangasius
Spesies : Pabgasius pangasius Ham, Buch
Nama inggris : Catfish
Nama local : Ikan patin

Ciri Morfologis
  • Memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan.
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 120 cm atau lebih
  • Kepala patin relatf kecil dengan mulut terletak diujung kepal agak disebelah bawah.
  • Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sbg peraba.
  • Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang bergigi.
  • Ikan patin tidak memiliki sisik
  • Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak.
  • Sirip perutnya memiliki enam jari-jari lunak.
  • Sirip dada memiliki 12-13 jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagai patil.

Secara alamiah, perkembangbiakkan ikan patin berlangsung mulai dari telur, menetas menjadi nurayak (ukuran dibawah 1 cm), lalu menjadi kebul ( ukuran 1-3 cm) dan putihan (3-5 cm). 

Kandungan Gizi, Manfaat, Morfologi, dan Klasifikasi Ikan Patin

Ikan Patin melewati enam fae kehidupan, yaitu telur ( jangka waktu 28 jam), larva ( 1-2 hari), benih, konsumsi, calon induk, dan induk. 

Kematangan gonad pertama kali terjadi pada saat ikan betina berumur 3 tahun dan jantannya berumur 1-2 tahun. Sifatnya yang bergerombol, tampaknya berpengaruh terhadap kematangan gonad. Proses perkawinan ikan, lazim disebut sebagai pemijahan. 

Istilah ini, sebenarnya merupakan frase khusus pada sub sector perikanan. Sebab proses meyatunya sperma dan sel telur pada ikan, terjadi di luar tubuh. Artinya , induk betina yang sudah matang telur  akan mengeluarkan telur-telur tersebut, bersamaan dengan itu induk jantan akan  mengeluarkan spermanya. 

Seekor ikan betina dewasa dapat menghasilkan rata-rata 4500-12500 butir telur/kilogram berat badannya. Pertemuan antara sel telur dengan sperma itu terjadi di air. Pola perkawinan yang sangat khusus ini telah memungkinkan adanya pemijahan buatan. 

Induk-induk betina yang telah matang telur diurut hingga  seluruh telur keluar, lalu di dalam wadah telur tersebut dicampur dengan sperma dan selanjutnya dimasukkan ke dalam akuarium untuk ditetaskan.

Kandunagn Gizi Pada Ikan Patin
Ikan patin kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh, ternyata juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. 

Selain rasanya yang enak, nilai protein daging patin juga tergolong tinggi, mencapai 68,6 %. Kandungan gizi lainnya adalah lemak 5,8%, abu, 5%, dan air 59,3 %. 

Berat ikan setelah disiangi sebesar 79,7% dari berat awalnya, sedangkan fillet yang diperoleh dari bobot ikan seberat 1-2 kg mencapai 61,7 %.

Kandungan zat gizi yang terdapat pada ikan patin segar dan manfaatnya antara lain:
  • Omega 3, untuk proses perkembangan otak pada janin dan penting untuk perkembangan fungsi syarat dan penglihatan bayi.
  • Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah dicerna
  • Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita.
  • Vitamin A dalam minyak hati untuk ikan untuk mencegah kebutaan pada anak.
  • Vitamin D dalam daging dan minyak hati ikan untuk pertumbuhan dan kekutan tulang.
  • Vitamin B6, membantu metabolisme  asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf.
  • Vitamin B12, untuk pembentukkan sel darah merah, membantu metabolism lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.
  • Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh.
  • Yodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok, hambatan pertumbuhan anak.
  • Selenium untuk membantu metabolism tubuh dan sebagian antimoksidan yang melindungi tubuh dan radikal bebas.
  • Seng yang membantu kerja enzim dan hormone
  • Fluor yang berperan dalam menguatkan dan meyehatkan gigi anak.
Kandungan ikan patin akan lebih optimal jika dalam bentuk daging ikan segar sehingga kandungan gizi dalam ikan tetap untuk mendapatkan kandungan ikan yang kaya akan manfaat.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Trima kasih atas partisipasinya.

Sumber:
Buku: Jurus Tepat Budi Daya IKAN PATIN  Penerbita: Pustak Baru Press



SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 7:17 AM