;

Friday, May 2, 2014

Tempat dan Media Budidaya Ternak Cacing Tanah

Friday, May 2, 2014

Bagi anda yang akan memulai ternak atau budidaya cacing tanah mungkin belum mengetahu apa saja median atau tempat yang bisa dipergunakan untuk ternak cacing tanah ini, untuk itu kita langsung saja lihat di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Media ternak cacing, media budidaya cacing, media budidaya cacing tanah, cacing tanah, budidaya cacing tanag, budidaya cacing, ternak cacing
Wadah pemeliharaan adalah bak yang dapat diisi sarang (media) dimana cacing tanah dapat hidup dan berkembang biak di tempat tersebut.



Ada dua pilihan dalam membuat bahan bak, yakni:

1. Bak permanen
Bak ini dapat dibuat dari bahan bata merah/batako, semen, pasir.  Bentuknya bisa seperti kolam ikan atau bak mandi. Ukurannya tergantung keinginan kita, karena tidak ada patokan ukuran yang pasti. Jadi akan lebih baik disesuaikan tersedianya tempat yang dimiliki. Namun dari hasil pengamatan para  peternak menggunakan ukuran panjang 2,5 meter. Lebar 75-100 cm dan tinggi 30 cm. Bak ukuran tersebut untuk menampung 1000 sampai 2000 ekor bibit cacing tanah dewasa atau sekitar satu setengah kilogram cacing.

2. Bak semi permanen
Dalam pembuatan bak ini dapat menggunakan bahan dari ember plastic, besek, papan kayu, tong, dan lain-lain. Bila menggunakan ember plastik, pilih yang bentuknya oval ukuran 50 x 40 x 25 cm (pxlxt), dan diisi sarang atau media setinggi 15-20 cm. demikian pula apabila menggunakan bahan dari besek dapat memilih ukuran seperti tersebut atau tergantung dari ukuran yang sudah tersedia ditoko/warung penjual besek. 

Khusus bahan dari papan kayu ukurannya tergantung selera masing-masing. Setiap ember plastik ataupun besek ukuran tersebut diatas menampung ±1/2 (setengah) ons bibit cacing tanah.

Bahan bak seperti ember, besek maupun papan kayu kemudian ditempatkan diatas rak tersusun dari kayu reng. Sehingga dapat menghemat tempat, mudah dipindah-pindah tempatnya. Untuk meletakkan rak tersebut dapat menggunakan atau memanfaatkan tempat kosong dalam ruangan  rumah, gudang, garasi yang tidak terpakai.

Bahan media (sarang)

Media atau sarang untuk cacing tanah dibuat dari berbagai macam bahan. Sarang atau media ini selain berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang biak juga sebagai sumber makanan. Oleh karena itu semakin banyak bahan yang digunakan semakin sedikit makanan yang diberikan.

Bahan-bahan sarang atau media yang baik adalah kotoran ternak, serbuk gergaji, jerami (padi, jagung), sekam, dedak, serutan kayu, rumput atau daun-daun kering, lumpur selokan, ampas tebu, kompos, dsb. Satu bahan yang harus ada adalah kapur tembok, untuk bak ukuran 1 x 2,5 x 0,3 meter diperlukan 0,5 kg kapur. Serbuk gergaji, sekam dan jerami dapat saling mengganti atau diperlukan salah satu. Bahan ini berfungsi untuk menjaga porositas sarang.

1. Syarat media yang baik adalah sbb:

- Mempunyai daya serap air yang tinggi
- Selalu gembur dan tidak menjadi padat
- Jika diharapkan sebagai sumber makanan, janagn terlalu tinggi kadar proteinnya.
- Jangan mengandung tanah permukaan.

2. Contoh formula bahan sarang atau media:

- Serbuk gergaji/sekam/jerami : 60%
- Dedak padi         : 10%
- Kotoran ternak (ayam) : 10 %
- Daun-daun/rumput kering : 20%

3. Atau dapat menggunakan formula sbb:

- Serbuk gergaji : 60%
- Daun-daun kering : 10%
- Dedak padi  : 10%
- Kotoran ayam : 10%
- Lumpur selokan : 10%

Cara mengolah bahan media

  1. Bahan-bahan yang panjang seperti jerami, rumput atau daun-daun kering terlebih dahulu dicincang halus
  2. Semua bahan kecuali kotoran ternak atau kompos, diaduk rata masukkan pada suatu tempat dan diberi air secukupnya. Setiap seminggu sekali campuran ini diaduk dan diberi air secukupnya. Setelah matang (kira-kira 1 bulan) dicampur dengan bahan diatas (no.2). perbandingan 70% untuk bahan campuran, 30% kotoran ternak. Kemudian ditambahkan kapur tembok secukupnya.
  3. Di tempat lain, bahan berupa kotoran ternak atau kompos setiap seminggu sekali diaduk dan diberi air secukupnya. Setelah matang (kira-kira 1 bulan) dicampur denagn bahan diatas (no.2). Perbandingan 70% untuk bahan campuran, 30% kotoran ternak.kemudian ditambahkan kapur tembok secukupnya.
  4. Semua campuran tersebut dibiarkan selama 24 jam, kemudian dimasukkan ke dalam bak yang telah disediakan.
Sumber Buku : Budidaya CACING TANAH LUMBRICUS RUBELLUS, Penerbit CV. ANEKA Solo
Sumber Gambar : http://jacksonville.com/

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui google plus [g+] dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.




SILAHKAN LANJUTKAN MEMBACANYA DENGAN MEGKLIK JUDUL ARTIKEL DI BAWAH INI

Tonie - 2:40 AM